Heboh Sekolah Internasional di Indonesia Mendapatkan Teror Bom, Berikut Penjelasannya

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini tingkat kejahatan atau kasus kriminal di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya, dan kejahatan tersebut terbagi menjadi beberapa golongan.

Beberapa golongan tersebut meliputi kejahatan terhadap negara, kejahatan terhadap orang lain, kejahatan terhadap harta benda, kejahatan terhadap perdagangan dan industri, dan kejahatan berdasarkan Undang-Undang.

Diketahui, saat ini tingkat kejahatan atau kriminal yang paling tinggi terjadi di Indonesia adalah kejahatan dalam sektor keuangan, seperti penipuan, pembobolan, pemerasan, dan lainnya.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka dijelaskan bahwa pada periode 2024 tingkat kejahatan sektor keuangan telah mencapai 15.162 kasus, dan pada periode 2025 tingkat kejahatan sektor keuangan telah mengalami trend kenaikan yang cukup signifikan.

Baru-baru ini, terdapat kasus kriminal yang sangat menghebohkan warganet, yakni terdapat tiga sekolah internasional di Indonesia yang mendapat ancaman teror bom dari orang yang tidak tidak dikenal.

Ketiga sekolah internasional yang mendapatkan ancaman teror bom tersebut ialah sekolah Jakarta Nanyang School Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Mentari Internasional School (MIS), Kota Tangerang Selatan, Banten, dan North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pada awalnya, pihak manajemen sekolah mendapatkan sebuah pesan melalui WhatsApp dan surat elektronik E-mail oleh orang misterius yang mengaku bahwa mereka telah memasang sejumlah bom atau bahan peledak aktif di wilayah Nanyang School Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Mentari Internasional School (MIS), Kota Tangerang Selatan, Banten, dan North Jakarta Intercultural School (NJIS), Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pihak manajemen sekolah tersebut sontak kaget dan ketakutan saat membaca pesan tersebut, akhirnya pihak manajemen sekolah menghentikan proses kegiatan belajar mengajar, dan pihak manajamen sekolah langsung melaporkan ancaman tersebut ke pihak yang berwajib.

Berdasarkan laporan yang ada, maka kejadian teror bom tersebut berlangsung selama dua hari, pada Selasa, 07 Oktober 2025 terjadi di sekolah Mentari Internasional School (MIS) dan Nanyang School Pagedangan. Lalu pada hari Rabu, 08 Oktober 2025 terjadi di sekolah North Jakarta Intercultural School (NJIS).

Banyak orang tua wali siswa-siswi yang mengaku ketakutan saat mendengar hal tersebut, dan para orang tua juga bergegas ke sekolah untuk menjemput anak mereka. Sebagian orang tua juga berbondong-bondong melaporkan ancaman teror bom tersebut ke polsek terdekat.

Mendengar laporan tentang adanya teror ancaman bom di beberapa sekolah internasional, pihak kepolisian langsung bergegas menuju ke lokasi kejadian dengan membawa atribut lengkap serta sejumlah alat yang canggih untuk mendeteksi keberadaan bom atau bahan peledak aktif.

Setelah datang ke lokasi, pihak kepolisian langsung melakukan evakuasi dan mengamankan para murid serta guru yang masih ada di wilayah sekolah.

Setelah seluruh murid dan guru diamankan, pihak kepolisian langsung bergegas untuk melakukan penyidikan atau menyisir seluruh sudut sekolah untuk menemukan ancaman bom tersebut.

Bahkan, pihak kepolisian juga mengerahkan tim khusus seperti Pasukan Gegana yang merupakan bagian dari POLRI yang tergabung dalam Brigade Mobil (brimob) yang memiliki kemampuan khusus seperti anti-teror, penjinakan bom, intelijen, anti anarkis, dan penanganan KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif).

Setelah melakukan penyisiran di seluruh sudut sekolah, pihak kepolisian tidak menemukan tanda-tanda adanya pemasangan bom atau bahan peledak lainnya.

Pihak kepolisian mengklaim bahwa ancaman bom yang ada di sekolah internasional tersebut merupakan ancaman omon-omon dari para pelaku untuk mendapatkan uang tebusan sebesar 30.000 USD terhadap sasarannya.

Jadi, dapat dipastikan bahwa kasus ini adalah kasus kriminal dalam sektor keuangan tetapi menggunakan cara meneror yakni pelaku mengaku telah memasang bom di sejumlah daerah.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan telepon dengan kode +234 dimana kode terebut berasal dari daerah Nigeria, Afrika Barat.

 

Penjelasan Kapolres Tangerang

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Henry Inkiriwang

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang mengatakan, Tim Gegana Polda Metro Jaya telah melakukan penyisiran dan pembersihan di seluruh area sekolah internasional, dan terbukti bahwa sampai saat ini tidak ada tanda-tanda ditemukannya bom di area tersebut.

Victor Inkiriwang menjelaskan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menangkap para pelaku sampai ke akar-akarnya, dan pihaknya juga akan menyelidiki lebih lanjut apakah ini ada hubungannya dengan sindikat penipuan keuangan digital yang sedang marak akhir-akhir ini.

Victor Inkiriwang juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berani melaporkan ke polisi jika masyarakat merasa sedang terancam atau dalam kondisi yang darurat.

Disisi lain, Victor Inkiriwang juga menjelaskan bahwa saat ini pihak kepolisian telah mempunyai Call Center 24 jam yang sangat sigap dalam membantu masyarakat, Call Center tersebut ialah panggilan darurat 112.