Pemulung dan Penyapu Jalan di Prabumulih Sumsel Dapat Rumah Gratis Dari Pemerintah

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini negara Indonesia masih terdaftar dan tercatat sebaagai negara berkembang.

Pemerintah mengklaim bahwa pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar negara Indonesia dapat menjadi negara maju.

Diketahui, negara maju adalah negara yang berhasil mencapai target pembangunannya. Sedangkan, negara berkembang adalah negara yang tingkat kesejahteraan penduduknya masih dalam taraf menengah atau sedang berkembang.

Tingkat kesejahteraan rakyat di Indonesia masih terbilang rendah dan tingkat kemiskinan juga masih tinggi.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang mempersiapkan 100 unit rumah gratis untuk masyarakat yang kurang mampu.

Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR Fitrah Nur mengatakan, 100 unit rumah gratis tersebut ditujukan kepada pemulung dan penyapu jalan yang ada di Kabupaten Prabumulih, Sumatera Selatan.

Fitrah Nur juga mengaku bahwa 100 unit rumah gratis tersebut dibangun dengan pilot project dari program Rumah Inti Tahan Gempa (Ritta).

Fitrah Nur menjelaskan, biaya untuk 100 unit rumah gratis didapatkan dari anggaran Kementerian PUPR, dan total nominal yang dianggarkan yaitu Rp 35 juta per unit rumah.

“Jumlahnya sekitar 100 unit. Itu (penghuninya) rata-rata adalah pekerja informal, pemulung dan penyapu jalan. Kami siapkan site plan-nya, design-nya juga dari kita, tipe 18, tanahnya itu 72 meter persegi,” ujar Fitrah Nur.

 

Tanah Milik Pemda

Surya Akbar – Sriwijaya Primary

Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR Fitrah Nur mengatakan, tanah yang dibangun untuk 100 unir rumah gratis yaitu tanah milik Pemerintah Daerah Sumatera Selatan.

“Kemudian nanti gasnya itu dari Pertamina di sana, jalan aksesnya dari pemerintah provinsi, dan kebutuhan air dari pemerintah daerah,” ujar Fitrah Nur.

Fitrah Nur mengaku bahwa 100 unit rumah gratis tersebut bukan ditujukan untuk pemulung dan penyapu jalan saja, tetapi bagi masyarakat yang penghasilannya rendah juga berhak mendapatkan rumah gratis tersebut.

“Syaratnya belum punya rumah, harus miskin. Jadi kita langsung survey. Soalnya kalau dari pemerintah kota itu kan punya data kemiskinan, dan kita akan survei lalu akan kita validasi, apakah mereka benar miskin atau tidak,” jelas Fitrah Nur.

 

Siapkan Ladang Ekonomi

Pemulung Hingga Industri Daur Ulang Berisinergi Atasi Sampah

Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR Fitrah Nur mengatakan, pemerintah bukan hanya memberikan rumah gratis saja, tetapi, pemerintah juga telah mempersiapkan ladang ekonomi bagi penghuninya nanti.

Fitrah Nur menjelaskan, yang dimaksud dengan ladang ekonomi yaitu pemerintah akan bekerja sama dengan beberapa perusahaan dan pengusaha untuk mengolah sampah plastik di sekitar rumah gratis terswebut.

“Nanti kita juga coba untuk kerjasama dengan teman teman cipta karya untuk menyiapkan pemotong plastik (untuk hasil sampah pulungan) supaya jadi butiran butiranm itu kan harganya lebih mahal kalau mereka jual dengan botol,” ujar Fitrah Nur.

“Jadi secara perlahan kita siapkan rumahnya dan secara ekonomi juga kita siapkan itu namanya pilot project, program Ritta namanya,” sambungnya.

COMMENTS

Comments are closed.