- UMKM Bisa Mendapatkan QRIS Tanpa Harus Membuka Rekening, Berikut Penjelasannya
- Presiden Prabowo Subianto Temui Presiden AS Donald Trump Hari Ini
- Upaya Pemerintah Dalam Mencapai Swasembada Bawang Putih
- Presiden Prabowo Optimis Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju dan Seluruh Rakyat Menjadi Sejahtera
- Pandji Pragiwaksono Komitmen Bersikap Kooperatif Saat Jalani Pemeriksaan
UMKM Bisa Mendapatkan QRIS Tanpa Harus Membuka Rekening, Berikut Penjelasannya
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai informasi bahwa saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.
Diketahui, untuk dapat menjadi negara maju, maka terdapat beberapa syarat yang harus dilalui, seperti pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, peningkatan inovasi dan teknologi, perbaikan tata kelola pemerintahan, dan tingkat kemiskinan sangat rendah bahkan nihil.
Untuk dapat memenuhi syarat-syarat tersebut, maka saat ini Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih telah menggelar sejumlah program unggulan, seperti Program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG), Swasembada Pangan, Penyempurnaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Pemberantasan Kemiskinan, Pemberantasan Narkoba, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Pendidikan dan Digitalisasi, Penguatan Kesetaran Gender, Penguatan Kerukunan Antar Umar Beragama, Pelestarian Seni Budaya, dan pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).
Meskipun mempunyai banyak cara untuk meningkatkan perekonomian nasional, tetapi faktor utama yang paling mendukung untuk meningkatkan perekonomian nasional ialah perkembangan UMKM.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini UMKM telah menyumbang lebih dari 60 persen terhadap PDB (Produk Domestik Bruto), dan para pakar mengklaim bahwa UMKM memang menjadi tulang punggung negara dan menjadi faktor utama untuk meningkatkan roda perekonomian nasional.
Bukan hanya dinilai mempunyai dampak terhadap perekonomian nasional saja, melainkan UMKM juga dinilai mampu berdampak positif terhadap ekonomi daerah, seperti meningkatkan lapangan pekerjaan, mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat yang mandiri, meratakan ekonomi daerah, meningkatkan devisa, meningkatkan inovasi produk dalam negeri, dan meningkatkan ketahanan ekonomi nasional dari krisis dan ketidakpastian global.
Pihak Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengklaim bahwa saat ini telah terdapat 64 juta unit UMKM yang telah terdaftar secara resmi dan mempunyai NIB (Nomor Induk Berusaha).
Meskipun UMKM dinilai mempunyai dampak yang positif terhadap bangsa dan negara, tetapi pada realitanya saat ini UMKM masih mempunyai beberapa kendala dalam menjalankan unit bisnisnya.
Beberapa kendala yang dialami oleh UMKM sendiri ialah seperti kesulitan dalam mengembangkan produk, tidak mempunyai kepemahaman yang cukup dalam promosi digital, dan kesulitan dalam mengikuti transformasi digital, salah satu contohnya ialah saat ini banyak UMKM yang masih belum menyediakan transaksi elektronik, padahal saat ini sebagian besar masyarakat telah melakukan transaksi secara digital menggunakan Qris atau Transfer.
Untuk menanggulangi kendala yang ada di UMKM tersebut, maka saat ini Pemerintah, BUMN, dan Pihak Swasta akan berkomitmen untuk bekerja sama dengan UMKM dalam mengembangkan unit bisnisnya.
Baru-baru ini, PT iForte Payment Infrastructure (iFortepay) mengumumkan bahwa anak perusahaannya PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) akan memberikan layanan kemudahan berupa acquiring QRIS terhadap seluruh pelaku UMKM di Indonesia, jadi para UMKM tidak perlu membuka rekening terlebih dahulu untuk mendapatkan QRIS.
Direktur Utama iForetepay Valerino Wijaya menjelaskan, program acquiring QRIS merupakan bentuk nyata dari kepedulian PT iForetepay terhadap para pelaku UMKM di Indonesia, dan hal ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ekonomi digital dan berkelanjutan.
Valerino Wijaya menjelaskan, para pelaku UMKM membutuhkan pembayaran dan pembukuan yang tidak rumit, transparan, dan terjangkau, maka dari itu, pihak iForetepay membuat program pembayaran QRIS untuk UMKM yang sangat mudah digunakan tanpa membutuhkan persyaratan yang kompleks atau rumit.
Dalam pelaksanaannya, program acquiring QRIS UMKM hanya membutuhkan persyaratan KTP (Kartu Tanda Penduduk), foto menggunakan kamera depan, dan informasi dasar mengenai unit usaha.
Program acquiring QRIS UMKM di desain dengan sangat sederhana agar seluruh kalangan usia mudah memahaminya, dan program ini mampu dijalankan dengan real-time untuk menghindari adanya kecurangan transaksi.
Bukan hanya menyediakan QRIS saja, melainkan program acquiring iForetepay juga mampu membuat dan menyediakan laporan keuangan yang sederhana terhadap para penggunanya.
Laporan keuangan ini mampu digunakan dan dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk malakukan analisa dan membuat keputusan terhadap unit usahanya dalam waktu yang akan datang.
UMKM Binaan Pertamina Berhasil Kantongi 10,4 Miliar

Sejumlah pakar mengklaim bahwa UMKM memanglah unit usaha yang kecil dan nilainya tidak seberapa, tetapi jika seluruh UMKM di Indonesia mampu mengembangkan usahanya dengan baik, maka nilainya akan sangat fantastis dan dapat mendorong ekonomi nasional serta mendukung cita-cita negara kita menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.
Contoh nyata dari keberhasilan UMKM adalah, baru-baru ini, kelompok UMKM binaan PT Pertamina telah berhasil mendapatkan pendapatan yang nilainya sangat fantastis, yakni mencapai 10 miliar rupiah.
Capaian pendapatan UMKM binaan PT Pertamina tersebut berlangsung di acara INACRAFT 2026 yang diadakan di Jakarta Conventon Center (JCC) pada 4-8 Februari 2026.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung UMKM di ajang nasional maupun internasional, dan pihaknya juga bersedia untuk memberikan pelatihan, edukasi, dan biaya yang gratis untuk para UMKM yang ingin mengembangkan unit usahanya.
Muhamad Baron mengaku bahwa tujuan PT Pertamina saat ini ialah ingin produk UMKM di seluruh Indonesia mempunyai kualitas yang unggul, berdaya saing global, harga yang terjangkau, dan peluang yang tinggi untuk menguasa pasar nasional maupun internasional.
Salah satu pendiri UMKM, Mochamad Shodik mengaku bahwa dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan dari PT Pertamina, karena atas dukungan tersebut unit usaha miliknya menjadi ramai dan dikenal banyak orang.
Mochamad Shodik juga menegaskan bahwa para UMKM tidak bisa hanya mengandalkan keunggulan produknya saja, melainkan UMKM harus mempunyai strategi yang benar agar usahanya semakin berkembang, strategi yang dimaksud ialah seperti melakukan inovasi baru, mempunyai kreatifitas yang tinggi, dan mampu beradaptasi ke sistem digital.