Polisi Gelar Rekontruksi Tewasnya Pelajar Akibat Pembacokan di Bogor

Berita Terkini –¬†Polresta Bogor Kota gelar reka ulang adegan kasus pembacokan seorang pelajar yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Pelaku utama yang berinisial RA (18), dan temannya yang membantu saat kejadian berinisial ML (17) turut dihadirkan guna rekontruksi adegan.

Rekontruksi adegan diadakan pada Selasa, 12 Oktober 2021.

Reka ulang adegan kasus pembunuhan RMP (18) pelajar SMA Negeri di Kota Bogor itu dilaksanakan di sebuah lokasi yang dirahasiakan.

Lokasi reka ulang dirahasiakan guna menghindari aksi balas dendam dari pihak sang korban.

Dalam reka ulang adegan, tersangka utama RA memperlihatkan 25 aksinya sebelum dan sesudah membunuh korban.

Tersangka utama memeragakan adegan dimana ia dan teman-temannya mempersiapkan penyerangan kepada korban.

Diduga RA membawa lima orang temannya untuk menghajar dan menghabisi nyawa korban.

Diketahui tersangka RA melakukan aksi tersebut karena dendam kepada korban.

“Motifnya masih sama, karena dendam kepada korban,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhony Erwanto.

Pelaku mengatakan pada sore hari sebelum kejadian, pelaku sempat bentrok dengan korban, pelaku juga mengaku bahwa ia sempat dipukuli oleh korban.

Pelaku mengatakan, dirinya tak terima karena dipukuli oleh korban, dan mempunyai rencana untuk membalas dendam.

Pada malam harinya, pelaku datang dengan kelima orang temannya serta membawa celurit untuk mendatangi korban.

Tak butuh waktu lama, pelaku dan teman-temannya langsung menghabisi korban dengan senjata yang ia bawa, korban tergelatak dan bercucuran darah.

Setelah dilakukan reka ulang adegan, diketahui saat terjadinya pembacokan korban sempat melakukan perlawanan.

Hal ini juga diyakini oleh hasil otopsi, terdapat luka pada bagian tangan dan kaki korban.

“Dari keterangan saksi korban juga memang sempat ada perlawanan terlebih dahulu,” ujar Dhony Erwanto.

Diketahui korban meninggal akibat tebasan celurit tepat pada dada korban, luka bacokan tersebut mempunyai kedalaman 25cm.

“Karena terus mendapat serangan dan beberapa kali kena sabetan senjata. Korban tidak bisa melawan lagi dan akhirnya nyawanya tidak tertolong,” ujar Dhony Erwanto.

 

Pelaku Gelap Mata Saat Habisi Korban

 

Pelaku mengaku bahwa dirinya tidak ada niat untuk membunuh atau menghabisi nyawa korban.

Saat pelaku dan teman-temannya sampai ke lokasi kejadian, pelaku gelap mata dan menyerang korban dengan membabi buta.

“Kalau hasil penyidikan pelaku tidak ada niat menghabisi korban. Waktu meninggalkan lokasi, tersangka nyadar korban kena di bagian dada sampai parah. Pelaku juga tidak tahu kalau korban akhirnya meninggal,” ujar Dhony Erwanto.