Luhut Sebut Kasus Omicron di Indonesia Masih Dapat Dikendalikan

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, pemerintah sudah mengklaim bahwa Indonesia memasuki gelombang ketiga kasus Covid-19.

Diketahui angka kasus Covid-19 terbanyak ada di ibu kota, DKI Jakarta.

Kasus Covid-19 di Indonesia melonjak dan memasuki gelombang ketiga karena tingginya mobilitas masyarakat saat Natal dan Tahun Baru lalu.

Bukan hanya itu, lonjaknya Covid-19 juga disebabkan oleh adanya varian baru yaitu Omicron.

Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi angkat bicara mengenai lonjakan yang terjadi.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, memang pada akhir Januari kasus Covid-19 meningkat sangat pesat.

Namun, pada akhir Februari ini tren penurunan kasus Covid-19 mulai terlihat di DKI Jakarta, Banten, dan Bali.

Hal ini juga disebabkan oleh menurunnya angka hospitalisasi di Jakarta dan Bali.

Luhut Binsar Panjaitan juga mengatakan bahwa pemerintah belajar dari pengalaman yang lalu, yaitu dari varian Delta.

Diketahui varian Omicron mempunyai angka kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan varian Delta.

“Kasus Omicron di Indonesia masih terkendali. Meskipun penambahan kasus sudah melebihi trend Delta, namun kondisi rawat inap dan kematian jauh lebih rendah dibandingkan varian Delta beberapa waktu lalu,” ujar Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, masyarakat Indonesia tidak perlu panik atau khawatir, namun kita harus tetap waspada.

“Tidak ada hal yang perlu di khawatirkan hingga hari ini,” ujar Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, lonjakan gelombang ketiga kasus Covid-19 ini yang banyak terinfeksi tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, Luhut meminta kepada seluruh tenaga kesehatan untuk melakukan pengawasan lebih dan pengetahuan alat pelindung diri.

“Serta menyiapkan fasilitas penginapan khusus untuk menghindari kontak erat dengan keluarga,” tegas Luhut Binsar Panjaitan.

 

Trend Covid-19 Pekan Ini

Berdasarkan laporan dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19, pada Minggu, 20 Februari 2022, angka Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 48.484 jiwa, dan berkurang sebanyak 9.000 kasus.

Sedangkan, Kasus aktif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 15.448 jiwa dan jumlah total kasus aktif yaitu sebanyak 536.358 jiwa.

Pada hari Senin, 21 Februari 2022, kasus Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 32.873 jiwa.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 juga mengklaim bahwa ada  4.514.782 jiwa yang dinyatakan sembuh dari kasus Covid-19.

Sedangkan, angka kematian akibat Covid-19 bertambah sebanyak 163 jiwa, jadi jumlah totalnya yaitu sebanyak 146.365 kasus.

COMMENTS

Comments are closed.