- Relawan Arief Kamarudin Mengajak Pemerintah dan Warga Untuk Membasmi Ikan Sapu-Sapu di Perairan Sungai
- Presiden Prabowo Subianto Lakukan Kunjungan Kenegaraan Ke Rusia dan Bertemu Vladimir Putin, Berikut Penjelasannya
- Presiden Prabowo Subianto Gelar Program Percepatan Pembangunan Kampung Nelayan
- Negara Indonesia Resmi Kerja Sama Dengan Jepang Dalam Pengembangan Satwa Liar
- Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi dan Non-Subsidi Tidak Mengalami Kenaikan
Pemerintah Sebut Harga Beras Eceran dan Grosir Naik per Desember 2022, Karena Cuaca Ekstrem
Berita Terkini – Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan kabar bahwa harga beras eceran dan grosir mengalami kenaikkan pada Desember 2022.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa harga beras grosir mengalami kenaikkan hingga 3,19 persen dari pada bulan sebelumnya yaitu bulan November.
Sedangkan, jika dibandingkan setiap tahunnya, harga beras grosir mengalami kenaikkan hingga 8,95 persen.
“Harga beras grosir pada Desember 2022 meningkat sebesar 3,19 persen dibandingkan bulan yang lalu, dan secara year on year dibandingkan Desember 2021 harga beras grosir meningkat 8,95 persen,” ujar Margo Yuwono, selaku Kepala Badan Pusat Statistik.
Selanjutnya, Margo Yuwono menjelaskan bahwa harga beras eceran juga mengalani kenaikkan mulai Desember 2022.
Margo Yuwono mengatakan, harga beras eceran telah meningkat hingga 2,30 persen per bulannya, dan meningkat sebesar 6,23 per tahunnya.
Sedangkan, harga beras di penggilingan juga meningkat di angka 3,51 persen per bulan, dan meningkat 13,44 persen per tahunnya.
Harga Gabah Naik

Badan Pusat Statistik juga mengumumkan bahwa harga gabah kering panen (GKP) pada sektor pertanian juga mengalami kenaikkan yaitu Rp 5.624 per kg.
Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa setelah dilakukan perhitungan maka harga gabah kering panen meningkat hingga 4,20 persen per bulannya, dan naik hingga 17,83 persen pertahunnya.
Margo Yuwono mengatakan rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp6.166,00 per kg atau naik 21,75 persen dan di tingkat penggilingan Rp6.278 per kg atau naik 21,41 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp5.035 per kg atau naik 17,01 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.134 per kg atau naik 16,94 persen.
“Sementara untuk gabah kering giling (GKG) juga mengalami peningkatan sebesar 6,59 persen (mtm) dan 21,75 persen (yoy),” ujar Margo Yuwono.
Lakukan Impor

Badan Pusat Statistik mengatakan bahwa saat ini pemerintah telah melakukan impor beras atau mendatangkan beras dari negara tetangga.
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengapa harga beras tetap naik, padahal pemerintah telah melakukan impor.
Diketahui, harga beras di pasaran Jakarta saat ini dijual dengan harga yang sangat tinggi yaitu Rp 16.000 per kg.
Berdasarkan informasi dari nfopangan.jakarta.go.id, Minggu (1/1/2023), harga beras IR 64 atau Setra Ramos secara rata-rata kompak naik. Untuk beras IR III secara rerata dijual Rp 10.151 per kg, beras IR II 10.912 per kg, dan beras IR I Rp 11.769 per kg.
Sedangkan, untuk beras IR 42 (Pera) juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp 12.652 per kg. Adapun harga tertingginya dijual di Pasar Grogol, Jakarta Barat yang dipatok Rp 16.000 per kg.
Akibat Cuaca Ekstrem dan Banjir di Berbagai Daerah Panen

Tauhid Ahmad, selaku Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengatakan bahwa harga gabah dan beras mengalami kenaikkan karena adanya cuaca yang ekstrem dan banjir di berbagai daerah panen.
Tauhid Ahmad menjelaskan bahwa adanya cuaca yang ekstrem dapat berpengaruh terhadap produksi beras dan harga beras di pasaran.
“Beras sampai Tahun Baru bakal makin tinggi. Harga akan naik sampai Desember (2022). Mungkin akan turun saat Januari, Februari (2023) ketika mulai masuk panen,” ujar Tauhid Ahmad.
Sekarang kan udah mau musim panen, Januari mulai panen. Jadi kalau (periode cuaca ekstrem) meluas, otomatis akan terjadi penurunan produksi pada daerah-daerah berbasis padi,” sambungnya.
Tauhid Ahmad menjelaskan bahwa banyak daerah panen yang mengalami kebanjiran sehingga dapat merusak sawah para petani.
“Kalau padi kan kena hujan biasa, asal jangan banjir. Kalau banjir, rusak sawah. Karena kalau padi kurang, kita impor, itu sosial politiknya tinggi lah. Itu harus diantisipasi,” ujar Tauhid Ahmad.
Tauhid Ahmad juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah juga tengah berfokus terhadap logistik laut, karena mengingat lagi adanya cuaca yang ekstrem juga berpengaruh terhadap aktivitas komoditas laut khususnya yaitu sektor pelayaran.
“Logistik laut juga akan menunda pelayaran, enggak akan berani kalau ombak tinggi. Saya kira harus jadi catatan lah. Mudah-mudahan enggak akan banjir. Yang jelas, harga akan naik,” tutupnya.
Discover hidden treasures and secrets in our expansive game world! Lucky cola
… [Trackback]
[…] Info to that Topic: beritaterkini.biz/pemerintah-sebut-harga-beras-eceran-dan-grosir-naik-per-desember-2022-karena-cuaca-ekstrem/ […]
… [Trackback]
[…] Read More Information here on that Topic: beritaterkini.biz/pemerintah-sebut-harga-beras-eceran-dan-grosir-naik-per-desember-2022-karena-cuaca-ekstrem/ […]
… [Trackback]
[…] Read More here on that Topic: beritaterkini.biz/pemerintah-sebut-harga-beras-eceran-dan-grosir-naik-per-desember-2022-karena-cuaca-ekstrem/ […]
… [Trackback]
[…] Find More Info here to that Topic: beritaterkini.biz/pemerintah-sebut-harga-beras-eceran-dan-grosir-naik-per-desember-2022-karena-cuaca-ekstrem/ […]