Program Basmi Tikus Rp.20 Ribu Akan Tetap Jalan Terus Walaupun Ahok Cuti

Beritaterkini.bizBeritaterkini, Pelaksana tugas Gubernur Jakarta Sumarsono memberi dukungan program Gerakan Basmi Tikus di Jakarta. Gerakan ini digagas Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Saat sebelum cuti sebagai wagub DKI, Djarot bakal memberi imbalan Rp20 ribu untuk warga yang sukses menangkap satu ekor tikus.

” Jalan terus, dikarenakan itukan sisi dari masukan orang-orang. Tikus itu diberikan insentif Rp20 ribu, ” kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta.

Selama jadi Plt gubenur 3, 5 bulan menukar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sumarsono berjanji selalu memberi dukungan program Pemerintah Propinsi DKI Jakarta, satu diantaranya gerakan basmi tikus.

” Ya tetep jalan terus. Pokoknya apa pun yang mengganggu orang-orang pemerintah action. Nama manajemennya MEA, Manajemen By Informasi And Manajemen. Ada informasi permasalahan mesti ada action. Itu saja fikiran saya, ” tutur Sumarsono.

Baca Juga : Tjahjo Kumolo : Sumarsono Adalah Orang Yang Tepat Gantikan Ahok

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini menerangkan, masalah biaya membasmi tikus tidak usah di kuatirkan. Sebab, lelaki yang akrab disapa Soni ini menjelaskan bila APBD DKI Jakarta semakin besar dari daerah-daerah lain, hingga masalah budget bukanlah jadi masalah.

Walau demikian, Soni belum tahu dengan cara tentu berapakah biaya yang dipakai untuk menggerakkan gerakan basmi tikus. Menurut dia, sebagai persoalan bukanlah pada besarannya, tetapi ada atau tidaknya budget fleksibel yang bisa dipakai untuk membayar warga yang menangkap binatang yang sama dengan tempat-tempat kotor itu.

” DKI itukan APBD paling besar seluruh Indonesia dengan biaya nyaris Rp70 triliun cukup besar. Bergantung fleksibiltas pemakaian budget, ” ucap dia.

” Jadi dalam KUAPPAS mesti ada biaya yang fleksibel dalam rencana merespon kebutuhan masyarakat. Saya sangka itu dasarnya, ” Soni memberikan.

Terlebih dulu, Djarot menyampaikan gerakan itu baru bakal dihentikan sesudah binatang yang sama dengan tempat-tempat kotor itu sudah tak akan berkeliaran di Jakarta.

Djarot cemas warga Jakarta terserang penyakit, mengingat tikus menularkan virus Leptospirosis lewat air kencingnya.

( Beritaterkini )

COMMENTS

Leave a Comment