Kemendikbud Tetapkan Kurikulum Baru 2022, SMA Tidak Ada Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa

Berita Terkini – Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan kabar bahwa Kurikulum baru 2022 SMA tidak ada lagi jurusan IPA, IPS, dan Bahasa.

Anindito Aditomo, selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengatakan kurikulum baru yaitu kurikulum prototipe.

Anindito Aditomo juga mengatakan bahwa kurikulum prototipe tidak bisa disebut sebagai kurikulum 2022, karena mengingat lagi bahwa tahun 2022 sifatnya opsional.

“Kurikulum prototipe tidak disebut sebagai Kurikulum 2022 karena pada tahun 2022 sifatnya opsional,” ujar Anindito Aditomo.

“Kurikulum prototipe hanya akan diterapkan di satuan pendidikan yang berminat untuk menggunakannya sebagai alat untuk melakukan transformasi pembelajaran,” sambungnya.

Menurut Anindito Aditomo, kurikulum prototipe diterapkan agar semua siswa dapat mengambil mata pelajarannya sesuai dengan minat dan bakat siswa.

Jadi siswa mempunyai ruang lebih banyak untuk menentukan mata pelajarannya, dan siswa tersebut harus tanggung jawab dengan apa yang sudah ia pilih.

“Alih-alih dikotakkan ke dalam jurusan IPA, IPS dan Bahasa, siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya,” ujar Anindito Aditomo.

Anindito Aditomo menegaskan, kurikulum prototipe akan dicoba dibeberapa sekolah terlebih dahulu.

Jika memang efektif dan banyak siswa yang menyukainya, maka kurikulum akan ditawarkan kepada seluruh sekolah di Indonesia.

Namun, Kemendikbud juga tidak menuntut semua sekolah untuk menggunakan kurikulum prototipe sebagai alat transformasi pembelajaran.

Jadi Kemendikbud memberikan kebebasan kepada sekolah sekolah untuk menggunakan kurikulum prototipe atau tidak.

 

Penerapan Kurikulum Prototipe

Kemendikbud memberikan contoh penerapan kurikulum prototipe.

Jadi kurikulum ini membebaskan siswa untuk mengambil mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya.

Contohnya jika ada siswa yang ingin menjadi insinyur, maka siswa tersebut dapat mengambil matematika lanjutan dan fisika lanjutan, tanpa mengambil pelajaran biologi.

Selanjutnya siswa tersebut boleh mengombinasikan mata pelajaran IPS, dan bahasa sesuai dengan minat siswa tersebut.

Kemendikbud mengaku kurikulum prototipe diterapkan agar mengasah kemampuan yang diminati oleh masing-masing siswa.

Dalam kurikulum prototipe, siswa harus mengambil 18 jam pelajaran wajib, lalu 20 jam pelajaran sesuai pilihan setiap minggunya.

Berikut mata pelajaran yang wajib diikuti:

  • Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  • Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  • Bahasa Inggris
  • Seni Musik
  • Matematika
  • Sejarah
  • Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

 

Hasil Uji Coba Kurikulum Prototipe

Berdasarkan laporan dari Kemendikbud pada tahun 2021 sudah ada sekitar 2500 sekolah yang telah menerapkan kurikulum prototipe.

Setelah dievaluasi ternyata penerapan kurikulum prototipe dinilai memberikan dampak positif kepada siswa.

“Secara umum hasilnya bagus. Banyak sekolah yang terdorong untuk melakukan inovasi pembelajaran, termasuk sekolah-sekolah yang secara sarana prasarana sebenarnya terbatas,” ujar Anindito Aditomo.

Oleh karena itu, pada tahun 2022 mendatang Kemendikbud ingin menawarkan kepada seluruh sekolah di Indonesia untuk menerapkan kurikulum prototipe.

Leave a Comment