Presiden Joko Widodo Sebut Awal Tahun Depan Diperkirakan Terjadi Resesi Global

Berita Terkini –¬†Seperti yang kita tahu, banyak pakar ekonomi dunia yang mengklaim bahwa pada tahun 2023 akan terjadi krisis ekonomi secara global.

Pada beberapa pekan yang lalu, Presiden Joko Widodo juga telah berhasil mengumpulkan beberapa kepala negara di acara G20 untuk bekerja sama melewati adanya perkiraan krisis ekonomi 2023.

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pada awal tahun 2023 nanti diperkirakan sudah ada resesi global.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan kepada seluruh menteri dan kepada daerah untuk bekerja lebih keras lagi di tengah situasi yang tidak normal saat ini.

“Tidak bisa kita kerja normal normal dalam keadaan yang tidak normal, enggak bisa. Dan tahun depan, tahun 2023 ini akan jauh lebih sulit lagi untuk semua negara. Dan diperkirakan awal tahun depan sudah masuk kepada resesi global,” ujar Presiden Joko Widodo.

Jokowi menegaskan bahwa saat ini banyak negara yang mengalami situasi sangat sulit, pasalnya ada banyak negara yang sudah dihantui dengan inflasi, ekonomi anjlok, krisis energi, krisis pangan, dan krisis finansial.

Oleh karena itu, Jokowi menegaskan kepada seluruh menteri dan kepala daerah untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam mengambil keputusan.

“Begitu salah risikonya gede sekali. Karena situasinya betul-betul situasi yamg tidak normal, baik kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter, hati-hati. Ini selalu terus saya sampaikan karena memang keadaannya tidak pada keadaan yang normal,” ujar Presiden Joko Widodo.

 

Merebutkan Investor

Presiden Jokowi: Silakan Minta No HP Menteri Investasi, Jika Tidak Bisa Selesai, Hubungi Saya | Ekonomi

Presiden Joko Widodo mengatakan, di tengah situasi yang sulit ini pasti akan banyak negara yang berlomba-lomba untuk merebutkan para investor dunia.

Hal ini dapat terjadi karena semua negara pasti ingin memiliki arus modal yang masuk guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

“Semua rebutan yang namanya investasi, sekali lagi yang namanya investor itu jadi rebutan semua negara,” ujar Presiden Joko Widodo.

 

Jangan Mempersulit Investor

Sekretariat Kabinet Republik Indonesia | Presiden Jokowi dan PM Boris Johnson Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi Kedua Negara

Presiden Joko Widodo menghimbau kepada seluruh menteri dan kepala daerah untuk tidak mempersulit investor masuk ke Indonesia.

Presiden Joko Widodo juga mengaku bahwa negara kita Indonesia telah mendapatkan banyak kepercayaan dari investor di berbagai penjuru dunia.

“Sekarang bagaimana implementasi dari policy-policy yang telah kita ambil. Jangan sampai ada yg terganggu,” ujar Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo juga menegaskan bahwa kita harus menjaga kerja sama dengan investor tersebut, dan jangan sampai ada investor yang hilang kepercayaan kepada kita.

“Kepercayaan yang sudah kita dapatkan, jangan sampai hilang gara-gara kita salah mentreatment, salah memperlakukan investasi yang masuk ke negara kita, karena ketatnya persaingan dalam merebut investasi,” tutupnya.

Leave a Comment