Ganjar Pranowo Sudah Siapkan Strategi Untuk Hadapi Omicron di Jateng

Berita Terkini –¬†Seperti yang kita tahu, pemerintah mengumumkan bahwa Indonesia resmi masuk gelombang 3 kasus Covid-19.

Diketahui lonjakan gelombang 3 tersebut karena adanya varian baru Omicron yang menyebar sangat pesat.

Bukan hanya itu, lonjakan gelombang 3 kasus Covid-19 juga dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru lalu.

Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh kepala daerah agar mempersiapkan serta mengantisipasi adanya lonjakan varian Omicron di daerahnya masing-masing.

Ganjar Pranowo, selaku Gubernur Jawa Tengah mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa hal untuk mengantisipasi adanya lonjakan varian Omicron.

Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan strategi untuk menangani lonjakan varian Omicron seperti varian Delta pada tahun lalu.

“Kita sudah bertemu, saya, pak kapolda, dan pak pangdam untuk menyiapkan semuanya. Persiapannya sama, seperti skenario Delta dulu,” ujar Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo mengaku, pihaknya juga sudah menyiapkan sumber daya manusia di rumah sakit, dan obat-obatan serta alat medis lainnya.

“Semua persiapan itu sudah kita lakukan, sambil kita terus edukasi masyarakat terkait protokol kesehatan. persis pemerintah presiden tadi, yang penting masyarakat sekarang taat prokes. Minimal masker itu wajid dalam setiap aktivitas, seperti di pasar, sekolah dan lainnya,” ujar Ganjar Pranowo.

Menurut Ganjar Pranowo, dirinya akan berfokus kepada daerah-daerah di Jawa Tengah yang rentan penyebaran varian Omicron.

“Jadi tidak semua di Jateng diterapkan hal yang sama, melainkan kasus per kasus, sesuai dengan kondisi daerah masing-masing,” ujar Ganjar Pranowo.

“Rasanya semua kota besar di Jawa mulai ada peningkatan. Kalau di Jateng hanya Semarang-Solo yang meningkat. Tapi semuanya tetap siaga. Insya Allah semua kita siapkan,” sambungnya.

 

Jawa Tengah Masih Terkendali

Ganjar Pranowo mengatakan, varian Omicron di Jawa Tengah masih terkendali, dan belum ada kasus meninggal akibat varian Omicron.

Jadi menurut Ganjar Pranowo, varian Omicron di Jawa Tengah masih dibilang cukup rendah dan masih dapat terkendali.

“Pulau Jawa ini rasanya semua kota besar mulai ada peningkatan. Kalau di Jateng hanya Semarang-Solo yang meningkat. Tapi secara keselurhan, Jateng masih paling rendah dibanding Jabar, Jatim, DKI Jakarta dan Bali. Bukan berarti kita leha-leha, semuanya tetap siaga. InsyaAllah semua kita siapkan,” ujar Ganjar Pranowo.

Namun, Ganjar Pranowo juga menegaskan bahwa kita semua tidak boleh menyepelekan apalagi sampai tidak menaati protokol kesehatan.

 

Menutup PTM Sekolah

Ganjar Pranowo meminta kepada seluruh pengurus sekolah seperti guru atau pegawai agar selalu memantau perkembangan kasus Covid-19 di sekolah.

Ganjar Pranowo juga mengatakan bahwa jika sampai terdapat kasus varian Omicron, maka sekolah harus ditutup sementara.

“Dalam hal terjadi kasus, tutup sekolah itu. Jadi tidak semua di Jateng diterapkan hal yang sama, melainkan kasus per kasus sesuai dengan kondisi daerah masing-masing,” ujar Ganjar Pranowo.

Leave a Comment