Update: Ditemukan 23 Korban Jiwa Akibat Erupsi Gunung Semeru

Berita Terkini –¬†Seperti yang kita tahu, Gunung Semeru telah terjadi erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Banyak rumah dan warga yang tertimbun abu vulkanik dari erupsi Gunung Semeru.

Diketahui masih ada warga yang selamat dan mengungsi di pos pengungsian yang sudah disediakan oleh pemerintah.

Sampai saat ini Gunung Semeru masih berstatus siaga level 2.

Berdasarkan data dari Disaster Victim Identification (DVI), hari ini ditemukan 23 korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru.

Tim DVI mengatakan, para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto dan RS Bhayangkara Tirta Yatra di Kabupaten Lumajang.

Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, hari ini sudah ada 23 jenazah yang berhasil dievakuasi.

“Dari 34 jenazah itu, sudah teridenfikasi sebanyak 23 dan sampai saat ini tim evakuasi masih bergerak melakukan pencarian,” ujar Irjen Pol Nico Afinta.

Irjen Pol Nico Afinta juga mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Pol Jatim dan Tim Satgas serta dibantu oleh sejumlah relawan.

Bukan hanya itu, Irjen Pol Nico Afinta juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirim 14 alat besar dan dump truk di kawasan Gunung Semeru untuk membantu evakuasi para korban.

“Kami telah mengerahkan 14 alat berat beserta dump truk serta satu truk berisi 5.000 liter solar untuk mendukung kegiatan itu,” ujar Irjen pol Nico Afinta.

“Kami juga mengerahkan pasukan sebanyak 4 kompi yang telah kami laporkan kepada Bapak Danrem dan Bupati yang bersinergi dengan Basarnas maupun BPBD,” sambungnya.

Disisi lain juga ada Tim DVI yang membantu proses evakuasi korban dengan mengerahkan kontainernya, dan PMI yang telah mengerahkan 2 hagglundnya ke kawasan Gunung Semeru.

“Untuk pelaksanaan tim DVI dan PMI sudah ada kontainer dan hagglund yang sudah terkirim dan bekerja dengan baik,” ujar Irjen Pol Nico Afinta.

“Sampai saat ini sudah ada 34 jenazah dan satu bagian badan yang sudah terkumpul di sana,” tutupnya.

Relokasi Bantuan Untuk Warga

Seperti yang kita tahu, Presiden Joko Widodo turut menyambangi warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Semeru.

Presiden Joko Widodo memastikan bahwa warga yang mengungsi harus diperhatikan dan jangan sampai kelaparan atau kekurangan makanan.

Satgas Logistik mengatakan, proses pengumpulan dana bantuan logistik sudah diserahkan kepada Bupati Lumajang.

Setelah dari Bupati Lumajang lalu bantuan logistik tersebut dikumpulkan ke Pendapa Arya Wiraja untuk dialokasikan ke daerah warga yang membutuhkan.

Satgas Logistik mengatakan, bantuan yang berupa makanan atau minuman sudah masih tercukupi untuk beberapa hari kedapan.

“Saya mendapatkan informasi bahwa untuk bantuan berupa makanan masih tercukupi,” ujar Satgas Logistik.

Satgas Logistik juga mengatakan bahwa ada sejumlah warga yang meminta untuk dipindahkan dari tempat pengungsiannya.

Namun, hal ini belum ditanggapi oleh sejumlah petugas, karena mengingat lagi Gunung Semeru masih berstatus siaga level 2.

Kapolri mengatakan kepada semua warga bahwa ada yang kehilangan keluarganya harap langsung laporkan kepada Satgas atau Call Center Polri.

Menurut Kapolri jika ada warga yang melaporkan keluarganya hilang dan lokasinya terakhirnya.

Hal ini membuat tim satgas pencarian dan evakuasi lebih mudah untuk menemukan korban.

 

Dilarang Selfie

Thoriqul Haq, selaku Bupati Lumajang mengatakan, dirinya geram dengan kelakuan orang-orang yang melakukan selfie.

Menurut Thoriq, melakukan foto atau selfie di momen yang berduka seperti ini sangatlah tidak tepat.

Thoriq menegaskan bahwa erupsi Gunung Semeru bukan untuk tontonnan ataupun pariwisata.

Jadi sebaiknya seseorang tidak melakukan selfie atau berkunjung dulu di kawasan Gunung Semeru.

“Soal yang ingin foto – foto itu, jeprat – jepret, foto – foto, sudah, bukan waktunya sekarang, ini bukan tontonan atau pariwisata,” ujar Thoriq.

Thoriq mengatakan bahwa banyak orang yang berkunjung dan memiliki niat untuk foto-foto yang tidak penting.

“Fokusnya ini evakuasi dulu, waktunya seminggu sejak hari H dan sekarang fokus ke evakuasi,” ujar Thoriq.

“Banyak orang yang ke titik bencana itu kendalanya, termasuk mobil – mobil yang ke atas itu yang membuat masalah,” tutupnya.

Leave a Comment