- Nanik S. Deyang Telah Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN
- Polisi Grebek Pabrik Narkoba Jenis Karisoprodol di Kota Semarang
- 3 Juta Konten Judol Resmi di Blokir Oleh Komdigi
- Presiden Prabowo Subianto Akui Kopdes Merah Putih Jadi Dongkrak Ekonomi Nasional
- Wamen HAM Akui Terdapat 122 Ribu Pengungsi di Papua, Berikut Penjelasannya
Nanik S. Deyang Telah Resmi Mengundurkan Diri Sebagai Kepala BGN
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) sedang menjadi polemik atau perdebatan banyak pihak.
Polemik yang dimaksud ialah saat ini banyak kasus yang terjadi di program MBG, kasus tersebut meliputi kasus korupsi pada tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN), keracunan massal yang memakan ribuan siswa, gugatan konstitusional penggunaan pos anggaran yang berlebihan, dan berdampak negatif terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekitar.
Akibat adanya polemik tersebut, maka banyak masyarakat yang sudah tidak rispek dan tidak percaya dengan program MBG.
Padahal, jika dilihat, program MBG adalah program yang sangat mulia karena membantu para orang tua untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anak nya di sekolah, dan program MBG juga dapat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Indonesia.
Meskipun di gadang-gadang menjadi program yang mulia, tetapi mengapa program tersebut justru disalahgunakan dan dijadikan sebagai ladang korupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa kasus korupsi yang dilakukan oleh para oknum BGN ialah seperti kasus korupsi pengadaan motor listrik, pengadaan alat dapur dengan memanipulasi harga, jual beli titik dapur dengan total kerugian, dan penggelembungan anggaran.
Dari total kasus korupsi program MBG tersebut, maka negara Indonesia telah mengalami kerugian sekitar Rp 4-12 triliun.
Terdapat sejumlah pihak yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi program MBG, yakni Dadan Hindayana (Mantan Kepala BGN), Sony Sanjaya (Mantan Wakil Kepala BGN), Lodewyk Pusung (Mantan Kepala BGN), Glory Harimas Sihombing (Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review), Asep Yusuf Soemantri (Pihak swasta yang berperan sebagai mitra), dan Muhammad Iwan Mahardan (Sekretaris Daputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN).
Karena diduga telah melakukan tindak pidana korupsi, akhirnya Presiden Prabowo Subianto langsung melakukan pencopotan jabatan terhadap para oknum pejabat tinggi BGN tersebut, dan Presiden Prabowo Subianto juga menunjuk beberapa pribadi untuk dijadikan pejabat tinggi BGN yang baru.
Pribadi yang ditunjuk tersebut meliputi Nanik S. Deyang (Kepala BGN Baru), Agustina Arumsari dan Mayjen TNI (Purn) Trenggono (Wakil Kepala BGN).
Kepala BGN baru, Nanik S. Deyang mengaku bahwa dirinya akan melakukan tata kelola ulang dalam struktur BGN dan program MBG.
Nanik S. Deyang juga berkomitmen akan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BGN dan program MBG.
Nanik S. Deyang juga telah mempunyai strategi untuk memperketat celah korupsi di lini BGN dan program MBG.
Jika dilihat sampai saat ini, maka Nanik S. Deyang telah resmi menjabat sebagai Kepala BGN selama 45 hari.
Tetapi, tepat pada hari ini, masyarakat dihebohkan dengan mundurnya Nanik S. Deyang dalam jabatan Kepala BGN Indonesia.
Banyak warganet yang bertanya-tanya tentang alasan Nanik S. Deyang mundur dari jabatan Kepala BGN.
Alasan mundurnya Nanik S. Deyang tersebut memang harus dijelaskan dengan detail, karena jika tidak, akan menimbulkan spekulasi liar di mata masyarakat.
Alasan utama Nanik S. Deyang mengundurkan diri sebagai Kepala BGN ialah dirinya harus menjalani pengobatan jantung yang lebih intensif di luar negeri.
Nanik S. Deyang mengaku bahwa dirinya sudah berpamitan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto.
Bukan hanya berniat untuk berpamitan saja, tetapi Nanik S. Deyang juga meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto karena dirinya harus mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN yang sudah dijalaninya selama 1,5 bulan ini.
Nanik S. Deyang mengaku bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima permintaan pengunduran diri darinya, tetapi Presiden Prabowo Subianto tetap meminta tolong kepadanya untuk menjadi Pengawas yakni menjadi Ketua Dewan Pengawas BGN.
Nanik S. Deyang menjelaskan, kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yg penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut). Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikkan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah.
Gebrakan Ide Nanik S. Deyang Untuk Program MBG

Sebelum resmi mengundurkan diri sebagai Kepala BGN. Nanik S. Deyang telah membuat gebrakan baru untuk internal BGN.
Gebrakan yang dimaksud ialah terdapat beberapa pejabat eselon satu yang diambil dari lima Kementerian Lembaga, yakni Kemenkes, Kemndikdasmen, Kemenkeu, BPKP dan Kejaksaan.
Beberapa pejabat baru yang diambil dari eselon satu untuk BGN tersebut ialah meliputi Lili Khamiliyah selaku Sekretaris Utama, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea selaku Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Zainuri selaku Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran, Mariman Darto selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama dan Ketut Sumedana selaku Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan.
Selain melakukan perombakan pejabat eselon satu terhadap BGN, Nanik S. Deyang juga telah membentuk 11 tim untuk melakukan reformasi BGN yang lebih efisien, efektif, berkelanjutan, dan mencapai tujuan MBG yang selaras dengan prinsip Presiden Prabowo Subianto.
Selanjutnya, Nanik. S Deyang juga telah mengajukan penambahan penerima manfaat (PM) yakni merujuk kepada 3B (Balita, Busui, dan Bumil).
Selain itu, Nanik S. Deyang juga mengajukan prioritas PM di seluruh Indonesia, yakni di prioritaskan pada siswa-siswa yang bersekolah di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Menurut Nanik S. Deyang, saat ini telah terdapat 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan evaluasi secara berkala demi memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan sesuai standar prosedur yang telah ditetapkan.
Bahkan, beberapa waktu lalu, Nanik S. Deyang juga telah menghentikan operasional 414 SPPG yang bermasalah, dan penghentian tersebut juga mengembalikan keuangan negara sekitar ratusan miliar rupiah.