- Update BNPB Terkait Jumlah Korban Jiwa Banjir Bandang dan Tanah Longsor Pulau Sumatera
- Menteri ESDM Bahlil Cabut Izin Usaha Tambang Ilegal Secara Massal, Imbas Bencana di Sumatera Utara
- Sido Muncul Tingkatkan Penggunaan Energi Baru Terbarukan Hingga 91 Persen, Berikut Penjelasannya
- Menko Airlangga Sebut Peningkatan Ekonomi Kuartal III Akan Jadi Penentu Perhitungan UMP 2026
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka Sebut Indonesia-Afrika Mempunyai Historis Hubungan Kerja Sama Yang Kuat
Menlu Sugiono Sebut Presiden Prabowo Subianto Sangat Dihormati di KTT Perdamaian Gaza
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sampai saat ini konflik antara Palestina dan Israel masih terus berlanjut.
Sebagai informasi bahwa konflik antara Palestina dan Israel dipicu karena adanya perebutan wilayah atau perebutan kekuasaan, dan konflik antara kedua negara tersebut berpusat di jalur Gaza.
Perang yang terjadi antara Israel dan Palestina dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan manusia, seperti adanya krisis ekonomi, krisis sosial, kebakaran dimana-mana, perubahan budaya, penyebaran penyakit karena dampak dari nuklir, dan kerusakan alam.
Banyak pihak yang mengatakan bahwa jika perang fisik atau perang nuklir antara negara Israel dan Palestina terjadi secara terus-menerus dan berkelanjutan, maka dunia akan semakin kacau serta terjadi kelaparan dimana-mana atau terjadi krisis ekonomi dunia, bahkan banyak negara sekutu yang akan membela satu sama lain dan menimbulkan perang dunia ketiga.
Karena perang antara Israel dan Palestina jalur Gaza semakin memburuk, akhirnya sejumlah pemimpin dari berbagai negara turut membuat gerakan atau komunitas yakni Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza tersebut digelar di International Congress Centre, Sharm El-Sheikh, Mesir.
KTT Perdamaian Gaza tersebut digelar dengan tujuan membuat kesepakatan dan penandatanganan seluruh negara untuk menghentikan konflik di Gaza agar tercipta stabilitas dan rekonsiliasi di kawasan Timur Tengah.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu tokoh penting dalam KTT Perdamaian Gaza, dan beliau juga berpidato di hadapan para pemimpin dunia.
Pidato dari Presiden Prabowo Subianto membuat para pemimpin dunia tercengang, dan di akhir pidatonya, banyak para pemimpin dunia yang rispek serta memberikan tepuk tangan sebagai bentuk dukungan atas pidato Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mentatakan, Presiden Prabowo Subianto sangat dihormati oleh para pemimpin dunia yang ada di KTT Perdamaian Gaza.
Sugiono menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto sudah dianggap sebagai pemimpin KTT Perdamaian Gaza, karena seluruh pidato dari beliau sangat berdampak positif terhadap perdamaian dunia.
Sugiono juga mengaku bahwa Presiden Prabowo Subianto telah dijadikan figur kebijakan dunia karena beliau selalu mempunyai solusi dalam setiap menghadiri forum internasional.
Menurut Sugiono, hal ini dapat dijadikan bukti bahwa saat ini dunia telah percaya kepada negara Indonesia yang selalu konsisten untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Hasil Yang Memuaskan

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, kita datang untuk menyatakan dukungan dan memberi support, yang penting gencatan senjata sudah berjalan, kemudian segera pasukan Israel akan ditarik.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, gencatan senjata di Gaza akan dilakukan secara bertahap, mulai dari sandera-sandera di lepaskan, jenazah-jenazah mulai dimakamkan dengan layak, dan lainnya.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, gencatan senjata di Gaza merupakan bentuk awal dari perdamaian dunia, dan kita harus selalu memberikan dukungan doa kepada para saudara kita yang ada di Timur Tengah, semoga mereka selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan hidup yang layak. Karena pada dasarnya seluruh manusia di dunia ini mempunyai hak untuk hidup dan bernafas tanpa adanya ancaman dari pihak manapun.
Setelah mengikuti KTT Perdamaian Gaza, Presiden Prabowo Subianto kembali pulang ke Indonesia, dan beliau juga langsung menggelar rapat terbatas dengan para Menteri Kabinet Merah Putih Indonesia.
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan sejumlah hasil dari KTT Perdamaian Gaza, dan beliau juga sempat membahas tentang Timnas Garuda Indonesia yang gagal lolos mengikuti Piala Dunia 2026.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Bapak Presiden Prabowo Subianto turut merasakan kesedihan dan kekecewaan yang besar atas gagalnya Timnas Indonesia dalam mengikuti Piala Dunia 2026.
Prasetyo Hadi menjelaskan, beliau sempat berpesan kepada para seluruh pemain sepak bola Indonesia dan pihak terkait untuk tidak perlu bersedih berlarut-larut, karena masih ada sejumlah laga internasional lainnya, seperti Piala Asia, AFC 2027, dan Olimpiade 2028.
Prasetyo Hadi juga menjelaskan bahwa saat ini Bapak Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta para jajaran Menteri Kabinet Merah Putih dalam bidang olahraga untuk melakukan pengembangan pendidikan cabang olahraga di seluruh daerah Indonesia bahkan sampai daerah terpencil, dengan tujuan agar banyak generasi muda yang dapat menjadi atlet dan meraih kejuaraan internasional serta dapat mengharumkan nama bangsa dan negara.