Vaksin Merah Putih Masuk Dalam Tahap Uji Klinis 1, dan Diperkirakan Akan Mulai Produksi Agustus 2022

Berita Terkini –¬†Seperti yang kita tahu, Indonesia telah mencoba mengembangkan vaksin Covid-19, vaksin tersebut dinamai dengan Merah Putih.

Kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga dengan generasi penerus bangsa yang mampu menciptakan serta mengembangkan vaksin sendiri.

Diketahui, vaksin Merah Putih dikembangkan di Universitas Airlangga (Unair) dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia.

Budi Gunadi Sadikin, selaku Menteri Kesehatan mengatakan, vaksin Merah Putih diperkikaran dapat mulai diproduksi masal pada Agustus atau September mendatang.

Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan bahwa vaksin Merah Putih akan segera dilakukan jadwal pengecekan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Bukan hanya itu, vaksin Merah Putih yang baru ini juga dapat mendpatkan Emergency Use Authorization (EUA) pada Agustus hingga September mendatang.

“Jadi kemungkinan besar program vaksinasi primer kita sudah selesai,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, bahwa pemerintah sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 192 miliar guna mendukung berjalannya uji klinis vaksin Merah Putih yang kedua.

Diketahui, saat ini vaksin Merah Putih masih dalam tahap uji klinik satu yang dilakukan di Unair dengan PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia.

Budi Gunadi Sadikin mengklaim bahwa pemerintah akan membeli vaksin Merah Putih tersebut, namun tidak untuk masyarakat Indonesia, melainkan untuk didonasikan ke negara lain yang membutuhkan.

“Kita sudah mendapatkan clearence (kejelasan) dari Bapak Presiden. Setidaknya kita bisa membeli untuk donasi keluar negeri. Jadi ada kepastian untuk mereka yang memproduksi,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Seperti yang kita tahu bahwa perluasan vaksin Covid-19 di Indonesia sudah melampaui target, sudah ada 60% lebih dari seluruh masyarakat Indonesia yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis lengkap.

“Kalau di Indonesia sudah selesai (program vaksinasi primer), gantian kita boleh dong mendonasikan vaksin kita keluar negeri,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Disisi lain, Budi Gunadi Sadikin juga khawatir akan vaksin Merah Putih, pasalnya sebelum diproduksi, vaksin harus mendapatkan Emergency Use Listing (EUL) dari WHO.

Jadi, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin Merah Putih harus dikembangkan dan diperiksa dengan baik dulu sesuai standart sebelum di daftarkan ke WHO.

“Jadi memang harus dibikin dengan standar yang baik,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

 

Akan Didonasikan

Budi Gunadi Sadikin mengatakan, vaksin Merah Putih ini akan diprioritaskan sebagai vaksin booster dan vaksin untuk anak.

Selain itu, vaksin Merah Putih juga diklaim akan diberikan atau didonasikan kepada negara-negara yang membutuhkan.

“Presiden bersedia menggunakan ini sebagai vaksin donasi dari Republik Indonesia khususnya sebagai ketua G20 ke negara-negara lain yang membutuhkan,” ujar Budi Gunadi Sadikin.

Budi Guna Sadikin menjelaskan jika ingin mencapai hal tersebut, vaksin Merah Putih harus didaftarkan dulu secara global dan mendapat izin edar dari WHO.

“Sebelum diedarkan secara internasional, vaksin Merah Putih harus terlebih dahulu melakukan proses registrasi di World Health Organization (WHO) dan mendapatkan listing internasional,” tutupnya.

Leave a Comment