PBNU Resmi Bentuk Satgas Untuk Bantu Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah mempunyai beberapa program untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia dan meningkatkan roda perekonomian nasional.

Sebagai informasi bahwa beberapa program unggulan dalam masa pemerintahan Prabowo-Gibran ialah meliputi program makan siang bergizi gratis, hilirisasi, meningkatkan produk lokal, membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan meneruskan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Diketahui, beberapa program unggulan tersebut dapat tercapai dengan beberapa upaya dan bantuan atau campur tangan dari pihak luar, seperti pihak swasta dan negara lain.

Beberapa pekan yang lalu, Presiden Prabowo Subianto telah resmi bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Shigeru Ishiba untuk berkomunikasi terkait hubungan kerjasama Indonesia-Jepang dalam sektor bilateral, regional, dan multilateral.

Pertemuan tersebut membuahkan hasil yang maksimal, dan negara Jepang berkomitmen ingin membantu Indonesia dalam menerapkan program makan siang bergizi gratis.

Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa negara Jepang adalah negara yang berhasil dalam menerapkan program makan siang bergizi gratis bagi para masyarakatnya, dan Jepang mempunyai pengalaman yang luar biasa dalam program tersebut.

Oleh karena itu, saat ini kita patut bersyukur karena Jepang telah berkomitmen ingin membantu kita dalam menyukseskan program makan siang bergizi gratis.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa negara Indonesia sangat terbuka luas bagi para negara asing yang ingin berkontribusi atau melakukan investasi di Indonesia, pasalnya dalam beberapa tahun kedepan, negara Indonesia akan menjadi negara maju dan menjadi pusat perdagangan dunia.

Beberapa pakar ahli mengatakan bahwa program makan siang bergizi gratis tidak akan terwujud jika kita hanya mengandalkan bantuan negara asing saja, tetapi kita sebagai negara Indonesia atau pihak internal harus berjuang semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan program tersebut.

Saat ini pemerintah telah mempunyai beberapa rencana atau langkah untuk mewujudkan program makan siang bergizi gratis, salah satu langkah tersebut yakni dengan melakukan pemangkasan anggaran yang tidak perlu atau efisiensi anggaran.

Upaya pemerintah tentang efisiensi anggaran tersebut telah sesuai dengan keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Setelah dilakukan pemangkasan anggaran yang kurang perlu atau melakukan efisiensi anggaran, akhirnya banyak lini pemerintahan atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditutup permanen dan melakukan PHK masal, salah satunya yakni seperti TVRI atau RRI.

Alasan dari penutupan tersebut adalah karena saat ini kebanyakan masyarakat lebih memilih saluran digital atau sosial media, dan penikmat TVRI atau RRI sudah sangat menipis.

 

PBNU Bentuk Satgas

Program Makan Bergizi Gratis Sasar 5 Juta Santri, PBNU Bentuk Satgas Percepatan - PATROLIPOST

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan, pihaknya telah membentuk Satuan Gagasan (Satgas) khusus untuk berkontribusi dalam menyukseskan program makan siang bergizi gratis (BMG) Prabowo-Gibran.

Yahya Cholil menjelaskan, satgas yang dibentuknya akan berkontribusi dalam menyiapkan titik-titik yang dapat dijadikan dapur untuk memasak MBG, khususnya dalam lingkup pesantren atau pondok.

Yahya Cholil mengaku bahwa dirinya sudah melakukan pertemuan langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional atau (KBG) untuk membahas kerja sama PBNU dengan pemerintahan.

Menurut Yahya Cholil, kerja sama tersebut dapat menjadi bukti bahwa NU sangat peduli dengan program pemerintah yang berkaitan langsung dengan masyarakat Indonesia.

Satuan Gagasan (Satgas0 khusus yang dibentuk PBNU tersebut juga telah dilaporkan dan disetujui langsung oleh Presiden Prabowo Subainto.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya sangat senang jika ada banyak pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan program makan siang bergizi gratis (MBG).

Jika terdapat banyak pihak yang berkontribusi dan turun tangan langsung, maka program MBG akan dapat segera terwujud dan tersebar luas di seluruh Indonesia, bahkan di bagian terpencil atau pelosok desa.

COMMENTS

Comments are closed.