Densus 88 Tangkap 3 Orang Diduga Teroris di Bekasi

Berita Terkini – Kombes Aswin Siregar, selaku Kepala bagian bantuan Operasi Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengatakan, ada 3 orang diduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI), Bekasi.

Densus 88 berhasil menangkap 3 orang tersebut yang diduga teroris pada Selasa, 16 November 2021.

Diketahui 3 orang yang diduga teroris tersebut berinisial FA, Az, dan AA.

Kombes Ahmad Ramadhan, selaku Kabag Penum Divisi Humas Polri mengatakan, ketiga orang yang diduga teroris tersebut, salah satunya merupakan ketua Partai Dakwah Rakyat Indonesia, Farid Okbah.

Ahmad Ramadhan mengatakan, FAO diduga mempunyai ikatan dengan kelompok terorisme Jemaah Islamiyah (JI).

Setelah diselidiki tim Densus 88, pada tahun 2018 FAO pernah memberikan uang senilai Rp 10 juta pada Perisai Nusantara Esa.

Perisai Nusantara Esa adalah sayap organisasi dari Jamaah Islamiyah dalam bidang advokasi.

“Dia (FAO) ikut memberikan solusi kepada saudara Arif Siswanto yang telah ditangkap terkait dengan pengamanan anggota JI pasca penangkapan saudara Parawijayanto dengan membuat wadah baru, partai yang dibentuk oleh FAO, Partai Dakwah Rakyat Indonesia atau PDRI,” ujar Ahmad Ramadhan.

Penjelasan Pihak MUI

Ikhsan Abdullah, selaku Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia mengatakan, pihaknya siap memberikan dampingan hukum kepada pengurus Komisi Fatwa MUI yang ditangkap oleh Densus 88.

“Ya bila diperlukan kami akan membantu untuk mendampingi hak-hak yang bersangkutan tapi soal hukum ya. Apa pun sebagai warga negara ya kita luruskan dong kalau memang dia melakukan kegiatan seperti itu,” ujar Ikhsan Abdullah.

Ikhsan Abdullah juga membenarkan bahwa yang bersangkutan memang benar menjadi pengurus Komisi Fatwa MUI.

“Iya benar, jadi dia itu mewakili atau representasi dari Dewan Dakwah¬†Jadi di MUI itu kan memang representasi dari ormas-ormas Islam,” ujar Ikhsan Abdullah.

“Beliau ini merupakan perwakilan dari Dewan Dakwah, itu yang kita tahu ya,” sambungnya.

Ikhsan Abdullah juga mengaku bahwa seluruh pengurus MUI merasa prihatin atas kabar tersebut.

Namun Ikhsan Abdullah juga menegaskan bahwa semua kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan MUI.

“Intinya kami dari MUI tentu saja prihatin atas peristiwa ditangkapnya beliau dan merasa sedih,” ujar Ikhsan Abdullah.

“Semua itu menjadi bagian tanggung jawab yang bersangkutan pribadi ya kan,” sambungnya.

Ikhsan Abdullah juga mengatakan bahwa MUI tidak bertanggung jawab atas perbuatan pelaku, semua diserahkan oleh pihak yang berwajib.

Ikhsan Abdullah juga menambahkan bahwa MUI merupakan organisasi yang anti dengan gerakan-gerakan atau aksi teror.

“Bukan tanggung jawab MUI, karena MUI yakin adalah organisasi yang sangat menolak gerakan-gerakan terorisme,” tutupnya.

Leave a Comment