Mendagri Tito Karnavian Umumkan Kunci Keberhasilan Indonesia Menjadi Negara Maju

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah.

Sebagai informasi bahwa sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia terbagi menjadi beberapa sektor, yakni hayati dan non hayati.

Definisi dari sumber daya alam hayati adalah sumber daya yang berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan sumber daya alam non hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati seperti tanah, air, udara, mineral, tembaga, minyak bumi, timah, nikel, pasir besi, dan batu bara.

Meskipun dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah, tetapi pada realitanya saat ini sumber daya alam tidak akan mempunyai dampak positif jika tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (WMA) Universitas Sriwijaya, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D. mengumumkan bahwa saat ini pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul adalah kunci utama dari keberhasilan negara Indonesia untuk bertahan dan menjadi negara maju.

Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, kita tidak boleh terlalu bangga dengan keunggulan SDA yang kita miliki saat ini, karena seluruh SDA tersebut tidak akan ada artinya jika kita tidak mempunyai kualitas SDM yang unggul.

Menurut Muhammad Tito Karnavian, yang harus menjadi fokus pemerintah saat ini adalah mengembangkan seluruh kualitas pendidikan di Indonesia, bahkan kualitas pendidikan di Indonesia harus mempunyai standar internasional dan setara dengan negara maju lainnya.

Dengan adanya kualitas pendidikan yang unggul, maka hal ini dapat berdampak positif terhadap cita-cita negara Indonesia untuk menjadi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia (RI), maka dijelaskan bahwa saat ini usia produktif di Indonesia telah berada di angka 68,95 persen dari total populasi penduduk di Indonesia, dengan rata-rata usia produktif yakni (15-65 tahun).

Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, jika dilihat dari data BPS, maka saat ini terdapat 50 persen lebih dari total populasi penduduk di Indonesia yang masih berusia produktif, dan hal ini menunjukan bahwa negara Indonesia mempunyai peluang besar dalam mempersiapkan para masyarakat yang ber-usia produktif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatannya, agar nantinya mereka dapat menjadi motor penggerak Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (WMA) Universitas Sriwijaya, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D. dalam acara Dies Natalis ke-65 Universitas Sriwijaya (Unsri), di Palembang, Sumatera Selatan.

Contoh Nyata Dari Negara Tetangga

Pertemuan Bilateral Presiden Prabowo dengan PM Singapura Lawrence Wong, Kuala Lumpur, 26 Mei 2025

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (WMA) Universitas Sriwijaya, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D. mengatakan, saat ini telah terdapat contoh nyata dari negara Singapura, secara data negara Singapura mempunyai SDA yang sangat rendah dibandingkan dengan negara Indonesia, tetapi dalam sektor SDM, Singapura jauh lebih unggul dari pada negara Indonesia, dan keunggulan SDM tersebutlah yang membuat negara Singapura menjadi negara maju dan menjelma menjadi kekuatan ekonomi dunia melalui investasi pendidikan.

Muhammad Tito Karnavian menjelaskan, pemerintah Singapura telah mempunyai visi dan misi untuk menempatkan pendidikan di posisi utama, oleh karena itu, Singapura dapat meraih kualitas SDM yang sangat unggul dan diakui oleh banyak negara di dunia.

Berdasarkan dari sejumlah kanal berita internasional, maka dijelaskan bahwa negara Singapura sering mengirim penduduknya yang berusia produktif untuk pergi ke sejumlah universitas top di dunia, dan setelah menempuh pendidikan selama beberapa tahun, mereka akan kembali ke negaranya untuk mengimplementasikan apa yang sudah mereka dapatkan di universitas top tersebut.

Negara Singapura dapat menjadi contoh nyata bagi negara Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meraih SDM yang unggul.

Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, beliau telah menggelar sejumlah program unggulan untuk meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut adalah membangun SDM yang unggul dan berkualitas, contohnya yakni membangun Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan beasiswa dalam bidang strategis khususnya kedokteran.

 

Ekonomi Menjadi Penentu Kekuatan Suatu Negara

Tito Karnavian Ungkap Pertarungan Global Kini Beralih ke Sektor Ekonomi, Bukan Militer Semata

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (WMA) Universitas Sriwijaya, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A, Ph.D. mengatakan, saat ini pertarungan global sudah mengalami transformasi, dahulu kala kita melakukan pertarungan dengan mengandalkan kekuatan militer, tetapi saat ini pertarungan global dilakukan dengan mengandalkan kekuatan ekonomi, budaya, dan pengetahuan yang tinggi.

Menurut Muhammad Tito Karnavian, saat ini negara yang paling dominan adalah mereka yang mempunyai ekonomi yang tinggi, seperti mampu memproduksi barang dan jasa secara masif, melakukan perdagangan internasional secara masif, dapat membanjiri pasar global, dan sampai dapat menguasai pasokan pasar.

Muhammad Tito Karnavian mengaku bahwa negara Indonesia mempunyai peluang yang sangat besar untuk menjadi raja ekonomi dunia, bahkan menjadi negara dengan ekonomi terbesar dan dapat sebanding dengan negara China maupun Amerika Serikat.

Kembali lagi, kunci negara Indonesia untuk dapat menjadi negara maju dan menjadi raja ekonomi dunia adalah harus mempunyai kualitas SDM yang unggul.

Oleh karena itu, universitas atau perguruan tinggi mempunyai peran utama serta menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa seluruh perguruan tinggi di Indonesia harus mempunyai nyali yang besar untuk meningkatkan investasi pada riset, teknologi, dan pengembangan SDM.

Transformasi perguruan tinggi memang harus dilakukan dengan masif dan cepat, karena mengingat lagi bahwa transformasi dunia teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat, dan kita negara Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton saja, melainkan kita dapat menjadi penggerak bahkan pencipta dari transformasi tersebut.