- Anggaran MBG Resmi Diturunkan Menjadi Rp 268 Triliun, Berikut Penjelasannya
- Indonesia Resmi Meraih Peringkat Pertama di Dunia Terkait Transparansi Perpajakan
- Bank Indonesia Ungkap Penyebab Lemahnya Rupiah Terhadap Dolar AS
- Pembangunan 357 Hunian Tetap di Sumatera Telah Resmi Selesai Pada Hari Ini
- Bahlil Tanggapi Isu Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi
Presiden Prabowo Subianto Bertemu Dengan Presiden Singapura, Guna Membahas Program Perumahan Rumah Untuk Rakyat
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sejak beberapa dekade yang lalu, negara Indonesia sudah dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Sebagai informasi bahwa sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia terbagi menjadi beberapa sektor, yakni hayati dan non hayati.
Definisi dari sumber daya alam hayati adalah sumber daya yang berasal dari makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan, sedangkan sumber daya alam non hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari benda mati seperti tanah, air, udara, mineral, tembaga, minyak bumi, timah, nikel, pasir besi, dan batu bara.
Sumber daya alam yang dimiliki oleh negara Indonesia tersebut diakui oleh banyak negara di dunia, dan banyak negara juga yang melakukan impor bahan baku atau bahan setengah jadi dari negara Indonesia untuk kebutuhan produksi barang di negaranya.
Meskipun dikenal sebagai negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, tetapi pada realitanya saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang hidupnya sengsara dalam kemiskinan dan jauh dari kata sejahtera.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, maka dijelaskan bahwa pada tahun 2025 ini telah terdapat sebanyak 60,3 persen dari total populasi penduduk di Indonesia yang hidup dalam kemiskinan, angka persenan tersebut setara dengan 171,8 juta jiwa.
Dalam era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, maka saat ini pemerintah telah mempunyai beberapa program unggulan untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat Indonesia.
Beberapa program unggulan tersebut meliputi program makan siang bergizi gratis (MBG) guna membasmi masalah stunting pada anak, program hilirisasi, program pendidikan modern dan menggunakan teknologi, dan program lain yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat.
Untuk dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat, maka pemerintah harus belajar dari sejumlah negara tetangga yang telah berhasil menyejahterakan rakyatnya serta memberikan fasilitas dan bantuan yang mumpuni untuk menunjang taraf kehidupan yang lebih baik lagi.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto telah resmi bertemu dengan para pejabat negara Singapura untuk bersilaturahmi dan membahas terkait program hebat yang ada di Singapura.
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan para pejabat tinggi Singapura telah resmi digelar di Istana Kepresidenan Singapura, pada Senin, 16 Juni 2025.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, kita sebagai negara yang bijak tidak boleh gengsi untuk belajar dan meniru program unggulan yang telah berhasil diterapkan oleh negara lain.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, negara Singapura adalah negara yang hebat karena mereka telah berhasil memberikan perumahan rumah untuk rakyatnya, dan berdasarkan data yang ada, maka adanya program tersebut dapat menurunkan tingkat angka kemiskinan di Singapura.
Oleh karena itu, Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya sangat mengapresiasi negara Singapura, dan secara terang-terangan dirinya ingin belajar langsung dengan negara Singapura.
Kekuatan Danantara

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini negara Indonesia telah mempunyai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dengan adanya pengalaman serta ilmu yang cukup, maka Danantara mempunyai kekuatan yang hebat dalam dunia investasi di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, Danantara akan diutus pergi ke negara-negara hebat di dunia untuk mengamati pergerakan ekonomi dan membawa oleh-oleh investasi ke Indonesia.
Salah satu negara yang akan dikunjungi oleh Danantara adalah negara Singapura, karena Singapura telah berhasil dalam mewujudkan program perumahan murah untuk rakyat, dan dapat mengentaskan kemiskinan di negaranya.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, dalam beberapa tahun kedepan, negara Indonesia akan menjadi pusat investasi dunia dan Indonesia juga akan berhasil untuk mewujudkan cita-citanya menjadi Indonesia Emas 2045.
Dalam pertemuannya tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga diberikan kesempatan oleh Presiden Singapura untuk memberikan nama bunga Anggrek di Singapura.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, Saya diberi kehormatan untuk mencalonkan sebuah nama dan saya mencalonkan nama ibu saya untuk memberikan penghormatan kepadanya karena telah membesarkan saya, karena telah membesarkan seorang anak laki-laki yang mungkin sulit di masa mudanya. Akhirnya, ia menjadi Presiden Indonesia.