Para Ahli Prediksi Akan Ada Lonjakan Kasus Covid-19 Subvarian BA.4 dan BA.5 Pada Akhir Juli

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, angka kasus Covid-19 di Indonesia sudah mengalami penurunan pada awal Januari 2022 lalu.

Bahkan pemerintah RI juga sudah memperbolehkan masyarakat untuk mencopot masker di luar ruangan atau ruangan terbuka.

Hal ini dilakukan karena melihat angka kasus Covid-19 yang sudah mengalami penurunan, bahkan pada bulan Maret hampir tidak ada kasus Covid-19 di Tanah Air.

Namun, baru-baru ini, justru angka kasus Covid-19 kembali naik dengan Subvarian terbaru yaitu BA.4 dan BA.5.

Diketahui, pada Selasa, 19 Juli 2022, tercatat ada 5.085 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Dicky Budiman, selaku Epidemiolog mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 diprediksi akan memuncak pada akhir Juli mendatang.

“Kalau melihat situasi saat ini, kemungkinan besar kalau tidak akhir Juli, ya awal Agustus,” ujar Dicky Budiman.

“Kenapa? Dengan strategi testing kita yang pasif itu, maka yang masuk rumah sakit itu yang berkontribusi dalam jumlah kasus. Orang yang masuk rumah sakit, itu orang yang punya risiko. Kelompok rawan itu sudah punya barrier, begitu sudah sampai ke kelompok itu berarti ledakannya, puncaknya,” sambungnya.

Budi Gunadi, selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, juga ikut angkat bicara mengenai prediksi epidemiolog tersebut.

Budi Gunadi mengatakan, lonjakan tersebut dapat terjadi, pasalnya pada akhir Juli akan banyak jemaah haji yang pulang ke Tanah Air.

“Kita lihat dengan pulangnya jemaah haji, kita lihat profil (karakteristik) mungkin agak berubah karena memang jemaah haji pada berdatangan dan ada beberapa juga yang kena (positif COVID-19),” ujar Budi Gunadi.

 

Penjelasan Epidemiolog

Epidemiolog Duga Covid-19 Varian Omicron Sudah Menyebar di Masyarakat

Dicky Budiman, selaku Epidemiolog mengatakan, memprediksi angka kasus Covid-19 saat ini lebih kompleks, mulai dari populasi mana yang terinfeksi.

“Hal ini menambah kompleksitas prediksi itu,” katanya.”Meski ada data sero survei maupun cakupan vaksinasi, tapi ada yang menurun proteksinya,” ujar Dicky Budiman.

Selanjutnya, Dicky Budiman memprediksi bahwa lonjakan Covid-19 Subvarian BA.4 dan BA.5 akan berakhir pada awal Oktober.

“Prediksi secara kasar, saya lihat masa krisis sampai Oktober. Kita berharap setidaknya awal Oktober atau akhir September adalah akhir masa rawan dari BA.4 dan BA.5,” ujar Dicky Budiman.

Dicky Budiman mengaku bahwa prediksi tersebut dapat dipatahkan dengan karakter penyebaran yang pasif, karakter masyarakat, dan respon masyarakat terhadap lonjakan kasus Covid-19.

 

Subvarian BA.2.75

Kemenkes Deteksi Subvarian Baru Omicron BA.2.75 - Kesehatan |

Ditengah-tengah adanya kasus Covid-19 Subvarian BA.4 dan BA.5 yang belum dapat terselesaikan, tetapi kini muncul lagi varian terbaru dari Omicron yaitu varian BA.2.75.

Budi Gunadi, selaku Menteri Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan bahwa Covid-19 varian BA.2.75 yang bermutasi dari Omicron telah ditemukan di Tanah Air, ada tiga orang yang terinfeksi varian tersebut.

“(Peningkatan kasus) BA.2.75 untuk sementara kita masih keep dulu, karena BA.2.75 baru ada di India ya, di sana yang paling banyak. Kita memang sudah ketemu tiga kasus, yakni satu orang di Bali dan dua orang di Jakarta,” ujar Budi Gunadi.

Budi Gunadi mengaku, saat ini pemerintah sedang fokus untuk menangani kasus Covid-19 Subarian BA.4 dan BA.5.

“Tapi sampai sekarang, kita belum kelihatan polanya seberapa cepat dia naiknya dibandingkan dengan BA.4 dan BA.5.” ujar Budi Gunadi.

“Kalau sementara, kita lihat sampai saat ini, BA.4 dan BA.5 masih lebih tinggi kenaikannya,” tutupnya.

Leave a Comment