- Presiden Prabowo Subianto Sebut SDA Harus Dirasakan Langsung Oleh Rakyat
- Menteri Agama Akui Pembagian Daging Kurban Dapat Berkontribusi Dalam Mencegah Stunting
- Kementan Salurkan Bantuan 39.861 Bibit Kelapa Untuk Para Petani di Sulawesi Utara
- Anggaran MBG Resmi Diturunkan Menjadi Rp 268 Triliun, Berikut Penjelasannya
- Indonesia Resmi Meraih Peringkat Pertama di Dunia Terkait Transparansi Perpajakan
Presiden Prabowo Subianto Sebut SDA Harus Dirasakan Langsung Oleh Rakyat
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah.
Sebagai informasi bahwa SDA yang dimiliki oleh negara Indonesia telah dibagi menjadi dua jenis, yakni SDA Hayati dan SDA Non-Hayati.
SDA Hayati merupakan sumber daya yang berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan SDA Non-Hayati merupakan sumber daya alam yang berasal dari benda mati seperti tanah, air, udara, mineral, tembaga, minyak bumi, timah, nikel, pasir besi, dan batu bara.
Meskipun negara Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah, tetapi pada realitanya, saat ini masih banyak masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini terdapat 8,25 persen atau sekitar 23,36 juta masyarakat Indonesia yang masih hidup dalam kemiskinan, kelaparan, dan jauh dari kata sejahtera.
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, mengapa banyak sekali masyarakat yang hidup dalam kemiskinan, padahal SDA yang dimiliki oleh Indonesia sangat melimpah, dan menjadi pusat perhatian dunia.
Sejumlah pihak mengklaim bahwa kekayaan alam yang dimiliki oleh negara Indonesia hanya dikuasai oleh pemerintah, perusahaan, dan luar negeri saja, tanpa memperhatikan kesejahteraan taraf hidup masyarakat.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, dirinya akan merombak dan menstranformasi besar-besaran agar kekayaan alam milik Indonesia tidak hanya mengalir ke luar negeri saja, melainkan dapat mengalir dengan baik dan benar serta membawa manfaat dan dampak positif signifikan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi. Kita tidak hanya mau bicara pembangunan. Kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila.
Pemerintah juga berkomitmen akan memprioritaskan kepentingan masyarakat dahulu diatas kepentingan pribadi, karena sejatinya masyarakat adalah raja yang sesungguhnya di negara demokrasi.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, melakukan transformasi dan perubahan besar di bagian kekayaan alam suatu negara bukanlah hal yang mudah, karena terdapat berbagai tantangan di dalamnya, salah satu tantangan paling utama ialah adanya banyak para koruptor, penyelundupan, dan tintakan ekonomi ilegal lainnya.
Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa para koruptor, para penyelundup, dan para pelaku ilegal ekonomi adalah pihak yang sangat merugikan bangsa dan negara, dan mereka tidak mempunyai sikap dan sifat cinta Tanah Air Indonesia.
Lankah strategi transformasi tersebut juga merupakan bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita, jika kita berani memberantas dan berani mengambil keputusan hari ini, maka akan memberikan dampak yang besar bagi masa depan bangsa dan negara kita.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada momen Pidato Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta Pusat, pada Senin, 01 Juni 2026.
Negara Yang Mandiri
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5225391/original/005733200_1747701517-5b876cbb-89cf-4594-ba64-653d19f8c79d.jpg)
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, bisa tidak bisa, mau tidak mau, kita harus mulai transformasi seluruh kekayaan alam untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat, dan kita tidak boleh lagi bergantung terhadap negara atau bangsa lain.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, pada dasarnya tidak akan ada negara dan bangsa lain yang peduli dengan kita, kalau kita mengalami kesulitan, kalau kita mengalami kekeringan, maka tidak akan negara dan bangsa lain yang membantu kita, oleh karena itu, kita harus dapat berdiri di atas kaki kita sendiri dan mulai belajar mandiri dengan kekuatan kita sendiri.
Transformasi kemandirian tersebut juga dibuktikan dengan keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dan Kabinet Merah Putih dalam membangun program mandiri pangan dan swasembada beras, karena sejak beberapa pekan yang lalu, produksi beras dalam negeri telah melampaui kebutuhan harian seluruh masyarakat Indonesia, dan saat ini negara Indonesia sudah tidak lagi melakukan impor atau ekspor beras ke luar negeri.
Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih akan memperkuat transformasi kekayaan alam dan hilirisasi, seperti membangun lumbung pangan nasional, meningkatkan koperasi dan ekonomi desa, memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.