Novel Baswedan Dipecat Dari KPK, Berikut Cara Novel Baswedan Mengisi Hari-Harinya

Berita Terkini –¬†Novel Baswedan, Mantan Kasatgas Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi dipecat pada 30 September 2021.

Diketahui Novel Baswedan dipecat bersama dengan 57 pegawai yang bertugas di KPK.

Saat ini para pegawai yang dipecat sudah mengisi kegiatan hariannya di luar Gedung Merah Putih KPK.

Novel Baswedan manyampaikan, dirinya masih aktif mengikuti kegiatan seminar melalui virtual.

Novel Baswedan juga mengatakan bahwa dirinya perlu istirahat, dan tidak fokus untuk bekerja terus-menerus.

“Jadi, setelah disingkirkan dengan cara-cara yang illegal, jadi memang walaupun demikian tentunya sementara ini saya lagi istirahat,” ujar Novel Baswedan.

“saat ini masih mengisi kegiatan dengan zoom, memberikan pelatihan dan kegiatan lain di beberapa universitas dan instansi tertentu, tentunya saya ingin memberi sumbangsih yang terbaik,” sambungnya.

Novel Baswedan menegaskan, dirinya terus berupaya untuk mempertahankan hak-haknya dan pegawai KPK lainnya yang ikut dipecat dengannya.

Mantan pegawai KPK yang dipecat juga akan terus konsokidasi dengan Novel Baswedan.

“Tentunya kita paham, bahwa ini belum selesai, tahapan berikutnya juga masih harus berjalan,” ujar Novel Baswedan.

“Perbuatan yang dilakukan sewenang-wenang, melawan hukum, dan tidak mengikuti kaidah-kaidah yang dibenarkan tidak boleh dimaklumi atau dibenarkan,” sambungnya.

 

Kondisi KPK Saat Ini Memprihatinkan

Novel Baswedan mengaku sangat prihatin dengan keadaan KPK saat ini.

Menurut Novel Baswedan, pemimpin KPK sangat terbukti telah melanggar etik, pemimpin tersebut juga masih dibiarkan untuk memimpin lembaga pemberantasan korupsi.

Novel Baswedan juga menegaskan bahwa pimpinan KPK saat ini bersikap sangat sewenang-wenang, pasalnya para pemimpin justru membuang pegawai yang berintegritas.

“Saya dasarnya, prihatin dengan sikap pimpinan KPK yang justru malah berlaku melanggar hukum, berlaku sewenang-wenang yang seperti jauh dari harapan kita semua untuk memberantas korupsi yang ideal,” ujar Novel Baswedan.

“Saya WNI, sama seperti kita semua, saya juga berkeinginan ke depan pemberantas korupsi itu serius, bersungguh-sungguh, tidak seperti sekarang yang banyak masalah yang seperti ditutup-tutupi seperti tidak ada keinginan memberantas korupsi dan itu membuat kita sedih dan prihatin,” sambungnya.

 

Membuat Kanal Youtube

Baru-baru ini, Novel Baswedan menggunggah video perdananya di akun Youtube miliknya.

Diketahui Novel Baswedan menggunggah video perdananya pada Kamis, 14 Oktober 2021, sekitar pukul 20.28 WIB.

Dalam video perdananya mempunyai durasi 5 menit 15 detik.

Dalam tayangan tersebut Novel Baswedan juga mengaku bahwa akun Youtube tersebut merupakan akun resminya.

Hingga saat ini, video tersebut ditonton oleh 3,860 penonton, dan mempunyai jumlah like yaitu 1,400 dan juga 5 unlike.

Dalam video perdananya Novel Baswedan memulai topik pembahasan dengan teror yang menimpanya, hingga menyebabkan matanya buta.

“Hal penting yang ingin saya sampaikan adalah kalian boleh membutakan mata saya, tapi perjuangan memberantas korupsi harus tetap berjalan, karena hukum tidak pernah buta,” kata Novel dalam video tersebut.

Novel Baswedan menegaskan, dirinya sengaja membuat kanal Youtube, karena ia ingin membahas dan membagikan soal pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Tentunya saya ingin berbagi tentang banyak hal, terutama berhubungan dengan antikorupsi, berhubungan dengan pengalaman saya, pengetahuan, dan tentunya hal-hal lain hasil sharing dengan orang-orang lain yang punya komitmen pengetahuan dan juga integritas,” ujar Novel dalam video tersebut.

Akan Membahas Antikorupsi dan Investigasi

Novel Baswedan mengatakan bahwa pada video berikutnya ia akan mengangkat topik mengenai antikorupsi dan investigasi.

Investigasi dalam pengusutan sebuah kasus, tentang integritas perlu dipahami oleh masyarakat.

Novel Baswedan juga mengatakan bahwa semoga dengan adanya video-video yang ia buat dan ia bagikan dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan untuk masyarakat.

“Kesempatan saya sudah tidak di KPK inilah yang membuat saya lebih bebas dan tidak terikat aturan etik di KPK sehinga saya bisa bicara di dalam forum-forum yang lebih bebas dan itu semua semoga saja bisa membawa kemanfaatan,” ujar Novel Baswedan.