- Pembangunan 357 Hunian Tetap di Sumatera Telah Resmi Selesai Pada Hari Ini
- Bahlil Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi
- The Body Shop Komitmen Pulihkan Ruang Hijau Perkotaan
- Empat Startup Indonesia Resmi Tampil di Sushi Tech Tokyo Jepang
- Menteri LH Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat Fenomena El Nino
Pembangunan 357 Hunian Tetap di Sumatera Telah Resmi Selesai Pada Hari Ini
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, beberapa pekan yang lalu, saudara kita yang tinggal di daerah Pulau Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya telah mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Sebagai informasi bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumut berlangsung selama beberapa hari, dan banyak korban jiwa yang berjatuhan akibat bencana tersebut.
Berdasarkan data yang ada maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat 1.106 korban yang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Selanjutnya, terdapat 276 korban hilang, dan 5.000 korban luka-luka, jadi jika di total secara keseluruhan, maka terdapat puluhan ribu penduduk di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang terkena dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut.
Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengumumkan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 3.300 unit rumah rusak berat, 4.100 unit rumah rusak sedang, 20.700 unit rumah yang mengalami rusak ringan, 1.100 unit fasilitas umum rusak berat, 270 unit fasilitas kesehatan rusak sedang hingga berat, 509 fasilitas pendidikan rusak sedang hingga berat, 338 rumah ibadah rusak sedang hingga berat, 221 gedung atau kantor rusak sedang hingga berat, dan 405 jembatan rusak berat.
Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam atau tutup mata tentang bencana yang terjadi di Pulau Sumatera.
Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa seluruh lini pemerintahan akan difokuskan untuk percepatan pemulihan bencana Sumatera, salah satu program percepatan ialah seperti pembangunan akses jalan untuk kebutuhan logistik, pembangunan hunian sementara, dan pembangunan hunian tetap.
Pembangunan hunian tetap telah resmi dibangun sejak pertengahan Desember 2025, dan ditargetkan akan selesai pada awal Mei 2026.
Hunian tetap ini sangatlah penting dan menjadi pondasi utama bagi masyarakat terdampak agar mendapatkan harapan baru dan kehidupan tempat tinggal yang layak.
Tepat pada hari ini, yakni Senin, 11 Mei 2026, pihak Satuan Gagasan (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengumumkan bahwa pembangunan Hunian Tetap (Huntap) telah resmi usai.
Pihak Satgas PRR Huntap mengklaim bahwa pembangunan huntap dilakukan secara berkala dan berfokus terhadap kualitas bangunan agar layak dihuni dan berkelanjutan (jangka panjang).
Berdasarkan data lapangan dari pihak Satgas PRR, maka dijelaskan bahwa per 11 Mei 2026, telah terdapat 357 unit huntap yang telah resmi usai, dan jumlah tersebut sangat meningkat drastis dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, yakni pada tanggal 8 Mei 2026 masih tercatat 248 unit.
Maka dapat artikan bahwa hanya dalam waktu 3 hari saja, pihak Satgas PRR mampu menyelesaikan kurang lebih 109 unit huntap, atau jika dipresentasekan maka dalam 4 hari mampu membangun 43,9 persen bangunan dari total keseluruan yang ada.
357 Telah Resmi Dibangun di Tiga Provinsi

Juru Bicara Satgas PRR Amran mengatakan, total 357 unit hunian tetap tersebut telah dibangun di tiga provinsi yang berbeda-beda, dengan kebutuhan paling besar terjadi di Provinsi Aceh yakni sekitar 28.910 unit. Selanjutnya, Provinsi Sumatera Utara dengan kebutuhan sekitar 7.601 unit. Terakhir, Provinsi Sumatera barat dengan kebutuhan sekitar 2.824 unit.
Amran mengaku bahwa berdasarkan pantauan di lapangan, maka menunjukan hasil bahwa 108 unit telah resmi usai terbangun di Provinsi Aceh, dan 719 unit masih dalam proses pembangunan dengan presentase kurang lebih sekitar 50 persen.
Provinsi Sumatera Utara telah resmi terbangun 227 unit huntap, dan 225 unit masih dalam proses pembangunan dengan presentase kurang lebih sekitar 40 persen.
Provinsi Sumatera Barat telah resmi terbangun 22 unit huntap, dan 52 unit masih dalam proses pembangunan dengan presentase kurang lebih sekitar 40 persen.
Amran menjelaskan, pembangunan huntap di tiga provinsi tersebut juga melibatkan kerja sama atau kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah, hingga organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi Indonesia dan Kadin Indonesia.
Disisi lain, Amran juga mengaku bahwa huntap ini memang dikerjakan dengan waktu yang se-singkat-singkatnya, tetapi pihaknya berkomitmen akan menjaga kualitas tetap unggul dengan berbagai tahapan pemeriksaan yang ketat dan sesuai dengan standar nasional Indonesia.
Peninjauan Kualitas Bangunan:
