Kemenhub Umumkan H-4 Lebaran 6,25 Juta Masyarakat Memilih Menggunakan Transportasi Umum

Berita Terkini –  Seperti yang kita tahu, beberapa hari lagi, kita akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran Tahun 2026.

Sebagai informasi bahwa Lebaran bukan hanya menjadi momen hangat dan momen bahagia untuk para umat Muslim saja, melainkan seluruh umat di Indonesia juga turut bertoleransi merayakan libur Lebaran dengan berkumpul keluarga atau berpergian, karena mengingat bahwa libur lebaran adalah libur yang sangat panjang dalam kalender tahunan.

Momen Lebaran juga merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, karena dalam momen Lebaran pasti ada yang namanya pembagian Tunjangan Hari Raya (THR).

Karena libur lebaran adalah libur yang cukup panjang dan sebagian besar masyarakat juga mendapatkan THR, maka banyak masyarakat yang akan melakukan mudik saat momen libur lebaran.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik merupakan suatu kegiatan pulang ke kampung halaman atau pulang ke tempat dimana kita dilahirkan.

Karena banyak masyarakat yang melakukan mudik, maka transportasi di sejumlah kota besar diprediksi akan mengalami kemacetan yang cukup parah.

Oleh karena itu, pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mudik menggunakan transportasi umum, karena dengan menggunakan transportasi umum maka para pemudik tidak akan merasakan kelelahan perjalanan karena menyetir, lebih hemat biaya, lebih ramah lingkungan, dan mengurangi tingkat kemacetan.

Baru-baru ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan bahwa berdasarkan pantauan tim lapangan maka pada H-4 lebaran ini terdapat 6.251.806 pemudik yang memilih menggunakan transportasi umum, dan angka tersebut menunjukan kenaikan sebesar kurang lebih 10 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni pada tahun 2025 (H-4 lebaran) angka pemudik yang menggunakan transportasi umum hanya sebesar 5.633.141.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Ernita Titis Dewi mengklaim bahwa jika dirinci satu-persatu, maka kenaikan tertinggi transportasi umum terjadi pada Kereta Api (KA), yakni sebesar 15,67 persen atau setara dengan 1.863.782 pemudik.

Selanjutnya, jalur penyeberangan meningkat sebesar 11,27 persen atau setara dengan 1.511.072 pemudik, dengan rincian penyebarangan jalur laut sebesar 10,50 persen atau setara dengan 527.535 pemudik. Penyebarangan jalur udara sebesar 8,14 persen atau setara dengan 1.424.872 pemudik. Penyebarangan jalur darat sebesar 6.41 persen atau setara dengan 924.545 pemudik.

Menurut Ernita Titis Dewi, kenaikan transportasi umum pada H-4 lebaran menunjukan bahwa para pemudik antusias untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau cuti bersama dari pemerintah.

Ernita Titis Dewi mengaku bahwa titik tertinggi atau titik terpadat saat ini ialah terjadi pada jalur penyebarangan laut Pelabuhan Gilimanuk dan jalur penyebarangan udara Bandara Ngurah Rai, karena mengingat bahwa hari ini dan besok adalah hari perayaan para Umat Hindu.

Meskipun dinobatkan sebagai titik kepadatan tertinggi, tetapi pada realitanya, sistem operasional kinerja Pelabuhan Gilimanuk dan Bandara Ngurah Rai tetap terjaga dengan baik dan kondusif.

Ernita Titis Dewi mengaku bahwa beberapa hari kedepan, tingkat pemudik akan semakin bertambah, maka dari itu para pemudik dihimbau untuk selalu berhati-hati melakukan update informasi terbaru dari pihak lapangan, terlebih lagi pemudik harus waspada tentang adanya gangguan cuaca dan abu vulkanik.

 

Rekayasa Arus Lalu Lintas

Aksi Simpatik di Tugu 0 KM Sibedug, Polisi dan Dishub Bagi-bagi Helm Gratis bagi Pengendara Tertib | deraphukum.click

Untuk meminimalisir adanya kepadatan di sejumlah daerah, maka Pihak Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) telah berkoloborasi untuk melakukan rekayasa arus lalu lintas.

Pengertian dari rekayasa arus lalu lintas ialah suatu ilmu pengetahuan dan ilmu teknologi yang digabungkan secara bersamaan untuk mengelola dan memberikan fasilitas yang aman dan efisien terhadap para pengguna jalan.

Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa pada momen lebaran saat ini, Kepolisian dan Dishub akan melakukan dua strategi rekayasa lalu lintas, yakni Contraflow dan One Way.

Rekayasa arus lalu lintas Contraflow adalah strategi mengubah sebagian arah jalur jalan, sehingga kendaraan dapat melintas di jalur yang berlawanan atau sebaliknya (tergantung terhadap jalur mana yang dinilai akan mengalami kemacetan).

Selanjutnya, rekayasa arus lalu lintas One Way adalah strategi dimana jalur akan dibuat satu arah, dari yang sebelumnya dua arah. Strategi ini dinilai mempunyai dampak positif signifikan untuk mengurangi kemacetan, dan risiko laka lantas adu banteng.

Pihak Kepolisian dan Dishub mengklaim bahwa daerah yang akan diterapkan rekayasa arus lalu lintas Contraflow ialah jalur yang mengarah ke seluruh Provinsi Jawa atau Trans Jawa, dan mulai diterapkan pada hari Selasa, (17/03/2026) malam.

Selanjutnya, daerah yang akan diterapkan rekayasa arus lalu lintas One Way ialah daerah Provinsi Jawa dan sekitarnya, dan mulai diterapkan pada hari Rabu, (18/03/2026) pagi.