Prabowo Subianto: Indonesia Harus Belajar Dari Perang Rusia dan Ukraina

Berita Terkini – Prabowo Subianto, selaku Menteri Pertahanan (Menhan) menyatakan bahwa ada banyak hal yang dapat diambil dan dipelajari dari adanya perang antara Rusia dan Ukraina.

Prabowo Subianto mengatakan, negara kita Indonesia harus mempelajari mengapa Rusia dengan sumber daya militernya yang kuat dan teknologinya yang sangat canggih, tidak mudah mengalahkan pasukan Ukraina.

Hal tersebut disampaikan oleh Prabowo Subianto di hadapan prajurit TNI AU (Tentara Nasional Indonesia) (Angkatan Udara), tepatnya di Puri Ardhya Garini, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Ini bukan saya pro-Rusia, atau saya pro-Ukraina, tidak. Ini pelajaran yang bisa kita ambil, dan bisa saudara kaji, dan saudara bantah,” ujar Prabowo Subianto.

Prabowo Subianto mengatakan bahwa seharusnya kekuatan Rusia itu sangatlah besar dalam bidang militernya, tetapi ternyata hal tersebut tidak menjamin keuanggulannya dalam berperang.

Prabowo Subianto mengaku bahwa serangan-serangan yang diluncurkan oleh Rusia dan Ukraina tidak efektif dan belum memberikan dampak pukulan yang telak di hari-hari pertama.

“Faktor berikutnya, kemampuan serangan siber Rusia tak terintegrasi dengan serbuan fisik. Kremlin pun dinilai gagal menetralisasi serangan udara Ukraina,” ujar Prabowo Subianto.

Menurut Prabowo Subianto, saat ini Rusia belum mempunyai rencana yang efektif untuk melawan dan bertahan dari drone dan unmanned aerial system dari Ukraina.

“Ini saya lempar untuk saudara bahas dan mencari pengaruh dan apa yang bisa kita dapat dari pelajaran itu,” tegas Prabowo Subianto.

 

Prabowo Subianto Memuji Presiden Joko Widodo Karena Berani Datang ke Rusia dan Ukraina

Simak! Ini Dia Hasil Lengkap Pertemuan Jokowi-Zelensky

Prabowo Subianto, memuji dan bangga kepada Presiden Joko Widodo atau yang biasa disebut dengan Jokowi.

Pasalnya, Jokowi berani datang ke Ukraina dan Rusia untuk berusaha mendamaikan kedua neagra tersebut.

“Wong Solo ini luar biasa, padahal yang Kopassus saya,” ujar Prabowo Subianto.

Selanjutnya, Prabowo Subianto juga mengaku bahwa Presiden Joko Widodo berencana untuk datang ke Amerika dan China guna memberikan sosialisasi agar tidak terjadi perang besar antar negara yang sedang berseteru.

“Indonesia sedang mencoba melerai mendamaikan, jangan sampai ada perang besar,” ujar Prabowo Subianto.

Oleh karena itu, Prabowo Subianto meminta kepada seluruh pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk selalu mendukung kebijakan dari Presiden Joko Widodo, dan jangan melihat dari sisi negatifnya saja.

“Kadang saya prihatin, Indonesia masih ada politik jelek menjelekkan, pihak-pihak yang selalu melihat negatifnya saja. Saya lihat apa terjadi, kadang bangsa kita kurang menghormati capaian kepemimpinan Presiden Jokowi,” ujar Prabowo Subianto.

“Presiden kita menegakkan politik luar negeri yang benar, tidak memihak mana pun, 1.000 kawan terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak,” tutupnya.

Leave a Comment