Danantara Siap Restrukturisasi BUMN Menjadi Lebih Efektif dan Menguntungkan

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini reputasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah tercoreng karena adanya para oknum pejabat tinggi yang melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagai informasi bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan yang sangat tidak terpuji, yakni dengan cara menyalahgunakan jabatan atau kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu dan tindakan tersebut sangat merugikan negara dan masyarakat.

Dengan kata lain, korupsi adalah tindakan yang mengambil atau merampas hak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat tidak mampu atau menengah kebawah.

Diketahui, tindakan korupsi di Indonesia sudah ada sejak beberapa puluh tahun yang lalu, dan jika di total secara keseluruhan, maka negara Indonesia telah mengalami kerugian hingga triliunan rupiah.

Tindakan korupsi di Indonesia kerap terjadi di lingkup pemerintahan atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan angka terbesarnya terjadi di lingkup BUMN.

Sebagai contoh nyata bahwa pada beberapa pekan yang lalu, terdapat beberapa BUMN yang terjerat kasus korupsi besar-besaran, dan beritanya juga menyebar hingga ke seluruh negara di dunia, beberapa kasus tersebut meliputi kasus korupsi PT. Timah, PT. Asabri, PT. Jiwasraya, dan PT. Pertamina, PT. Duta Palma, dan PT. TPPI.

Karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi di lini BUMN, akhirnya nama BUMN menjadi tercoreng dan banyak masyarakat yang tidak percaya lagi dengan produk maupun jasa dari BUMN.

Bukan hanya berdampak negatif terhadap sektor dalam negeri saja, tetapi reputasi buruk BUMN juga akan menurunkan nilai investasi, dan banyak para calon investor yang menghindari pasar saham BUMN Indonesia.

Untuk mengembalikan reputasi baik dan kepercayaan masyarakat atau investor terhadap BUMN, akhirnya Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Investasi daya Anagata Nusantara (Danantara).

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Danantara mempunyai tugas khusus untuk meningkatkan investasi di Indonesia, dan menjadikan Indonesia sebagai pusat investasi dunia.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, untuk dapat meningkatkan investasi di Indonesia, maka kita harus membenahi struktur-struktur yang gagal terlebih dahulu, maksud dari pembenahan struktur tersebut adalah kita harus berani merombak sistem lama menjadi sistem yang baru yang lebih unggul, terstruktur, efisien, efektif, dan sulit untuk dibobol atau dengan kata lain tidak akan ada lagi celah sedikitpun untuk para oknum pejabat melakukan korupsi.

 

Tanggapan Anggota DPR

Firnando Ganinduto: Halal Bi Halal Tradisi Baik Yang Perlu Terus Dilestarikan Partai Golkar - Politiknesia

Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto mengatakan, Danantara merupakan langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan BUMN di Indonesia, dan Danantara dapat menjadi terobosan baru untuk mempercepat transformasi BUMN menjadi lebih adaptif, kompetitif, dan berdaya saing global.

Firnando Ganinduto menjelaskan, kewenangan yang dimiliki oleh Danantara dapat dijadikan bukti bahwa pemerintah mempunyai komitmen yang kuat untuk menciptakan tata kelola perusahaan dan investasi negara yang lebih terstruktur dan profesional.

Menurut Firnando Ganinduto, saat ini Danantara sudah mempunyai kekuatan dan pengalaman yang handal dalam dunia investasi, dan dalam beberapa waktu kedepan, Danantara akan menjadikan Indonesia sebagai pusat investasi dunia yang berkelanjutan.

Dengan adanya pertumbuhan investasi di Indonesia, maka hal tersebut akan berpengaruh positif signifikan terhadap perekonomian Indonesia, dan pada akhirnya kemiskinan di Indonesia juga akan menurun serta banyak masyarakat yang hidup sejahtera.

Firnando Ganinduto juga mengapresiasi kinerja dari Danantara, karena pada beberapa pekan yang lalu, Danantara telah berhasil mengucurkan dana sekitar Rp 130 triliun guna membangun proyek perumahan murah untuk masyarakat Indonesia.

Hasil tersebut adalah hasilĀ  yang sangat membanggakan dan kita semua patut memberikan apresiasi atas kinerja Danantara dalam membangun investasi di Indonesia.