Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Sebut Indonesia-Afrika Mempunyai Historis Hubungan Kerja Sama Yang Kuat

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia adalah negara yang terbuka untuk bekerja sama dengan pihak manapun atau negara bagian dunia manapun.

Sebagai informasi bahwa hubungan kerja sama antara negara Indonesia dengan pihak luar dikenal dengan sebutan bebas dan aktif.

Maksud dari kebijakan bebas dan aktif ialah negara Indonesia akan bekerja sama dengan negara atau organisasi internasional yang mempunyai prinsip yang selaras dengan negara Indonesia, prinsip tersebut meliputi non blok, aktif, dan saling menghormati satu sama lain.

Non blok mempunyai arti bahwa negara Indonesia tidak mau memihak blok kekuatan besar manapun dalam melakukan hubungan kerja sama. Selanjutnya, aktif mempunyai arti bahwa negara Indonesia akan turut andil dan aktif dalam kegiatan diplomasi internasional untuk mendukung perdamaian, stabilitas, dan pembangunan internaional.

Terakhir, saling menghormati mempunyai arti bahwa negara Indonesia hanya ingin menjalin hubungan kerja sama dengan pihak yang mempunyai rasa menghormati atau menghargai yang tinggi, seperti menghormati kedaulatan antar antar negara, menghormati integritas wilayah antar negara, dan tidak melakukan cawe-cawe atau campur tangan urusan dalam negeri.

Diketahui, hubungan kerja sama antar negara memang harus dilakukan karena setiap negara di dunia pasti mempunyai keterbatasan dalam sejumlah sektor, seperti sektor sumber daya alam maupun sumber daya manusia, oleh karena hubungan kerja sama dibutuhkan untuk saling mengisi dan melengkapi satu sama lain.

Hubungan kerja sama juga dinilai mampu memberikan dampak positif signifikan terhadap perdamaian internasional serta keamanan global.

Baru-baru ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengumumkan bahwa negara Indonesia dan Afrika telah mempunyai riwayat hubungan kerja sama yang kuat sejak Konferensi Asia-Afrika 1955.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam acara Indonesia-Africa CEO Forum 2025 di Saxon Hotel, Johannesburg, Afrika Selatan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, acara Indonesia-Africa CEO Forum 2025 merupakan acara yang sangat penting untuk menjaga hubungan kerja sama antara Indonesia dan Afrika.

Gibran Rakabuming Raka mengaku bahwa sejak beberapa puluh tahun yang lalu, negara Indonesia dan Afrika telah bekerja sama dalam berbagai sektor, seperti sektor energi, industri, teknologi, dan rantai pasokan makanan.

Dengan adanya kerja sama antara negara Indonesia dan Afrika, maka kedua negara dapat menjadi negara yang kuat dan lebih adil serta inklusif.

Gibran Rakabuming Raka juga berterima kasih kepada pihak Afrika karena telah mengeluarkan dan menyetujui sejumlah kebijakan yang bermanfaat antar kedua negara, seperti kebijakan bebas visa terhadap para mobilitas pelaku usaha, investor, dan masyarakat.

Disisi lain, Gibran Rakabuming Raka juga mengaku bahwa Afrika adalah masa depan, dan negara Indonesia berkomitmen akan membangun masa depan yang cerah bersama Afrika.

 

MBG Adalah Investasi Yang Strategis

Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming di KTT G20 Johannesburg Expo Centre (NASREC), Afrika Selatan, Sabtu 22 November 2025.

Bukan hanya hadir dalam acara Indonesia-Africa CEO Forum 2025 saja, tetapi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga turut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Afrika Selatan.

Dalam forum KTT G20, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) adalah program yang sangat mulia dan program tersebut merupakan investasi yang sangat strategis.

Menurut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ketahanan pangan bukan lagi menjadi persoalan ekonomi, melainkan menjadi kebutuhan mendasar serta investasi yang strategis.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, saat ini banyak negara yang mengalami krisis pangan, bahkan terdapat sejumlah negara yang mengalami inflasi besar-besaran terhadap bahan pokok.

Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini terdapat 720 juta penduduk di dunia yang masih hidup dalam kelaparan dan jauh dari kata sejahtera.

Oleh karena itu, program MBG sangat bermanfaat untuk mengentaskan krisis pangan di dunia, dan MBG juga merupakan program nyata dalam mendorong kemanfaatan produk lokal, pemberdayaan petani, peternakan, dan memperluas kegiatan ekonomi di seluruh dunia.

Gibran Rakabuming Raka mengaku bahwa program MBG bukan hanya bermanfaat untuk mengentaskan krisis pangan di dunia saja, melainkan juga dapat mendorong tata kelola isu kemanusiaan di dunia.

Disisi lain, Gibran Rakabuming Raka juga menjelaskan bahwa negara Indonesia telah berhasil menerapkan program makan siang bergizi gratis (MBG) kepada seluruh anak-anak di Indonesia, dan terbukti bahwa program tersebut memang berdampak positif signifikan terhadap ekonomi masyarakat serta meningkatkan pemanfaatan produk lokal pemberdayaan petani, peternak serta nelayan.

 

Bahas Empat Prioritas Utama

Wakil Presiden RI bertolak ke Afrika Selatan hadiri KTT G20 - ANTARA News Sulawesi Tenggara

Selain menghadiri KTT G20 yang diselenggarakan di Afrika, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga turut menghadiri rapat MIKTA Leaders Gathering yang di selenggarakan oleh Korea Selatan selaku Ketua dari organisasi MIKTA tahun 2025.

Sebagai informasi bahwa organisasi MIKTA adalah hubungan kerja sama antar lima negara di dunia, yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia.

Tujuan dari dibentuknya organisasi MIKTA sendiri adalah untuk memperkuat kontribusi dan perdamaian antar negara di dunia khususnya di tengah isu krisis perang dagang global.

Organisasi MIKTA juga berkomitmen akan turut andil dalam hubungan kerja sama global yakni seperti KTT G20 2025 dan lainnya.

Organisasi MIKTA juga mengusung tema “Solidarity, Equality, Sustainability” dalam KTT G20 2025 di bawah Afrika Selatan, dan terdapat empat pilar utama dalam pengusungan tema tersebut, empat pilar tersebut meliputi penguatan ketahanan dan respon terhadap bencana, upaya memastikan keberlanutan hutang bagi negara yang berpendapatan rendah, mobilisasi pendanaan agar transisi energi mempunyai prinsip adil dan merata, dan memanfaatkan critical minerals untuk pertumbuhan infklusif pembangunan berkelanjutan.

Dengan adanya forum hubungan kerja sama antar negara seperti KTT G20 2025 dan MIKTA, maka hal ini diharapkan mampu membawa dampak positif terhadap masing-masing negara, jadi seperti negara yang kuat harus membantu negara yang lemah, begitu juga negara yang lemah harus mau menghormati dan mau dibantu oleh negara yang kuat. Ibarat kata forum ini seperti simbiosis mutualisme yakni saling menguntungkan satu sama lain.