- Bahlil Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi
- The Body Shop Komitmen Pulihkan Ruang Hijau Perkotaan
- Empat Startup Indonesia Resmi Tampil di Sushi Tech Tokyo Jepang
- Menteri LH Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat Fenomena El Nino
- Pupuk Urea Indonesia Resmi Diperebutkan Banyak Negara, Berikut Penjelasannya
Presiden Prabowo Subianto Lakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Rusia dan Bertemu Vladimir Putin, Berikut Penjelasannya
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia adalah negara yang menganut sistem non-blok, bebas, dan aktif.
Sebagai informasi bahwa pengertian sistem non-blok, bebas, dan aktif ialah dimana suatu negara mempunyai prinsip yang netral dan tidak ingin memihak blok/kekuatan manapun.
Jika dirinci secara satu-persatu, maka definisi dari kata non-blok ialah suatu negara tidak akan tergabung dalam kekuatan militer manapun, dan bersikap independen dalam konflik global.
Selanjutnya, definisi dari kata bebas ialah suatu negara akan bersikap berdaulat dan menentukan sikap serta kebijakan internasional sendiri tanpa terikat dalam blok atau kekuatan tertentu.
Terakhir, definisi dari kata aktif ialah negara akan turut berkontribusi langsung dalam menyelesaikan konflik geopolitik global serta membantu menjaga perdamaian dunia.
Peraturan tentang sistem non-blok, bebas, dan aktif yang dianut oleh negara Indonesia tersebut telah resmi tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 tentang tidak memihak blok manapun dan aktif menciptakan perdamaian dunia.
Berdasarkan data dari Lembaga Gerakan Non-Blok (GNB), maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat 100 negara di seluruh dunia yang telah menganut sistem non-blok, bebas, dan aktif.
Terdapat beberapa prinsip yang harus dipatuhi jika suatu negara masuk kedalam GNB, seperti wajib menghormati kedaulatan negara satu sama lain, non-agresi, non-intervensi, netralitas, anti-kolonialisme, menjaga perdamaian antar negara, dan kesetaraan ekonomi.
Terdapat banyak manfaat positif yang akan didapatkan oleh suatu negara jika mereka menganut sistem non-blok, salah satu manfaat positif tersebut ialah suatu negara bebas untuk melakukan perjanjian kerja sama dengan negara manapun atau blok manapun, baik blok Barat atau blok Timur.
Seperti layaknya negara Indonesia, sejak beberapa tahun yang lalu, negara Indonesia telah melakukan perjanjian kerja sama dengan beberapa negara di dunia, seperti kerja sama dengan negara di ASEAN, Timor Leste, Tiongkok, Australia, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Turki, Jerman, UEA, Ukraina, Arab Saudi, Mesir, Afrika Selatan, India, Kanada, dan lainnya.
Kerja sama antar negara yang dilakukan oleh negara Indonesia tersebut terbagi menjadi beberapa sektor, seperti kerja sama dalam sektor ekonomi, sektor pertahanan, sektor energi, sektor ketahanan pangan, dan sektor sosial budaya.
Untuk mempererat tali hubungan kerja sama antar negara, maka Presiden Prabowo Subianto selalu melakukan kunjungan kerja kenegaraan setiap saat, dan baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto telah resmi berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Vladimir Putin dalam membahas hubungan kerja sama antara Indonesia-Rusia.
Tepat pada hari ini, Senin, 13 April 2026, sekitar pukul 07.45 waktu setempat. Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Bandara Vnukovo-2 di Moskow, Federasi Rusia.
Kedatangan Presiden Prabowo Subianto tersebut telah disambut resmi oleh Deputy Foreign Minister Rusia Andrey Rudenko, Director of State Protocol Department Rusia Igor Bogdashev, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose Tavares, dan Atase Pertahanan RI di Moskow Marsma TNI Budi Susilo.
Kantor Sekretariat Presiden menjelaskan, pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Vladimir Putin merupakan bukti nyata komitmen kerja sama antara negara Indonesia dan Rusia dalam sektor energi, dan sektor prioritas lainnya.
Kunjungan kerja kenegaraan tersebut juga dapat menjadi bukti bahwa negara Indonesia adalah negara yang aktif dalam menjalin hubungan kemitraan yang saling menguntungkan dengan negara-negara tetangga.
Penjelasan Beberapa Menteri

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Sugiono mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah resmi berangkat ke Rusia sejak beberapa hari yang lalu.
Sugiono menjelaskan, topik utama yang akan dibahas dalam pertemuan resmi Presiden Prabowo Subianto dan Vladimir Putin ialah topik tentang kondisi geopolitik global dan ketahanan energi global.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, agenda pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Vladimir Putin memang sudah direncanakan sejak lama, dan tepat pada hari ini Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Rusia.
Dalam kunjungannya ke Rusia, Presiden Prabowo Subianto juga turut didampingi oleh sejumlah Menteri, seperti Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Teddy Indra Wijaya