- Infografis Kenaikan Harga BBM Pertamax
- Berikut Sektor Yang Diuntungkan Akibat Pelemahan Rupiah
- Infografis Pencopotan Jabatan Kepala BGN Dadan Hindayana
- Presiden Prabowo Subianto Sebut SDA Harus Dirasakan Langsung Oleh Rakyat
- Menteri Agama Akui Pembagian Daging Kurban Dapat Berkontribusi Dalam Mencegah Stunting
Infografis Kenaikan Harga BBM Pertamax
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini kondisi geopolitik global sedang tidak baik-baik saja.
Sebagai informasi bahwa kondisi geopolitik global merupakan gambaran interaksi letak geografis suatu wilayah dengan kekuatan politik, ekonomi, dan militer yang mempengaruhi hubungan internasional.
Diketahui, buruknya kondisi geopolitik global dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ialah seperti adanya konflik perang wilayah Timur Tengah yakni Amerika Serikat (AS) Israel vs Iran.
Konflik AS Israel vs Iran telah terjadi sejak beberapa pekan yang lalu, dan sampai saat ini kedua belah pihak tersebut tak kunjung damai atau menemukan titik terang.
Alhasil, seluruh beberapa sekutu dan negara tetangga turut terkena dampak negatif dari adanya perang tersebut, beberapa dampak negatif yang ditimbulkan akibat perang yakni inflasi global, terganggungnya rantai pasok pangan, kerusakan infrastruktur, polusi udara akibat serangan udara, dan terganggungnya rute logistik dan pelayanan global.
Salah satu dampak nyata yang dirasakan oleh seluruh negara saat ini ialah lonjakan kenaikan harga minyak mentah dunia, dan kenaikan tersebut terjadi hampir dua kali lipatnya.
Bukan hanya minyak dunia saja yang mengalami kenaikan harga, tetapi beberapa produk bahan baku atau raw material juga mengalami lonjakan harga yang sangat fantastis, sehingga banyak industri manufaktur yang mengalami kerugian atau gulung tikar.
Salah satu negara yang turut terdampak ialah negara kita tercinta yakni negara Indonesia, serta kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya pelemahan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS.
Bahkan beberapa hari yang lalu, kurs atau nilai tukar Rupiah terhadap Dolar sempat berada di titik tertinggi yakni Rp 18.169 per 1 Dolar Amerika Serikat.
Karena harga minyak dunia dan nilai tukar mata uang Rupiah semakin tertekan terhadap Dolar AS, akhirnya Pihak Pertamina turut melakukan penyesuaian harga terhadap beberapa jenis produk Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia.
Beberapa jenis produk BBM Pertamina yang turut mengalami penyesuaian harga ialah seperti, Pertamax 92 dan Pertamax Green 95.
Pertamax (RON 92) mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 16.250 per liter, dari sebelumnya Rp 12.900.
Selanjutnya, Pertamax Green (RON 95) mengalami penyesuaian harga menjadi Rp 17.000 per liter, dari sebelumnya Rp 12.900.
Banyak masyarakat yang mengeluh dan bertanya-tanya tentang kenaikan harga BBM, karena pada dasarnya BBM merupakan kebutuhan harian dalam roda transportasi.
Banyak masyarakat juga yang meminta kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menurunkan harga BBM Pertamax RON 92 dan Pertamax Green RON 95, karena kenaikan harga yang disesuaikan baru-baru ini sangat tidak masuk akal.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, saat ini seharusnya masyarakat bertanya dan meminta kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, karena Bahlil adalah pribadi yang mempunyai hak dan wewenang penuh.
Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, kenaikan atau penyesuaian harga BBM akan berdampak signifikan langsung terhadap laju inflasi nasional.
Hal tersebut disebabkan karena BBM merupakan bahan penting dan jantung bagi transportasi logistik di Tanah Air.
Meskipun berdampak signifikan langsung, tetapi seharusnya dampaknya tetap minim, karena Pertamax tidak dipakai buat angkutan barang dan angkutan umum
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal.
Roberth MV Dumatubun mengatakan, untuk saat ini yang mengalami penyesuaian harga hanyalah BBM Non-Subsidi saja, tetapi untuk BBM Subsidi jenis lain tidak akan mengalami penyesuaian sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
Disisi lain, Roberth MV Dumatubun juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir karena penyesuaian harga akan dilakukan lagi seiring berjalannya waktu, dan disesuaikan lagi dengan harga minyak dunia terbaru.