- Menteri LH Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat Fenomena El Nino
- Pupuk Urea Indonesia Resmi Diperebutkan Banyak Negara, Berikut Penjelasannya
- Mentan Jamin Cadangan Beras Indonesia Tercukupi dan Tidak Terdampak El Nino
- Relawan Arief Kamarudin Mengajak Pemerintah dan Warga Untuk Membasmi Ikan Sapu-Sapu di Perairan Sungai
- Presiden Prabowo Subianto Lakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Rusia dan Bertemu Vladimir Putin, Berikut Penjelasannya
Menteri LH Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat Fenomena El Nino
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini Fenomena El Nino sedang marak dibahas oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.
Bahkan, Fenomena El Nino juga sempat menjadi trending di berbagai kanal sosial media Tanah Air.
Meskipun sudah banyak dibicarakan dan menjadi trending topik, tetapi ada beberapa masyarakat yang masih belum paham dan bertanya-tanya tentang apa yang dimaksud Fenomena El Nino, dan kenapa El Nino sangat berbahaya.
Sebagai informasi bahwa Fenomena El Nino merupakan fenomena alam dengan tanda pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian timur dan tengah di atas normal.
Diketahui, Fenomena El Nino dapat menyebabkan pergeseran awan ke arah timur, sehingga dapat mengurangi curah hujan negara Indonesia, menyebabkan kekeringan panjang, krisis air bersih, dan kebakaran hutan.
Pada tahun 2025 yang lalu, fenomena El Nino datang pada bulan September – November, dan pada momen tersebut terdapat sejumlah daerah yang mengalami kebakaran lahan, gagal panen, dan krisis air bersih.
Sebagai contoh bahwa kota Semarang pernah mengalami kebakaran lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang karena adanya fenomena El Nino, dan kebakaran lahan TPA tersebut terjadi selama beberapa hari, sehingga bau dan pencemaran udara terjadi dimana-mana.
Baru-baru ini, fenomena El Nino kembali dibahas oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, dan sejumlah pakar mengklaim bahwa El Nino akan kembali terjadi pada April 2026.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup mengumumkan bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 memang nyata adanya, dan kita perlu melakukan antisipasi lebih dini sebelum musim kemarau panjang dan fenomena El Nino datang ke Indonesia.
Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, Menurut BMKG, musim kemarau tahun ini diproyeksikan berlangsung cukup panjang, dari April hingga Oktober. Artinya, kita punya waktu yang panjang juga untuk menghadapi risiko karhutla. Ditambah dengan El NiƱo, ini harus kita antisipasi sejak awal.
Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa terdapat daerah rawan yang harus diprioritaskan agar tidak terkena dampak dari fenomena El Nino, daerah rawan yang dimaksud ialah daerah yang mempunyai ekosistem tanah gambut luas, terjadi penurunan tingi muka air tanah (TMAT), riwayat kebakaran, dan daerah dengan sebaran hotspot yang padat.
Menurut Hanif Faisol Nurofiq, salah satu contoh daerah yang termasuk dalam kategori rawan ialah daerah Riau.
Srategi Menghadapi El Nino
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5534589/original/000774800_1773843807-Screenshot_18-3-2026_211237_www.antaranews.com.jpeg)
Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, saat ini pihaknya telah mempunyai sejumlah strategi untuk menghadapi fenomena El Nino di daerah rawan, yakni meliputi melakukan pemantauan secara berkala, meningkatkan kesiapsiagaan melalui lintas sektor, dan meningkatkan kesiapan dalam sarana prasarana anggota yang bertugas di lapangan.
Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, langkah kesiapsiagaan tersebut telah tertuang dalam peraturan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.
Menurut Hanif Faisol Nurofiq, kelestarian dan keamanan hutan bukan semata-mata tugas dan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan seluruh masyarakat Indonesia juga wajib turut andil dalam menjaga dan melestarikan hutan.
Oleh karena itu, kolaborasi seluruh unsur sangat diperlukan dalam menghadapi fenomena El Nino, seluruh unsur yang dimaksud ialah seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api dan dunia usaha.
Kita sebagai warga (sipil) negara yang bijak juga harus menaati peraturan agar lingkungan tetap aman dan bersih, seperti tidak membuang puntung rokok secara sembarangan, tidak membakar sampah sembarangan, tidak meninggalkan api unggun dan sumber api lainnya, tidak membuang sampah yang dapat memicu api secara sembarangan, dan membuat drainase di tanah gambut.
Disisi lain, Hanif Faisol Nurofiq juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melapor dan membuat SOP kesiapsiagaan jika terjadi hotspot, karena kunci utama dalam menangani kebakaran hutan adalah kecepatan dan ketepatan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq di Lapangan Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Rumbai, Pekanbaru.