Hari Pertama Sekolah Tatap Muka

Berita Terkini –¬†Seperti yang kita tahu, Pemerintah telah mengizinkan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Sekolah tatap muka dimulai sejak hari ini, pada 30 Agustus 2021.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan, siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka wajib divaksin terlebih dahulu.

Pemerintah juga sudah membuka vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak yang berusia 12 tahun keatas.

“Syarat agar anak boleh mengikuti sekolah tatap muka untuk anak dengan usia yang sudah diwajibkan mendapat vaksin COVID-19 adalah harus sudah divaksinasi,” lewat surat.

“Guru dan perangkat sekolah lainnya juga harus sudah divaksinasi.” lewat surat.

Oleh karena itu, IDAI meminta sekolah agar memantau siswanya sudah divaksin atau belum, guna kelancaran dan keamanan kegiatan sekolah tatap muka.

Pendapat IDAI mengenai pembukaan sekolah tatap muka ini ditandatangani oleh Ketua Umum IDAI Aman B. Pulungan dan Sekretaris Umum IDAI Hikari Ambara Sjakti, pada tanggal 27 Agustus 2021.

IDAI menegaskan, orang tua siswa berhak mengambil keputusan atas anaknya untuk masuk sekolah tatap muka atau daring.

Sekolah juga harus memfasilitasi siswanya untuk melakukan pembelajaran tatap muka disekolah maupun daring.

 

Kesaksian orang tua atas anaknya yang melakukan sekolah tatap muka

Buka Sekolah Saat Pandemi Demi Generasi Melek Materi Lagi

Beberapa sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka pada hari ini.

Banyak orang tua yang merasa senang atas dibukanya sekolah tatap muka.

Orang tua murid yang bernama Wulan, dari SDN Cengkareng Barat 15, Cengkareng, Jakar Barat, ia mengatakan bahwa dirinya senang anaknya yang masih SD ini sudah masuk sekolah tatap muka lagi, karena ia tidak pusing mengurus dan mendampingi anaknya saat daring.

“Seneng sih (sekolah) tatap muka, udah nggak daring lagi, soalnya kalau daring pusing juga ngerjain tugasnya. Pusing karena dari rumah. Udah gitu aku kerja juga. Capenya double,” ujar Wulan.

“Anak juga senang bisa ketemu teman-teman dan gurunya lagi,” lanjutnya.

Wulan mengaku telah membelikan anaknya perlengkapan kesehatan, seperti masker double, hand sanitizer, dan air minum.

“Masker double, faceshield, hand sanitizer dari rumah. Sama air minum, kalau makan enggak kan udah di rumah,” ujar Wulan.

Hal serupa yang dirasakan oleh Eti, orang tua murid lainnya.

“Seneng sih antusiasnya (anak) sangat tinggi. Alhamdullilah dia (anak) mau ketemu teman-temannya, mau ketemu Ibu gurunya. Alhamdulillah, semangat 45!” ujar Eti.

Eti juga mengaku pusing bila belajar dilakukan secara daring, karena harus repot mengurusi anak dan urusan rumah tangga.

“Aduh pusing (selama belajar daring). Kadang kalau kita udah siap dampingin, anaknya belum siap, kayak ‘Mama nanti dulu deh Mama, mau main dulu’. Jadinya mending begini. Bersyukur legaan sedikit,” ujar Eti.

Eti dan Wulan mengaku tak khawatir tentang anaknya yang melakukan pembelajaran tatap muka, karena mereka sudah membekali anaknya dengan prokes yang lengkap serta mengimbau anaknya agar berperilaku bersih.

“Nggak kawatir kok, kan cuma 1,5 jam juga terus udah dibekelin masker double, faceshield gitu,” ujar Eti dan Wulan.