- Berikut Tips dan Trik Untuk Mengatasi Kenaikan Volume Sampah Usai Libur Nataru
- Pemerintah Komitmen Bangun Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Bencana Sumatera
- Jelang Nataru, Wamen ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Tercukupi
- Presiden Prabowo Subianto Akui Banyak Oknum TNI-Polri Yang Terjerat Kasus Penyelundupan
- Menko Airlangga Akui KEK Adalah Kunci Untuk Menekan Angka Pengangguran di Indonesia
Pemerintah Komitmen Bangun Hunian Tetap Bagi Warga Terdampak Bencana Sumatera
Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini saudara kita yang tinggal di daerah Pulau Sumatera Utara (Sumut) dan sekitarnya sedang mengalami bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Sebagai informasi bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumut telah berlangsung selama beberapa pekan, dan hingga hari ini banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah masih terjadi dan tak kunjung surut dan berhenti.
Diketahui, bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut juga menyebar ke beberapa daerah Sumatera lainnya, yakni seperti Aceh dan Sumatera Barat.
Berdasarkan data yang ada maka dijelaskan bahwa saat ini telah terdapat 1.106 korban yang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Selanjutnya, terdapat 276 korban hilang, dan 5.000 korban luka-luka, jadi jika di total secara keseluruhan, maka terdapat puluhan ribu penduduk di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat yang terkena dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut.
Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengumumkan bahwa saat ini terdapat kurang lebih 3.300 unit rumah rusak berat, 4.100 unit rumah rusak sedang, 20.700 unit rumah yang mengalami rusak ringan, 1.100 unit fasilitas umum rusak berat, 270 unit fasilitas kesehatan rusak sedang hingga berat, 509 fasilitas pendidikan rusak sedang hingga berat, 338 rumah ibadah rusak sedang hingga berat, 221 gedung atau kantor rusak sedang hingga berat, dan 405 jembatan rusak berat.
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen bahwa dirinya akan segera melakukan pembangunan kembali dan perbaikan jembatan serta infrastruktur yang rusak.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, saat ini yang menjadi prioritas pemerintah ialah pembangunan jembatan karena jembatan merupakan kunci utama untuk penyaluran logistik jalur darat.
Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa saat ini seluruh instansi pemerintah terus bekerja sama untuk penanganan pasca bencana Sumatera.
Baru-baru ini, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai melakukan pembangunan hunian tetap di Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Maruarar Sirait mengaku bahwa pembangunan hunian tetap ini dapat menjadi bukti kepedulian sosial pemerintah terhadap para korban bencana, dan hunian tetap ini resmi dibangun untuk para korban yang rumahnya rusak atau hilang akibat bencana.
Pada hari ini, pihak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah melakukan prosesi peletakan batu pertama bersama Yayasan Buddha Tzu Chi di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Menurut Maruarar Sirait, pembangunan hunian tetap akan dilakukan secara berkala dan bertahap, yakni mulai dari Aceh hingga Sumatera Barat.
Maruarar Sirait mengaku bahwa pembangunan hunian tetap ini juga merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bukti kehadiran negara Indonesia terhadap para korban terdampak.
Perhitungan sementara menjelaskan bahwa saat ini akan ada 2.603 unit hunian tetap yang akan dibangun pada tahap awal dan diproyeksikan akan mulai dibangun pada bulan ini meskipun masih dalam tahap tanggap darurat.
Berikut merupakan rincian pembangunan unit hunian tetap di beberapa daerah terdampak, Kabupaten Tapanuli Tengah: 118 unit hunian tetap, Kota Sibolga: 200 unit hunian tetap, dan Kabupaten Tapanuli Utara: 103 unit hunian tetap.
Pemulihan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, pembangunan unit hunian tetap merupakan bagian dari pemulihan pasca bencana, oleh karena itu, pembangunan harus dilakukan secepat mungkin meski masih dalam tahap tanggap darurat.
Maruarar Sirait mengaku bahwa pembangunan unit hunian tetap akan dilakukan dengan menggandeng beberapa instansi pemerintah, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, pihak lingkungan, dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga.
Menurut Maruarar Sirait, pembangunan unit hunian tetap akan mulai dilaksanakan jika seluruh pihak pemerintah kota, pemerintah daerah, dan DPRD setuju menghibahkan lahan untuk kepentingan masyarakat.
Maruarar Sirait mengaku bahwa saat ini telah terdapat sejumlah pemerintah kota, pemerintah daerah, dan DPRD yang setuju menghibahkan lahannya demi masyarakat terdampak bencana, dan hal tersebut sangat diapresiasi oleh pemerintah pusat hingga Presiden Prabowo Subianto.
Kemenag Kucurkan Dana Ratusan Miliar Untuk Pemulihan Madrasah dan Pendidikan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5424807/original/095687700_1764156647-Menag.jpg)
Selain melakukan pembangunan unit hunian tetap bagi korban terdampak bencana Sumatera, ternyata baru-baru ini, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar juga mengaku bahwa pihaknya akan mengucurkan anggaran sebesar Rp 192 miliar untuk pembangunan dan pemulihan madrasah, perguruan tinggi keagamaan islam negeri dan swasta, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya yang terdampak bencana Sumatera.
Nasaruddin Umar mengaku bahwa dirinya dan Presiden Prabowo Subianto telah sepakat bahwa seluruh siswa dan mahasiswa/i tidak boleh putus harapan karena tempat pendidikannya hancur akibat bencana, oleh karena itu pembangunan dan pemulihan kembali madrasah dan perguruan tinggi atau sekolah merupakan komitmen pemerintah dalam menjaga masa depan para penerus bangsa dan negara.
Nasaruddin Umar juga menghimbau kepada seluruh siswa dan mahasiswa/i untuk tidak boleh menyerah, dan mereka harus kembali berjuang demi masa depan yang cerah dan penuh dengan harapan.
Menurut Nasaruddin Umar, pembangunan kembali madrasah dan tempat pendidikan membutuhkan waktu yang cukup panjang, karena berkaitan dengan proses lahan, sawah, tanggul, dan relokasi yang cukup matang.
Disisi lain, Nasaruddin Umar juga berdoa agar pemulihan kembali pasca bencana Sumatera dapat berjalan dengan lancar dan seluruh korban terdampak dapat kembali bangkit serta mendapatkan harapan yang baru.