- Relawan Arief Kamarudin Mengajak Pemerintah dan Warga Untuk Membasmi Ikan Sapu-Sapu di Perairan Sungai
- Presiden Prabowo Subianto Lakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Rusia dan Bertemu Vladimir Putin, Berikut Penjelasannya
- Presiden Prabowo Subianto Gelar Program Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan
- Negara Indonesia Resmi Kerja Sama Dengan Jepang Dalam Pengembangan Satwa Liar
- Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tidak Mengalami Kenaikan
Relawan Arief Kamarudin Mengajak Pemerintah dan Warga Untuk Membasmi Ikan Sapu-Sapu di Perairan Sungai
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, negara Indonesia dikenal sebagai negara maritim atau negara kelautan.
Sebagai informasi bahwa definisi dari negara maritim ialah negara yang sebagian besar wilayahnya terbagi menjadi perairan yang sangat luas serta mempunyai banyak sekali pantai panjang atau pulau di berbagai titik, dan negara maritim akan menjadikan laut sebagai sumber daya utama perekonomian, transportasi, pertahanan, dan identitas negara.
Diketahui, negara Indonesia mempunyai luas laut sekitar 3.25 juta kilometer persegi, dan laut yang dimiliki oleh negara Indonesia lebih besar dan lebih luas dibandingkan dengan daratannya yakni daratan Indonesia hanya sebesar 1,9 juta kilometer persegi.
Karena dikenal sebagai negara kelautan, maka seluruh kota di negara Indonesia pasti mempunyai sungai yang sangat luas dan panjang, keberadaan sungai menjadi bagian vital karena mempunyai peran penghubung antara ekosistem darat dan laut.
Sungai mempunyai dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia, seperti dijadikan sebagai sumber air bersih, sarana transportasi, roda perekonomnian, pembangkit listrik, irigasi pertanian, dan habitat perikanan.
Namun nahas, saat ini kondisi sungai di beberapa daerah terlihat sudah tidak asri, kumuh, dan memprihatinkan. Bahkan beberapa sungai juga dipenuhi oleh sampah plastik serta tingginya volume ikan invasif.
Kondisi sungai yang buruk juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan manusia, seperti dapat menjadi wabah penyakit, meningkatkan potensi bencana banjir, dan lingkungan sekitar menjadi tercemar.
Oleh karena itu, saat ini pemerintah dan sejumlah pihak pecinta lingkungan telah membuat gerakan untuk melestarikan alam dan membersihkan sungai-sungai yang kotor agar nantinya sungai dapat membawa dampak positif bagi sosial dan lingkungan.
Bukan hanya fokus dalam membersihkan saja, tetapi sejumlah pihak pecinta lingkungan juga akan membasmi keberadaan ikan invasif di perairan sungai.
Diketahui, ikan invasif merupakan spesies ikan asing dari luar negeri yang mampu berkembangbiak dengan sangat cepat dan dapat merusak ekosistem ikan lainnya.
Contoh ikan invasif yang sering ditemui di perairan sungai ialah ikan sapu-sapu.
Sejak beberapa pekan yang lalu, terdapat seorang pemuda yang viral karena dia dengan sukarela membasmi keberadaan ikan sapu-sapu di perairan sungai Ciliwung.
Sosok pemuda yang dimaksud ialah Arief Kamarudin, hampir setiap hari Arief rela turun langsung ke sungai untuk melakukan pembasmian dan pemusnahan ikan sapu-sapu.
Arief Kamarudin menjelaskan, dirinya adalah penduduk asli di kampung sekitar sungai Ciliwung, dan sejak kecil dirinya dan teman-teman kerap mengambil ikan di sungai Ciliwung untuk di konsumsi.
Tetapi, saat ini ekosistem ikan di sungai Ciliwung sangat menipis bahkan sudah hampir punah, karena banyaknya ikan invasif (ikan sapu-sapu).
Oleh karena itu, sejak beberapa bulan yang lalu, Arief Kamarudin berinisiatif untuk membasmi dan memusnahkan ikan sapu-sapu di perairan sungai Ciliwung.
Terbukti bahwa hampir setiap hari, Arief Kamarudin berhasil memusnahkan 70-100 ekor ikan sapu-sapu dengan cara dipendam.
Berikut cuplikan video pembasmian ikan sapu-sapu di sungai Ciliwung yang dilakukan oleh relawan Arief Kamarudin:
@kompascom Arief Kamarudin hampir setiap hari turun ke Kali Ciliwung. Melawan arus dan limbah demi menekan ikan sapu-sapu yang mengancam ekosistem dan ikan asli sungai. Kalau kalian lebih pilih berani kotor demi alam, atau tetap bersih tapi diam? Kreatif: Rega Almuhtada Videografer: Rizky Fauzan, Dicky Ardani, Miftahul Rizki Produser: Akhdi Martin Pratama #Ciliwung #Ikansapusapu #liputan
Gerakan pembasmian ikan invasif yang dilakukan oleh Arief Kamarudin tersebut menuai banyak perhatian dan apresiasi oleh warganet +62. Bahkan sejumlah artis dan pemerintah juga turut memberikan dukungan kepada Arief Kamarudin.
Deddy Corbuzier juga turut memanggil Arief Kamarudin dalam sebuah acara podcast untuk menjelaskan tentang dampak positif dan negatifnya ikan invasif (ikan sapu-sapu) di perairan sungai.
Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga akan menggelar program untuk memerangi ikan invasif ikan sapu-sapu di sejumlah perairan sungai daerah DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu, karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu enggak lah, untuk menangani ini.
Pramono Anung mengaku bahwa ikan sapu-sapu adalah jenis ikan predator asal Amerika Serikat yang mempunyai tubuh yang kuat untuk memerangi ikan-ikan lokal, seperti ikan wader dan sebagainya.
Selain menjadi predator untuk ikan-ikan lokal, ikan sapu-sapu juga mempunyai racun dalam tubuhnya karena ikan ini menyerap segala polusi dan racun yang ada di air, oleh karena itu, sangat bahaya jika dikonsumsi atau disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Sebelumnya, Arief Kamarudin juga mengaku bahwa terdapat sejumlah oknum penjual siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bahan utama pembuatan siomay, dan hal itu sangat tidak dianjurkan serta sangat berbahaya bagi kesehatan.
Arief Kamarudin mengaku bahwa hal yang dilakukannya adalah murni keresahan pribadi, karena ikan asli Ciliwung sudah banyak yang punah sebab tingginya ikan invasif ikan sapu-sapu.
Disisi lain, Arief Kamarudin juga menjelaskan, penyebab utama dari kerusakan ekosistem di Ciliwung adalah tingginya volume sampah dan limbah, serta pada akhirnya diperparah lagi oleh tingginya ikan sapu-sapu.
Oleh karena itu, Arief Kamarudin mengajak pemerintah dan seluruh warga untuk mulai memperhatikan ekosistem lingkungan sekitar, khususnya daerah perairan sungai.