Menteri Agama Akui Pembagian Daging Kurban Dapat Berkontribusi Dalam Mencegah Stunting

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan stunting di negara Indonesia.

Sebagai informasi bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak balita akibat adanya kekurangan giziĀ  kronis dan infeksi berulang, khususnya pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Diketahui, terdapat sejumlah ciri-ciri yang dapat dilihat jika anak balita mengalami stunting, yakni seperti tinggi badan lebih pendek dari rata-rata, berat badan cenderung rendah dan mengalami penurunan, perkembangan kecerdasan melambat tidak seperti anak biasanya, kemampuan yang terus menurun seperti sulit untuk fokus dan sebagainya, dan sering terjangkit penyakit.

Masalah stunting harus ditangani dengan baik, karena dapat berdampak negatif signifikan untuk jangka panjang anak, yakni fisik dan kesehatan yang dapat melemah setiap waktu, kognitif dan mental yakni perkembangan otak anak terganggu, dan produktivitas yang menurun dan tidak mampu berfikir kreatif saat dewasa nanti.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini terdapat 19,8 persen anak yang mengalami gangguan stunting, presentase tersebut diukur dari keseluruhan populasi anak di Indonesia.

Presentase tersebut telah resmi diukur dan dirilis oleh pihak tim peneliti Survey Status Gizi Indonesia (SSGI).

Pihak SSGI mengklaim bahwa total presentase tersebut diukur dari sejumlah daerah, yakni pada daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) terdapat total 638.000 balita yang mengalami stunting, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terdapat 485.893, Provinsi Jawa Timur (Jatim) terdapat 430.780, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terdapat 316.465, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 214.143, dan Provinsi Banten terdapat 209.600.

Berdasarkan hasil dari sejumlah penelitian, maka dijelaskan bahwa stunting berpengaruh signifikan terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia.

Semakin tingginya tingkat stunting, maka kualitas SDM yang dihasilkan juga semakin rendah. Tetapi jika semakin rendahnya tingkat stunting, maka kualitas SDM yang dihasilkan juga semakin tinggi.

Oleh karena itu, masalah stunting harus segera ditangani dengan baik dan benar, karena kita harus peduli terhadap anak-anak generasi muda yang akan menjadi penerus pahlawan bangsa dan negara.

Baru-baru ini, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, Hari Raya Idul Adha 1447 H /2026 M adalah hari yang sangat spesial dan hari yang membawa banyak manfaat bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Nasaruddin Umar mengaku bahwa pembagian daging kurban pada Hari Raya Idul Adha merupakan langkah strategis yang mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional dan mampu menekan angka stunting di Indonesia.

Menurut Nasaruddin Umar, pembagian atau pendistribusian daging kurban bukanlah hanya prosesi keagamaan saja, melainkan adalah prosesi kemanusiaan yang dapat bermanfaat serta berdampak positif langsung terhadap masyarakat sekitar, bahkan masyarakat yang bukan beragama Muslim juga dapat merasakan dampaknya.

Nasaruddin Umar mengaku bahwa keteladanan dan kasih sayang yang diwariskan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah sikap yang sangat mulia dan mengajarkan kita untuk mempedulikan sesama manusia, khususnya bagi mereka yang membutuhkan, yakni contoh nyatanya adalah masyarakat dalam kategori stunting.

Keteladanan dan Energi Nasional

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, sikap berkurban adalah sikap yang penuh dengan energi, kepedulian, gotong royong, dan mampu menggerakan solidaritas serta dinamika kehidupan bermasyarakat.

Nasaruddin Umar menjelaskan, mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi dampak bagi sesama.

Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa berkurban adalah sikap yang sangat mulia dan sikap yang mampu menularkan kebahagiaan bagi mereka penerima manfaat daging kurban.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, terdapat beberapa manfaat dan makna dalam berkurban di Hari Raya Idul Adha, antara lain pemerataan kebahagiaan dan kepedulian sosial, mempererat solidaritas sosial bagi kehidupan bangsa dan negara, dan meningkatkan pergerakan ekonomi para peternak lokal.