Supratikno Sebut Djarot Pendamping Ahok Yang Saling Melengkapi

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Jakarta – Ketua DPD PDIP Hendrawan Supratikno mengungkapkan pendapatnya soal pencalonan kembali Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Menurut dia, Djarot merupakan kriteria yang mempunyai sifat berbeda dengan Ahok. Tetapi, justru itulah yang membuat keduanya menjadi pasangan yang melengkapi.

“Begini, pasangan yang melengkapi yakni yang satu tesa, satu lagi antitetisnya,”ucap Supratikno.

Dia mengatakan Ahok adalah kriteria yang blak-blakan dan terbuka. Ahok juga mempunyai spontanitas tinggi. Sifatnya yang seperti itu seringkali disalahpahami.

Supratikno berpendapat pengagum Ahok kebanyakan berusia 30 tahun ke bawah. Karena, banyak generasi muda yang muak dengan politisi santun tetapi korupsi.

Sifat Ahok yang suka blak-blakan tetapi dipercaya jujur dianggap figur baru yang didambakan. “Tapi pak Djarot ini pasangannya. Dia lebih banyak mendengar, kalem,”ucap Supratikno.

Menurut dia, Djarot lebih banyak mendapat simpati dari warga Jakarta yang telah memasuki usia 30 tahun ke atas. Karena, mereka dianggap lebih senang mendengarkan Djarot yang tidak bersuara terlalu kencang.

“Nah kalau keduanya dipasangkan itu sama dengan pedal dan rem. Kapan kita gunakan [eda; dan kapan kita gunakan rem,”ucap Supratikno.

Sampai saat ini, PDIP masih belum menentukan siapa yang bakal mereka usung dalam Pilkada DKI 2017. Supratikno memitna semua pihak untuk menanti keputusan akhir mengenai itu.

Sebelum keputusan dideklarasikan, Supratikno pun merasa tidak masalah untuk mengungkapkan pendapatnya soal cocoknya pasangan Ahok dan Djarot.

PDI Perjuangan merupakan partai yang mampu mengusung calon gubernur dan calon wakil gubernur sendiri tanpa koalisi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

Mereka mempunyai jumlah kursi sebanyak 28 di DPRD DKI Jakarta. Adapun, syarat minimal untuk dapat mencalonkan calon gubernur dan calon wakil gubernur dalam Pilkada DKI 2017 yakni 2 kursi.

COMMENTS

Leave a Comment