Ridwan Kamil Beri Nama Bayi Yang Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Kabupaten Cianjur

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, kabar kurang baik datang dari saudara kita di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dilanda bencana gempa bumi yang berkekuatan magnitudo 5,6.

Banyak rumah warga yang rusak dan roboh akibat gempa bumi tersebut, dan banyak warga yang menjadi korban atas bencana gempa bumi tersebut.

Ridwan Kamil, selaku Gubernur Jawa Barat, mengatakan bahwa di antara duka kehilangan dan tindakan tanggap bencana, disisi lain ada kejadian yang cukup menghangatkan hati.

Ridwan Kamil atau yang biasa disapa dengan kang Emil, mengaku bahwa kabar yang menghangatkan hati tersebut ialah ada beberapa bayi yang lahir di tenda pengungsian dengan keadaan selamat.

Kang Emil juga mengaku bahwa dirinya turut terharu dengan kejadian tersebut, dan ia juga memberikan nama kepada salah satu bayi yang lahir di tenda pengungsian tersebut.

Gempita Shalihah Kamil, nama yang saya berikan untuk bayi perempuan yang lahir di tenda pengungsian. Kebetulan ibunya, ibu Dewi, meminta saya memberi nama,” ujar Ridwan Kamil.

Kang Emil menjelaskan bahwa pemberian nama Gempita diambil karena lahir saat gempa bumi, dan bersyukur lahir dengan selamat.

Gempita, karena lahir saat gempa. Shalihah, doa agar jadi insan yang salihah. Kamil, artinya agar jadi manusia yang paripurna,” sambungnya.

Berikut video Ridwan Kamil yang memberikan nama kepada bayi yang lahir di tenda pengungsian bencana gempa bumi:

Ridwan Kamil mengatakan bahwa dibalik bencana gempa bumi ini, Allah juga memberikan dan membuktikan rahmatnya dengan lahirnya bayi-bayi di tenda pengungsian dengan selamat.

“Di balik ujian bencana ini dan banyak yang berpulang, Allah juga memberikan rahmatnya dengan lahirnya bayi-bayi yang akan meneruskan perjalanan peradaban manusia ini,” ujar Ridwan Kamil.

Semoga semua dari kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap takdir peristiwa yang hadir dalam hidup kita ini. Hatur Nuhun.” Sambungnya.

 

Update Data Korban Dari BNPB

Update Korban Gempa Cianjur: Meninggal 268 Orang, Luka-luka 1.083 Orang

Suharyanto, selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana melakukan pendataan ulang korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Suharyanto mengatakan, pada hari Selasa, 22 November 2022, korban gempa yang teridentifikasi banyak anak-anak dan remaja.

“Tapi memang kejadian ini, (pukul) 13.21 WIB, bertepatan dengan banyak anak-anak yang sedang mengaji. Jadi, pulang mengaji, sehingga memang sebagian dari yang sudah teridentifikasi ini sebagian anak-anak,” ujar Suharyanto.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga mengatakan bahwa pendataan korban akan dibantu dan dilakukan secepatnya oleh Bupati CIanjur, Jawa Barat.

“Melakukan pendataan mulai dari yang wafat by name, by address. Kalau kemarin kita tahu bahwa ada yang wafat itu untuk cepat dimakamkan dulu,” ujar Tito Karnavian.

“Tapi setelah itu, pendataan dilakukan by name by address. Nanti baru bisa ketahuan berapa jumlah anak-anak, dewasa, dan yang lain-lain,” sambungnya.

Diketahui, saat ini telah ada 268 korban jiwa yang meninggal dunia, dan terdapat 122 jenazah yang telah teridentifikasi, dan juga ada 151 korban hilang yang masih dalam tahap pencarian,.

 

Data Warga Yang Mengungsi

Kunjungi Tenda Pengungsi Gempa Cianjur, Jokowi Bagikan Makanan ke Anak-anak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim bahwa ada 58.362 warga yang mengungsi akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo juga telah mengunjungi warga yang menjadi korban gempa bumi di tempat pengungsian.

“Kemudian, (korban) luka-luka yang kami peroleh sampai sore ini (22 November 2022) sebanyak 1.083 orang,” ujar Suharyanto, selaku kepala BNPB.

Suharyanto mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan terus-menerus, pasalnya data bisa berubah sewaktu-waktu.

Surharyanto menjelaskan bahwa ada 12 Kecamatan yang terkena bencana gempa bumi.

Berikut 12 Kecamatan yang terkena bencana gempa bumi:

  • Kecamatan Cianjur
  • Kecamatan Karangtengah
  • Kecamatan Warungkondang
  • Kecamatan Cugenag
  • Kecamatan Cilaku
  • Kecamatan Cibeber
  • Kecamatan Sukaresmi
  • Kecamatan Bojongpicung
  • Kecamatan Cikalongkulon
  • Kecamatan Sukaluyu
  • Kecamatan Pacet
  • Kecamatan Gekbrong

Suharyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah mendirikan tenda pengungsian di masing-masing Kecamatan tersebut.

 “Dari 12 kecamatan ini masing-masing kecamatan sudah berdiri tempat-tempat pengungsian. Bahkan mungkin jumlahnya bertambah,” ujar Suharyanto.

Leave a Comment