LSI: Ahok Potensi Kalah Lantaran Elektabilitasnya Kian Menurun

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Jakarta – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mereka mengenai para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI Jakarta nanti. Di mana hasilnya, calon incumbent Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kian mengalami penuruan elektabilitas.

Peneliti LSI Adjie Alfarabie mengatakan, hasil survei yang dilakukannya memang sempat menjadi pembahasan banyak pihak. Salah satu alasannya lantaran Ahok yang awalnya perkasa dan kuat dalam banyak survei, ternyata kali ini petahana potensi untuk mampu dikalahkan.

“Bukan cuma melihat siapa di atas yang unggul. Ahok potensial kalah, pertama indikasi penurunan suara, survei kita dari Juli sampai Oktober 2016 ada penurunan 18 persen. Itu penurunan besar bagi petahana,”ucapnya.

Dia mengungkapkan, sangat jarang sekali terjadi penurunan elektabitas sebesar itu kepada calon petahana. Bahkan, kalau dirunut lebih jauh lagi maka tidak menutup kemungkinan penurunan popularitas eks Bupati Belitung Timur itu bisa mencapai 28 persen.

Baca Juga: MUI Harap Ahok Minta Maaf Mengenai Ucapan Terkait Surat Al-Maidah 51.

“Sebelumnya elektabilitas Ahok 60 persen akhirnya jatu di angka 30 persen setelah pendaftaran. Selisih elektabilitas Ahok dengan Anies serta Agus beda cuma 10 sampai 12 persen,”jelasnya.

Adjie menjelaskan, seorang incumbent dinilai kuat bilamana mempunyai selisih elektabilitas sebesar 20 persen dengan penantangnya. Sedangkan saat ini Ahok cuma berselisih 10 sampai 12 persen dengan Agus dan Anies.

Menurutnya, kekuatan Ahok masih sangat besar saat di awal setiap survei lantaran belum ada penantang resmi yang bakal diusung oleh partai politik. Tetapi saat sosok Anies dan Agus masuk, maka pemilih kembali melakukan pemilihan politik mereka.

“Dukungan Anies dan Agus, dua kandidat ini melebihi elektabilitas petahana. Pemilih DKI terpecah dua pihak berbeda,”tutupnya.

Leave a Comment