Erick Thohir Menunda Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Karena Pembengkakan Biaya

Berita Terkini – Erick Thohir, selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi melakukan penundaan sementara bagi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Erick Thohir mengatakan, saat ini proyek KCJB mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun.

Pembengkakan biaya tersebut juga dipengaruhi oleh penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan ke PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Diketahui, penyertaan modal negara tersebut mencapai Rp 4,1 triliun, dana tersebut digunakan untuk menambah modal percepatan pembangunan KCJB yang dibuat oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia-China.

Erick Thohir mengatakan, besarnya pembengkakan biaya proyek KCJB belum dapat diketahui, saat ini pemerintah tengah menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Itu kan BPKP urusannya,” ujar Erick Thohir.

Erick Thohir mengaku, biaya pembangunan KCJB selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Bahkan meningkatnya biaya tersebut dapat mencapai kurang lebih 40 persen dari biaya sebelumnya.

“Kereta cepat sama, kalau kereta cepat ini terus ditunda, harga pembangunannya tahun depan lebih mahal lagi, artinya harus segera diselesaikan,” ujar Erick Thohir.

Erick Thohir mengaku, dalam pembiayaan proyek KCJB, pemerintah memakai 75 persen biaya dari hasil pinjaman, dan 25 persennya dari equity.

Diketahui, 75 persen dana pinjaman tersebut diperoleh dari bank China atau China Development Bank (CDB).

“25 persennya equity, dimana Indonesia (porsinya) 55 (persen), China 45 persen. Artinya apa? PMN itu bagian dari equity, karena pinjamannya kan ditambah,” ujar Erick Thohir.

“Itu sampai hari ini konteksnya itu, jadi belum bicara yang lebih,” sambungnya.

 

Penjelasan Pihak KAI

Dapat PMN Rp6,9 Triliun, KAI Guyur Rp4,3 Triliun Bereskan Kereta Cepat : Okezone Economy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) untuk proyek kereta cepat jakarta-Bandung, saat ini progres pembangunannya telah mencapai 76 persen.

Diketahui, KAI pernah mengajukan PMN pada tahun 2022 sebesar Rp 4,1 triliun, dan pengajuan PMN tersebut telah disetujui oleh Komisi VI DPRI RI.

Joni Martinus, selaku VP Public Relations KAI mengatakan, progres investasi proyek KCJB sudah mencapai 85 persen, tetapi progres fisiknya baru mencapai 76 persen.

Joni Martinus mengatakan, KJCB nantinya akan beroprasi pada jalur ganda yang mempunyai ukuran sepanjang 142,3 km.

KJCB juga dirancang akan mempunyai 4 pemberhentian stasiun yaitu Stasiun Halim (Jakarta), Karawang, Padalarang, dan Tegalluar (Bandung).

“KAI melalui KCIC terus berupaya mempersiapkan KCJB semaksimal mungkin sehingga tes dinamis KCJB dapat dilakukan pada November 2022 bertepatan dengan penyelenggaraan Presidensi G20,” ujar Joni Martinus.

“KAI menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. KAI berkomitmen untuk menuntaskan penugasan ini dengan menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) guna memberikan layanan transportasi kereta cepat yang akan hadir pertama kali di Indonesia ini,” sambungnya.

 

Digunakan Sebaik-baiknya

Dapat PMN Rp4,1 T, KAI Tuntaskan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung - Industri Katadata.co.id

Joni Martinus mengatakan, dengan cairnya PMN maka pihak KAI akan mengelola dengan sebaik-baiknya.

Joni Martinus mengaku, pihaknya akan bekerja dengan akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab sehingga proyek KCJB dapat selesai tepat waktu.

Bukan hanya itu, Joni Martinus juga berharap dengan adanya KJCB tersebut maka dapat membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.

“Hadirnya Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung akan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk bertransportasi dengan cepat dan selamat. KCJB juga diharapkan menjadi momentum agar dapat terealisasi transportasi-transportasi modern lainnya di Indonesia,” ujar Joni Martinus.

 

Hanya 45 Menit

Kereta Cepat Jakarta Bandung - Kereta Cepat Indonesia China

Joni Martinus mengatakan, dengan adanya kereta api cepat Jakarta-Bandung maka akan menjadi kereta api tercepat pertama di Indonesia.

Joni Martinus menjelaskan, satu buah KCJB terdiri dari 8 kereta dan mempunyai kapasitas sebesar 601 penumpang.

Pihak KAI nantinya akan memberikan layanan terbaik bergantung dengan kelasnya, VIP Class ada sebanyak 18 penumpang, First Class sebanyak 28 Penumpang, dan Second Class sebanyak 555 penumpang.

Joni Martinus mengaku, tarif tiket KCJB berkisar antara Rp 250.000 – Rp 350.000, tetapi harga tersebut belum final dan masih dievaluasi lagi.

“Kecepatan maksimal yang dapat ditempuh KCJB yaitu 350 km per jam dengan waktu tempuh Jakarta – Bandung atau sebaliknya yaitu 36 – 45 menit saja,” tutup Joni Martinus.

Leave a Comment