- Ketika Sampah Tak Lagi Jadi Masalah: Inovasi Kampus dan Masyarakat Bangun Ekonomi Sirkular
- PT Semen Indonesia Luncurkan Produk Rendah Karbon
- KPK Menggeledah Rumah Anggota DPRD Bengkulu, Berikut Penjelasannya
- Kemendagri Kolabs Dengan Pandawara Group Untuk Gelar Kampanye Lingkungan Bersih
- Survey IPO Ungkap 63 Persen Masyarakat Puas Dengan Kinerja Presiden Prabowo Subianto
Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat Akibat PTM 100 Persen
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sebagian besar sekolah di Indonesia sudah melakukan PTM 100 persen.
Beberapa minggu lalu kasus Covid-19 di Indonesia menurun sangat drastis, bahkan hampir tidak ada kasus Covid-19 di Indonesia.
Oleh karena itu, sudah banyak sekolah di sejumlah daerah yang melakukan PTM 100 persen.
Namun, baru-baru ini kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat, khususnya di DKI Jakarta.
Berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, banyak siswa dan guru yang terpapar Covid-19 akibat PTM 100 persen.
Diketahui kasus Covid-19 di DKI Jakarta meluas karena klaster sekolah yang sudah melakukan PTM 100 persen.
Tingkat penyebaran paling luas yaitu ada di jenjang SMA dan SMK.
Menurut data dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, terdapat 120 siswa di DKI Jakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Selanjutnya terdapat 9 guru dan 6 tenaga pendidikan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Jumlah total kasus Covid-19 klaster sekolah di DKI Jakarta ada 135 warga sekolah.
Oleh karena itu, pada Rabu, 26 Januari 2022, para guru dan tenaga pendidikan memohon kepada pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan PTM 100 persen.
Satriwan Salim, selaku Koordinator Nasional P2G mengatakan, sekolah di DKI Jakarta harus dilakukan secara daring terlebih dahulu, pasalnya angka kasus Covid-19 kembali meningkat.
“Kami memohon agar Pak Anies mengembalikan kepada skema PTM Terbatas 50 persen. Dengan metode belajar Blended Learning, sebagian siswa belajar dari rumah, dan sebagian dari sekolah. Metode ini cukup efektif mencegah learning loss sekaligus life loss,” ujar Satriwan Salim.
“P2G berharap Pemprov DKI Jakarta jangan meremehkan kondisi ini, jangan pula tunggu gelombang ketiga kasus Covid-19 memuncak. Di sekolah kita pernah belajar peribahasa: Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna,” sambungnya.
Mengalami Lonjakan

Satriwan Salim mengatakan, dari 1 Januari sampai 26 Januari 2022 2022, angka kasus Covid-19 mengalami kenaikan yang sangat drastis.
Saat ini diketahui ada penambahan sebesar 4.878 kasus Covid-19 di Indonesia.
Sedangkan di DKI Jakarta sendiri ada 2.190 kasus Covid-19.
“Alhasil berdampak kepada pendidikan khususnya sekolah di Jakarta. Sudah 90 sekolah yang ditutup, menghentikan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, akibat siswa dan guru positif Covid-19,” ujar Satriwan Salim.
Hal ini membuat guru, siswa, dan orang tua murid cemas, pasalnya dengan dilaksanakan PTM 100 persen justru kasus Covid-19 meningkat.
Oleh karena itu, Satriwan Salim berharap agar sekolah dan perkuliahan di Indonesia dilaksanakan secara daring terlebih dahulu hingga kondisinya benar-benar membaik.
Discover hidden treasures and secrets in our expansive game world! Lucky cola
… [Trackback]
[…] Read More on that Topic: beritaterkini.biz/kasus-covid-19-di-jakarta-meningkat-akibat-ptm-100-persen/ […]
… [Trackback]
[…] Find More Information here to that Topic: beritaterkini.biz/kasus-covid-19-di-jakarta-meningkat-akibat-ptm-100-persen/ […]
… [Trackback]
[…] Find More to that Topic: beritaterkini.biz/kasus-covid-19-di-jakarta-meningkat-akibat-ptm-100-persen/ […]
… [Trackback]
[…] Read More on to that Topic: beritaterkini.biz/kasus-covid-19-di-jakarta-meningkat-akibat-ptm-100-persen/ […]