- UMKM Bisa Mendapatkan QRIS Tanpa Harus Membuka Rekening, Berikut Penjelasannya
- Presiden Prabowo Subianto Temui Presiden AS Donald Trump Hari Ini
- Upaya Pemerintah Dalam Mencapai Swasembada Bawang Putih
- Presiden Prabowo Optimis Indonesia Dapat Menjadi Negara Maju dan Seluruh Rakyat Menjadi Sejahtera
- Pandji Pragiwaksono Komitmen Bersikap Kooperatif Saat Jalani Pemeriksaan
Presiden Prabowo Subianto Temui Presiden AS Donald Trump Hari Ini
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, beberapa kuartal yang lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengeluarkan kebijakan tentang kenaikan tarif untuk barang impor, dan tarif resiprokal terhadap negara-negara yang menerapkan tarif tinggi atas produk asal Amerika Serikat (AS).
Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya ingin memprioritaskan negara dan bangsanya terlebih dahulu, dan dengan kebijakan tersebut maka negaranya akan disegani oleh banyak negara di dunia.
Diketahui, kebijakan tarif resiprokal tersebut dirayakan oleh Donald Trump dan sejumlah warga negara AS, dan mereka menyebutnya dengan hari kebebasan.
Meskipun memberi keuntungan terhadap negara Amerika Serikat, tetapi kebijakan dari Donald Trump tersebut justru dinilai akan menimbulkan konflik dan berpotensi menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap sektor beberapa sektor industri di negara berkembang maupun negara maju.
Banyak negara yang merasa dirugikan oleh kebijakan Donald Trump tersebut, dan beberapa negara di dunia juga berencana untuk membalas perbuatan Donald Trump tersebut, dan mereka ingin menggelar perang dagang dunia secara terbuka.
Beberapa negara juga telah mengajukan komunikasi dan negosiasi dengan kebijakan tarif impor Donald Trump, salah satunya adalah negara kita tercinta, yakni negara Indonesia.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Negara Amerika Serikat (AS) untuk bertemu langsung dengan Presiden Donald Trump guna membahas topik hubungan kerja sama antara negara Indonesia dan AS.
Sebagai informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto bersama rombongannya telah melakukan lepas landas dari Pangkalan TNI AU (Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara) Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 16 Februari 2026.
Diketahui, rombongan yang turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan kunjungan tersebut yakni meliputi Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, tujuan utama dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Negara AS Presiden Donald Trump yakni untuk membahas mengenai penguatan hubungan kerja sama dan pengembangan kerjasama yang strategis dalam berbagai sektor.
Menurut Teddy Indra Wijaya, kunjungan kerja sama antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump dapat menjadi bukti bahwa negara Indonesia memang serius dalam memperkuat tali persaudaraan antar suatu negara, dan negara Indonesia juga menjadi negara yang bebas aktif.
Bebas aktif yang dimaksud ialah negara Indonesia tidak memihak satu blok atau satu kekuatan saja, melainkan negara Indonesia akan berkontribusi aktif terhadap perdamaian dunia, dan saling bahu-membahu atau bekerja sama antar negara lainnya tanpa memandang apapun.
Kerja sama antar negara memang harus dilakukan, terlebih lagi saat ini terdapat isu geopolitik global yang membuat seluruh sektor pemerintah dan industri terdampak.
Strategi Presiden Prabowo Subianto

Sebelum melakukan kunjungan terhadap Presiden AS Donald Trump, Presiden Prabowo terlebih dahulu menggelar rapat atau pertemuan terbatas dengan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya yakni di daerah Herlambang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 15 Februari 2026.
Pertemuan tersebut membahas mengenai langkah dan strategi Presiden Prabowo Subianto dalam menghadapi kesepakatan tarif dagang resiprokal antara negara Indonesia dengan negara Amerika Serikat (AS) yang rencana akan di rilis pada minggu depan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto menghimbau kepada seluruh Jajaran Kabinet Merah Putih bahwa negara Indonesia harus mempunyai tujuan yang strategis dan mampu memperoleh kesepakatan yang positif saat menghadiri forum atau diskusi internasional.
Teddy Indra Wijaya menjelaskan, dalam pertemuan rapat tersebut, Presiden Prabowo menegaskan beberapa hal: memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat, adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia.
Teddy Indra Wijaya mengaku bahwa saat ini Presiden Prabowo Subianto telah mempunyai tujuan yang hebat dan langkah yang strategis, bahkan beliau telah merancang bahwa kesepakatan tarif dagang resiprokal antara negara Indonesia dan AS tidak hanya bersifat administratif saja, melainkan mampu menjadi dongkrak untuk pertumbuhan perekonomian di negara Indonesia, contohnya seperti meningkatkan rantai pasokan global, meningkatkan produktivitas industri dalam negeri, membuka lapangan pekerjaan yang besar, membuka pabrik internasional, meningkatkan pasar saham nasional, dan meningkatkan perkembangan teknologi industri 5.0 seperti negara maju lainnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada beberapa pekan kedepan, Presiden Prabowo Subianto akan dijadwalkan untuk melakukan penandatanganan dokumen perdagangan resiprokal atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–AS bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Airlangga Hartarto menjelaskan, beberapa pekan yang lalu, Presiden AS Donald Trump sempat menurunkan tarif perdagangan sementara untuk Indonesia yakni di angka 19 persen, dari sebelumnya yakni 32 persen.
Tetapi, perjanjian tarif perdagangan tersebut hanya bersifat sementara, sampai pekan depan, dan saat ini Presiden Prabowo Subianto telah melakukan perundingan bersama Presiden AS Donald Trump agar tarif dagang Indonesia-AS dapat diturunkan lagi atau dikunci di angka 19 persen.
Disisi lain, Airlangga Hartarto juga yakin bahwa Presiden Prabowo Subianto akan berhasil dalam melakukan perundingan dan komunikasi penurunan tarif terhadap Presiden AS Donald Trump, pasalnya saat ini Presiden Prabowo Subianto telah mempunyai beberapa langkah yang strategis, adil, dewasa, dan saling menguntungkan terhadap kedua negara.