Komnas HAM Akan Memeriksa Ketua KPI, Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Berita Terkini –¬†Beberapa hari ini Ketua KPI tengah menjadi sorotan warganet, terkait dugaan kasus pelecehan seksual.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) telah mengeluarkan jadwal pemeriksaan kepada pimpinan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Polres Jakarta Pusat.

Komnas HAM akan menjadwalkan pemeriksaannya kepada Ketua KPI dan Polres Jakarta Pusat, pada Rabu, 15 September 2021.

Pemeriksaan ini dilakukan guna menyelidiki lebih lanjut adanya korban pelecehan seksual dan perundungan yang telah terjadi di kantor KPI.

Korban pelecehan seksual mengaku, ia mengalami perbuatan yang tak senonoh tersebut sejak tahun 2012 lalu, ia ditelanjangi dan direkam oleh teman kantornya sendiri.

Beka Ulung Hapsara, selaku Komisioner Komnas HAM menyampaikan, pihaknya ingin lebih dulu meminta keterangan serta menyelidiki ketua KPI pada pukul 09.00 WIB.

Setelah pihaknya bertemu serta mendapatkan keterangan dari ketua KPI, lalu pihaknya akan lanjut untuk meminta keterangan dari Polres Jakarta Pusat.

Komnas HAM akan bertemu dan meminta keterangan terhadap Polres Jakarta Pusat, pada pukul 13.00 WIB.

“Jadwalnya KPI dulu pagi, baru siangnya dari kepolisian,” ujar Beka.

Komnas HAM berjanji akan menggali kasus pelecehan seksual ini lebih dalam, pihaknya juga akan menginvestigasi internal yang ada di kantor KPI.

“Kalau dari KPI tentu saja soal kronologi peristiwa versi KPI, respons yang sudah dijalankan oleh KPI, dan langkah ke depannya seperti apa,” ujar Beka.

Komnas HAM juga akan menggali keterangan terhadap Polres Jakarta Pusat terkait dugaan kasus pelecehan seksual tersebut.

Disisi lain, Komnas HAM juga akan meminta keterangan dari korban pelecehan seksual, apakah korban pernah melaporkan kejadian  yang ia alami ke Polsek Gambir, pada tahun 2019-2020, namun tidakditindaklanjuti.

“Apakah soal dugaan korban melapor ke polisi benar atau tidak, proses yang sudah dijalankan selama ini seperti apa,” tegas Beka.

Pada minggu lalu, Komnas HAM sudah meminta dan mendengarkan kesaksian dari korban yang berinisial MS.

Komnas HAM juga telah mendapatkan barang bukti terkait kasus dugaan pelecehan seksual tersebut.

 

Pengakuan korban pelecehan seksual

MS sudah tidak kuat karena kejadian yang menimpanya, lalu ia membuat surat terbuka yang sempat viral, pada 1 September 2021.

Dalam surat tersebut MS mengaku bahwa ia telah dilecehkan dan menjadi korban oleh rekan kerjanya sendiri.

MS juga mengaku bahwa ia telah dilecehkan sejak tahun 2021, saat ia mulai bekerja di KPI.

Puncaknya pada tahun 2015, MS mengaku bahwa ia dilecehkan oleh lima orang rekan kerjannya, ia ditelanjangi dan direkam.

MS juga mengatakan bahwa ia sudah pernah melaporkan kejadian tersebut ke pimpinan KPI dan Polsek Gambir, namun tidak ada respon sama sekali dan tidak ditindaklanjuti.

Usai surat terbuka itu viral, KPI dan Kepolisian baru bergerak dan menyelidiki kasus ini.

Pimpinan KPI juga baru menonaktifkan delapan tersangka pelaku pelecehan seksual terhadap MS.

Oleh karena itu, Komnas HAM ikut turun tangan dalam menangani kasus tersebut.