- Presiden Prabowo Subianto Lakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Rusia dan Bertemu Vladimir Putin, Berikut Penjelasannya
- Presiden Prabowo Subianto Gelar Program Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan
- Negara Indonesia Resmi Kerja Sama Dengan Jepang Dalam Pengembangan Satwa Liar
- Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tidak Mengalami Kenaikan
- Pemkot Semarang-Kendal Kolaborasi Proyek PSEL
Kapolri Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo Subianto Dalam Membentuk Tim Reformasi Kepolisian
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini citra kepolisian negara Republik Indonesia sedang tidak baik-baik saja, dan sebagian besar masyarakat juga tidak suka dengan kepolisian.
Sebagai informasi bahwa citra buruk dari kepolisian tersebut disebabkan karena adanya sejumlah oknum polisi yang bertindak semena-mena terhadap masyarakat, terlebih lagi terdapat sejumlah kasus yang memperlihatkan bahwa oknum polisi pernah terlibat dalam kasus kriminal.
Diketahui, beberapa hari yang lalu, demo besar-besaran juga terjadi di negara Indonesia, dan para demonstran bertindak sangat anarkis serta merusak dan membakar kantor kepolisian di sejumlah daerah.
Para pendemo tersebut sangat marah karena terdapat oknum polisi yang secara sengaja menabrak massa demonstran hingga terjatuh dan meninggal dunia.
Kabar tersebut sangat viral di sosial media, bahkan sejumlah kanal berita asing juga turut meliput kejadian demo yang ada di Indonesia.
Banyak masyarakat yang menyayangkan kejadian tersebut, dan seluruh masyarakat menilai bahwa polisi sudah tidak lagi melindungi dan mengamankan masyarakat, namun justru sebaliknya seperti bertindak arogan, semena-mena, memeras, dan menindas masyarakat kecil.
Banyak masyarakat yang mendesak pemerintah pusat untuk melakukan reformasi atau pembenahan citra kepolisian di Indonesia, dan masyarakat juga meminta agar pihak kepolisian mulai mengayomi masyarakat secara tulus dan dengan menggunakan hati nurani, tanpa melihat derajat dan harta.
Karena pada realitanya, sejumlah oknum polisi hanya mau melayani dan mengayomi masyarakat yang mempunyai uang saja, dan hal ini juga sudah bukan rahasia umum lagi.
Oleh karena itu, banyak masyarakat yang sudah tidak percaya lagi terhadap pihak kepolisian.
Karena adanya citra yang buruk dari pihak kepolisian, akhirnya Presiden Prabowo Subianto berencana akan membentuk tim reformasi khusus kepolisian Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, tim reformasi kepolisian mempunyai tugas khusus untuk memantau kinerja kepolisian di Indonesia, seperti mengkaji ulang terkait aspek kedudukan, ruang lingkup, tugas, dan kewenangan.
Dengan adanya tim reformasi kepolisian, maka pemerintah pusat berharap agar citra polisi di Indonesia kembali membaik dan banyak masyarakat yang kembali percaya dengan pihak kepolisian.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada acara GNB (Gerakan Nurani Bangsa) yang juga dihadiri oleh para tokoh lintas agama.
Tanggapan Kapolri
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dirinya sangat mendukung penuh rencana Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk tim reformasi kepolisian.
Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pihaknya siap menindaklanjuti apapun yang menjadi tuags dan kebijakan dari tim reformasi kepolisian.
Menurut Listyo Sigit Prabowo, selama ini pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk memperbaiki nama baik kepolisian, bahkan pihaknya juga rutin menggelar acara evaluasi dan pembenahan institusi polri.
Listyo Sigit Prabowo mengaku bahwa pihak kepolisian selalu terbuka dalam hal evaluasi dan kritik saran dari seluruh pihak manapun.
Disisi lain, Listyo Sigit Prabowo juga mengaku bahwa pihaknya mempunyai prosedur tetap (protap) untuk mengamankan massa aksi demo dan hal tersebut juga sudah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia.
Bekerja Sesuai SOP

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dirinya sangat yakin bahwa seluruh pihak kepolisian telah bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pihaknya mempunyai tugas dan kewenangan untuk menertibkan massa demo yang melanggar norma dan aturan yang berlaku.
Listyo Sigit Prabowo juga mengaku, pihaknya akan terbuka dan bersikap kooperatif jika memang terbukti bahwa ada pihak kepolisian yang melanggar SOP pada saat menertibkan massa pendemo.
Disisi lain, Listyo Sigit Prabowo juga berharap agar masyarakat dapat percaya lagi terhadap institusi polri, karena sampai saat ini polri terus berkomitmen untuk melakukan pembenahan dan memberikan perlindungan serta pelayanan yang terbaik terhadap seluruh masyarakat tanpa terkecuali.