PT BTN Gelar Program Tanam 2.500 Mangrove di Pulau Pramuka

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, mangrove merupakan jenis tumbuhan yang hidup di daerah pesisir pantai, sungai, muara, dan daerah pasang surut air.

Sebagai informasi bahwa tumbuhan mangrove adalah tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, karena tumbuhan mangrove dapat menjadi alat untuk mencegah terjadinya abrasi yakni mampu menahan terjangan ombok dan angin laut agar pinggir pantai tidak rusak.

Selain itu, tumbuhan mangrove juga dapat menjadi pelindung atau habitat untuk para hewan pesisir pantai seperti kepiting, biak ikan, dan burung.

Selanjutnya, tumbuhan mangrove juga dipercaya mampu menjadi alat untuk menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen yang bersih dan berguna bagi kehidupan.

Bahkan, sangking bermanfaatnya, tumbuhan mangrove dikenal sebagai jantung utama kehidupan para masyarakat yang hidup di sekitar pesisir.

Tumbuhan mangrove sendiri juga dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, karena tumbuhan tersebut dapat bernilai tinggi, yakni menjadi tempat hidup hewan laut, menjadi bahan baku produk olahan, dan menjadi daya tarik wisatawan.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah berupaya untuk terus menjaga, membudidayakan, dan melestarikan pohon mangrove di seluruh pesisir Indonesia.

Pemerintah juga menghimbau kepada seluruh pihak dan masyarakat langsung untuk turut menjaga, menanam, dan melestarikan pohon mangrove.

Baru-baru ini, pihak PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah resmi menggelar program penanaman 2.500 bibit mangrove di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pihak BTN menjelaskan bahwa program tersebut digelar guna memeringati hari mangrove di dunia, serta menjadi investasi ekologis jangka panjang untuk mencegah terjadinya abrasi di kawasan pesisir.

Hal tersebut juga selaras dengan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility (CSR), Sustainable Development Goals (SDGs), dan Environmental Social Governance (ESG).

Pihak BTN menjelaskan, penanaman mangrove dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode rumpun, dimana penanaman dirancang guna meningkatkan tingkat keberhasilan tumbuh di sekitar kawasan pesisir.

Menurut Pihak BTN, kawasan Pulau Pramuka adalah daerah yang sangat rawan terjadi abrasi, maka dari itu, kawasan tersebut sangat cocok jika ditanam pohon mangrove secara massal.

 

Mendukung Ekonomi Rakyat

Int'l Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem celebrations in Kannur and Sundarbans - Wildlife Trust of India

Corporate Secretary sekaligus Penanggung Jawab Program TJSL BTN, Ramon Armando mengatakan, program penanaman 2.500 mangrove di Pulau Pramuka merupakan program berkelanjutan untuk menjaga ekosistem alam serta berdampak positif signifikan bagi kehidupan masyarakat sekitar pesisir.

Ramon Armando menjelaskan, BTN bersama komunitas penggerak lingkungan bergerak bersama membangun benteng alami untuk membantu mencegah abrasi. Di sisi lain, mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut yang mendukung keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir, khususnya nelayan di Kepulauan Seribu.

Menurut Ramon Armando, keberhasilan restorasi lingkungan tidak hanya ditentukan oleh penanaman, tetapi juga oleh perawatan yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi dengan masyarakat lokal menjadi kunci agar mangrove yang ditanam hari ini dapat terus tumbuh, memberikan manfaat ekologis, sekaligus membuka peluang ekonomi melalui pengembangan ekowisata.

Disisi lain, Ramon Armando juga mengajak kepada seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Pihak Swasta untuk turut mempunyai rasa kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan, karena kalau bukan kita, maka siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan lingkungan.

Pada dasarnya, lingkungan bukanlah sekedar benda mati yang tidak bisa bicara dan bergerak, tetapi lingkungan adalah ruang hidup yang harus dipedulikan, dijaga, dan dilestarikan, karena lingkungan adalah bagian penting dalam menjaga serta menopang keseimbangan ekosistem.