Wapres Gibran Janji Benahi Tata Kelola Program MBG dan Kopdes Merah Putih

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini sebagian besar warga +62 sedang dihebohkan dengan kasus korupsi pejabat tinggi Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebagai informasi bahwa pada beberapa hari yang lalu, pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi menangkap sejumlah pejabat tinggi di lini BGN terkait dugaan kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah pejabat tinggi BGN yang turut terjerat dalam kasus korupsi tersebut ialah meliputi Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya, Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, Asep Yusuf yang merupakan orang kepercayaan dari Sony, dan Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono.

Setelah pihak KPK menangkap lima tersangka tersebut, Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan untuk menghentikan jabatan mereka dan menggantikan mereka dengan beberapa orang yang berkompeten dan dinilai mampu membenahi program MBG.

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa kerugian negara akibat kasus korupsi BGN terhadap program MBG yakni mencapai kurang lebih sekitar Rp 1,1 triliun.

Meskipun para koruptor dalam lini BGN sudah resmi dicopot dan di proses hukum, tetapi sampai saat ini banyak masyarakat yang geram dengan para oknum koruptor, dan banyak masyarakat yang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan program MBG dan mengaudit total seluruh kegiatan MBG.

Menurut sejumlah pihak, program MBG adalah program yang sangat mulia, tetapi mengapa mereka para petinggi justru memanfaatkan program mulia tersebut untuk perbuatan yang sangat keji yakni korupsi dan merampas hak rakyat kecil.

Bahkan, dengan adanya kasus korupsi tersebut, maka banyak sekali gerakan aliansi mahasiswa di sejumlah daerah yang melakukan demo besar-besaran untuk meminta Presiden menghentikan program MBG.

Baru-baru ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengumumkan bahwa dirinya akan turun langsung untuk memastikan bahwa pemerintah akan membenahi program MBG dan Kopdes Merah Putih.

Tujuan adanya pemantauan langsung yakni untuk memastikan bahwa setiap Rupiah yang dikucurkan akan berdampak langsung dan memberi manfaat positif bagi masyarakat Indonesia.

Jadi, kedepannya tidak akan ada lagi yang namanya pengeluaran Rupiah mubazir atau anggaran negara keluar dengan sia-sia dan dimakan oleh para koruptor.

Gibran Rakabuming Raka menjelaskan, pemerintah telah berkomitmen bahwa program MBG dan Kopdes Merah Putih akan di evaluasi dengan baik agar program tersebut dapat lebih tepat sasaran, lebih efektif, lebih efisien, dan bebas dari adanya praktik korupsi.

Evaluasi program MBG dan Kopdes Merah Putih bukan semata-mata agar tepat sasaran saja, melainkan juga untuk meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat dan kepercayaan pasar terhadap program unggulan MBG dan Kopdes Merah Putih.

MBG Tak Bisa Dihentikan

Mengembalikan MBG ke Khittah Pendidikan

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, mau bagaimanapun kondisinya, pemerintah atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto akan tetap menjalankan program MBG.

Menurut Muhammad Qodari, program unggulan MBG merupakan program yang mulia dan merupakan mandat langsung dari masyarakat Indonesia.

Sebelum resmi mencalonkan diri sebagai Presiden, Prabowo Subianto telah mempunyai visi dan misi untuk negara Indonesia, dan setelah resmi menjabat banyak masyarakat yang meminta Presiden Prabowo Subianto menjalankan seluruh program unggulan yang telah dijanjikannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa program MBG dan Kopdes Merah Putih adalah program mulia, program mandat rakyat, dan program kontrak politik Presiden Prabowo Subianto.

Muhammad Qodari mengaku bahwa program MBG dan Kopdes Merah Putih memang tidak bisa dihentikan, tetapi program tersebut masih bisa diselamatkan dengan memperbaiki tata kelola dan melakukan evaluasi secara berkala.