Presiden Joko Widodo Tegaskan Pelayanan Publik Yang Lambat

Berita Terkini –¬†Seperti yang kita tahu, pelayanan publik menjadi hal penting dan bermanfaat bagi masyarakat.

Namun, banyak masyarakat yang mengeluh karena merasa dirinya tidak dilayani dengan baik, proses sangat lama dan berbelit-belit.

Melihat hal tersebut, Presiden Joko Widodo ikut angkat bicara mengenai pelayanan publik yang lambat dan berbelit-belit.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pelayanan publik yang buruk dapat menurunkan kredibelitas penyelenggara negara.

“Penyelenggara pelayanan publik harus semakin baik, tuntutan masyarakat terus meningkat. Tidak akan ada toleransi bagi yang pelayanannya lambat berbelit-belit. Tidak ada tempat bagi pelayanan yang tidak ramah dan tidak responsif,” ujar Presiden Joko Widodo.

Bukan hanya itu, Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh mudah puas karena pelayanan yang mereka lakukan.

Presiden Joko Widodo berharap pelayanan publik dapat memberikan survey kepada masyarakat bagaimana pelayanan yang telah diberikan.

Presiden Joko Widodo berharap pelayanan publik dapat menggunakan teknologi yang ada seperti dibuat online, agar memudahkan masyarakat untuk mengakses pelayanan publik dan dapat dilakukan dimanapun.

“Melakukan digitalisasi pelayanan untuk mempermudah akses, memberikan pelayanan yang lebih cepat dan terjangkau,” ujar Presiden Joko Widodo.

 

Menilai Kepatuhan

Presiden Joko Widodo mengapresiasi uoaya Ombudsman Republik Indonesia yang menerapkan penilaian kepatuhan.

Menurut Presiden Joko Widodo, penilaian kepatuhan dapat memajukan atau meningkatkan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang cepat dan tidak berbelit-belit.

Bukan hanya itu, Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa penilaian kepatuhan dapat melihat tingkat keefektifan sebuah pelayanan publik tersebut.

“Penilaian kepatuhan perlu dilakukan untuk melihat kemampuan, melihat keberhasilan, dan melihat kekurangan dalam proses pengembangan lembaga pelayanan publik agar semakin efektif, akuntabel, dan transparan,” ujar Presiden Joko Widodo.

COMMENTS

Leave a Comment