- Empat Startup Indonesia Resmi Tampil di Sushi Tech Tokyo Jepang
- Menteri LH Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat Fenomena El Nino
- Pupuk Urea Indonesia Resmi Diperebutkan Banyak Negara, Berikut Penjelasannya
- Mentan Jamin Cadangan Beras Indonesia Tercukupi dan Tidak Terdampak El Nino
- Relawan Arief Kamarudin Mengajak Pemerintah dan Warga Untuk Membasmi Ikan Sapu-Sapu di Perairan Sungai
Presiden Prabowo Subianto Komitmen Renovasi 300 Ribu Sekolah di Indonesia
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai informasi bahwa saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai cita-cita untuk menjadi Negara Maju Indonesia Emas 2045.
Diketahui, terdapat beberapa syarat dan kriteria yang harus dipenuhi oleh negara Indonesia jika ingin berubah menjadi negara maju, syarat dan kriteria tersebut meliputi pendapatan per kapita yang tinggi, tingkat kesehatan yang baik, tingkat kemiskinan dan kelaparan rendah, infrastruktur modern dan maju, tingkat inovasi teknologi yang tinggi dan terbarukan, stabilitas ekonomi serta politik terjaga dengan baik, tingkat hutang rendah, dan kualitas SDM yang tinggi.
Sebagian besar pakar ekonomi mengklaim bahwa negara Indonesia mempunyai peluang dan potensi yang sangat tinggi untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045. Karena pada dasarnya negara Indonesia adalah negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah.
Kekayaan SDA yang dimiliki oleh negara Indonesia tersebut terbagi menjadi dua jenis, yakni SDA Hayati (segala kekayaan yang bersumber dati makhluk hidup) dan SDA Non-Hayati (segala kekayaan yang bersumber dari benda mati).
Bahkan, sangking banyaknya SDA yang dimiliki oleh negara Indonesia, maka sejak beberapa dekade yang lalu, negara Indonesia telah melakukan ekspor SDA ke sejumlah negara di dunia.
Meskipun mempunyai SDA yang sangat melimpah, tetapi pada realitanya, sejak dahulu kala negara Indonesia tidak bisa menjadi negara maju, bahkan negara tetangga (Singapura) yang mempunyai SDA dibawah negara Indonesia justru bisa menjadi negara maju.
Hal tersebut membuktikan bahwa kekayaan SDA bukanlah menjadi faktor utama untuk memajukan bangsa dan negara, tetapi faktor utama yang paling mendukung ialah Sumber Daya Manusia (SDM).
Sejumlah pakar juga mengklaim bahwa percuma saja suatu negara mempunyai SDA yang sangat melimpah tetapi tidak didasari dengan kemajuan SDM yang unggul. Istilah lain yang dapat digunakan dalam penjelasan tersebut ialah seperti “Harimau Tak Bertaring”.
Oleh karena itu, saat ini Presiden Prabowo Subianto dan seluruh Jajaran Kabinet Merah Putih telah berkomitmen akan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berstandart internasional.
Sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan SDM ialah seperti meningkatkan kualtias pendidikan mulai dari kalangan Sekolah Dasar-Sekolah Menengah Pertama-Sekolah Menengah Atas-Perguruan Tinggi, menggelar acara pelatihan dan pengembangan keterampilan, dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan berstandart internasional.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa dirinya akan membangun kembali atau renovasi 300 ribu sekolah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pembangunan kembali atau renovasi infrastruktur sekolah akan dilakukan secara bertahap dalam waktu jangka lima tahun kedepan.
Pada tahun 2026 ini, ditargetkan mampu melakukan renovasi hingga 70 ribu sekolah. Tahun 2027, ditargetkan mampu melakukan renovasi hingga 90 ribu sekolah, dan pada tahun 2028-2029, ditargetkan mampu melakukan renovasi hingga total keseluruhan mencapai 300 ribu sekolah.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, saat ini kondisi yang perlu direnovasi bukan hanya merujuk pada bangunan atau infrastruktur-nya saja, melainkan program pembelajaran-nya juga perlu dilakuakn renovasi dan peningkatkan lebih lagi.
Sistem Pembelajaran Digital

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu, sejumlah sekolah dan universitas di kota besar telah melakukan transformasi pembelajaran digital.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, transformasi pembelajaran digital sangat diperlukan dan jangkauannya juga harus diperluas lagi, karena mengingat bahwa saat ini kita hidup dalam zaman yang sangat modern dan serba teknologi.
Bahkan, saat ini teknologi sudah menjadi sahabat sendiri bagi kehidupan kita sehari-hari.
Oleh karena itu, generasi muda harus paham dan tanggap terhadap perkembangan teknologi dan tidak ada yang namanya gaptek (gagap teknologi).
Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa pada tahun ini dirinya akan menyiapkan 288 ribu papan pintar interaktif (interactive flat panel) untuk seluruh sekolah di Indonesia, bahkan sampai ke daerah tertinggal, terdepan, dan tertular (3T).
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa papan pintar interaktif tersebut mempunyai teknologi yang tinggi dan dilengkapi dengan materi pembelajaran berstandart internasional.
Dengan pengadaan papan pintar interaktif maka seluruh siswa diharapkan mampu memahami materi dengan mudah dan interaktif, serta mempunyai pemahaman yang tinggi dalam mengoperasikan teknologi yang unggul dan terbarukan.