- Empat Startup Indonesia Resmi Tampil di Sushi Tech Tokyo Jepang
- Menteri LH Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat Fenomena El Nino
- Pupuk Urea Indonesia Resmi Diperebutkan Banyak Negara, Berikut Penjelasannya
- Mentan Jamin Cadangan Beras Indonesia Tercukupi dan Tidak Terdampak El Nino
- Relawan Arief Kamarudin Mengajak Pemerintah dan Warga Untuk Membasmi Ikan Sapu-Sapu di Perairan Sungai
Menteri LH Gelar Program Mudik Ramah Lingkungan
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sebentar lagi seluruh umat Muslim di dunia akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.
Sebagai informasi bahwa Lebaran bukan hanya menjadi momen hangat dan momen bahagia untuk para umat Muslim saja, melainkan seluruh umat di Indonesia juga turut bertoleransi merayakan libur Lebaran dengan berkumpul keluarga atau berpergian, karena mengingat bahwa libur lebaran adalah libur yang sangat panjang dalam kalender tahunan.
Momen Lebaran juga merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, karena dalam momen Lebaran pasti ada yang namanya pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).
Karena libur lebaran sangat panjang hingga beberapa hari, maka banyak sekali masyarakat yang melakukan aktivitas mudik, terlebih lagi bagi mereka yang hidup dan tinggal jauh dari keluarga
Pengertian mudik sendiri ialah tradisi tahunan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia yang merantau untuk pulang kembali ke rumah atau ke kampung halaman, dengan tujuan silaturahmi bersama keluarga, melepas rasa rindu, dan berziarah.
Mudik biasanya ditandai dengan tingginya pergerakan mobilitas transportasi masyarakat dari kota besar atau kota metropolitan ke daerah.
Tingginya pergerakan mobilitas transportasi tersebut akan menimbulkan beberapa dampak terhadap kota-kota, seperti padatnya arus lalu lintas, tingginya harga pasokan bahan pangan, tingginya risiko laka lantas, tingginya tingkat polusi udara, dan tingginya volume sampah.
Meskipun terdapat beberapa dampak, tetapi dampak yang paling terlihat ialah seperti tingginya volume sampah, padahal saat ini volume sampah di negara Indonesia sudah mengalami overload.
Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim bahwa pada tahun 2025, negara Indonesia telah menghasilkan sampah sebesar 68 juta ton, dan angka tersebut meningkat drastis dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni pada tahun 2024 hanya sebesar 35,01 juta ton.
Berdasarkan jurnal dari beberapa pihak maka dijelaskan bahwa negara Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat produksi sampah tertinggi di dunia.
Baru-baru ini, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BLPH) Hanif Faisol Nurofiq mengumumkan bahwa pihaknya akan menggelar program mudik minimalis sampah melalui rest area seperti di KM 166 A Jalan Tol Cikopo-Paliman (Cipali), Jawa Barat (Jabar).
Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, dalam momen lebaran 2026 ini, rest area adalah salah satu titik berkumpulnya masyarakat saat melakukan mudik, oleh karena itu, program minimalis sampah di rest area harus digelar agar tidak menimbulkan tumpukan sampah yang hebat.
Menurut Hanif Faisol Nurofiq, salah satu langkah paling efisien dan efektif untuk menekan tingkat volume sampah di rest area ialah dengan program pengolahan sampah.
Pada pelaksanaannya, pihak Kementerian Lingkungan Hidup akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membangun keperluan pengolahan sampah di sejumlah rest area yang dinilai mempunyai tingkat mobilitas yang tinggi.
Hanif Faisol Nurofiq juga mengaku bahwa tugas menjaga lingkungan bukan samata-mata tugas pemerintah saja, melainkan seluruh masyarakat yang hidup dan tinggal di Tanah Air juga harus turut ambil bagian dalam menjaga dan melestarikan lingkungan agar tetap asri dan sehat tanpa adanya pencemaran sampah atau kerusakan lingkungan.
Beberapa hari yang lalu, Presiden Prabowo Subianto juga sempat menghimbau kepada seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pihak Swasta untuk berupaya semaksimal mungkin dalam berbagai sektor di momen lebaran, khususnya sektor kebersihan lingkungan, karena mengingat saat ini beban sampah di Indonesia sudah cukup besar.
Disisi lain, Hanif Faisol Nurofiq juga menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan inspeksi dan pemantauan yang ketat di sejumlah rest area, dan pihaknya juga tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi kepada pihak pengelola jalan tol yang tidak menaati aturan terlebih lagi dalam sektor kebersihan lingkungan.
Bukan hanya memberikan himbauan kepada pengelola saja, melainkan pihak Kementerian Lingkungan Hidup juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan tol untuk lebih berhati-hati dalam berkendara dan mempunyai etika yang baik dalam kebersihan lingkungan.
Pihak Kementerian Lingkungan Hidup juga memberikan tips dan trik bagi para pengguna agar ramah lingkungan, seperti membawa tumbler atau botol sendiri agar bisa di refill setiap saat, membuang sampah pada tempatnya dan sesuai dengan jenisnya, bawa tote bag atau tas belanja sendiri untuk menghindari penumpukan sampah plastik, membawa tempat makan yang dapat digunakan ulang, mengambil makan secukupnya dan selalu menghabiskan makanan tanpa sisa.
Berikut cuplikan video edukasi tentang mudik ramah lingkungan:
https://www.tiktok.com/@waste4change/video/7485228791971794231?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7612659958836528661