Gunung Semeru Berstatus Siaga 2, Warga Dihimbau Segera Mengungsi

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, Gunung Semeru telah terjadi erupsi pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Banyak rumah warga dan jalanan yang terendam oleh abu vulkanik akibat erupsi Gunung Semeru.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan bahwa terdapat tiga lokasi pengungsian untuk korban erupsi Gunung Semeru.

Ketiga lokasi pengungsian tersebut dapat diakses di tiga desa dan di dua kecamatan.

Ketiga lokasi pengungsian untuk korban erupsi Gunung Semeru tersebut meliputi Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.

Selanjutnya ada di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Yang terkahir yaitu ada di Desa Curah Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Kementarian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Batubara (ESDM) mengatakan bahwa saat ini Gunung Semeru berstatus siaga 2.

“Semeru saat ini tetap di level 2 yaitu waspada,” ujar Eko Budi Lelono, selaku Kepala Badan Geologi.

Budi mengatakan bahwa semua masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan harus tetap waspada dan mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan.

Budi juga mengatakan bahwa peraturan yang harus ditaati saat Gunung Semeru berstatus siaga 2 yaitu warga dilarang melakukan aktivitas didekat Gunung Semeru dengan radius satu kilometer dari kawah, dan jarak lima kilometer dari bukaan kawah.

Warga juga dihimbau untuk selalu waspada terhadap awan panas atau guguran lava dari Gunung Semeru.

“Warga diminta untuk mewasdapai lava dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Terutama, sepanjang aliran besuk kobokan, besuk kembang, kembar dan sepat,” ujar Budi.

Budi juga menegaskan kepada seluruh warga bahwa jangan terpancing oleh berita-berita hoax.

Warga diminta untuk tetap tenang dan menaati peraturan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Kami terus berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga, BNPB, Pemda dan instansi terkait lainnya,” ujar Budi.

 

PMI Kerahkan 2 Hagglund

Jusuf Kalla, selaku Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Mengatakan bahwa pihaknya akan membantu evakuasi korban erupsi Gunung Semeru.

Jusuf Kalla mengerahkan 2 unit Hagglund dan sejumlah anggotanya pada Minggu, 5 Desember 2021.

Hagglund merupakan kendaraan yang dimiliki oleh TNI maupun PMI, kendaraan Hagglund mempunyai daya tahan yang sangat kuat dan mampu melewati segala jenis medan.

Satu unit Hagglund ditempatkan di Jembatan Gladak Perak Desa Curah Kobokan Kecamatan Candipuro Lumajang.

Lalu Hagglund kedua ditempatkan di Kecamatan Pronojiwo, merupakan akses jalan untuk ke Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang.

Jusuf Kalla mengatakan, semoga dengan adanya bantuan Hagglund maka evakuasi korban menjadi lebih cepat.

Menurut pengalaman beberapa tahun lalu, dengan bantuan Hagglund serta relawan PMI dan Tim Sar maka proses mengevakuasi korban menjadi lebih cepat dan efisien.

Leave a Comment