Jelang Nataru, Wamen ESDM Pastikan Stok BBM Nasional Tercukupi

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sat ini kita sudah memasuki bulan terakhir pada tahun 2025 ini, yakni bulan Desember.

Sebagai informasi bahwa bulan Desember adalah bulan yang spesial bagi kebanyakan orang, karena pada bulan Desember terdapat dua perayaan besar, yakni pada tanggal 25 Desember seluruh umat Kristen dan Katolik di dunia akan merayakan Hari Raya Natal, lalu pada tanggal 31 Desember seluruh orang di dunia akan merayakan Hari Raya Tahun Baru.

Sebagai informasi bahwa biasanya banyak orang yang melakukan mudik di saat menjelang atau pada hari Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Mudik merupakan suatu budaya atau tradisi tahunan yang dilakukan oleh orang-orang yang merantau untuk pulang ke kampung halaman menjelang hari besar keagamaan atau hari libur panjang.

Menjelang hari libur Nataru, biasanya sejumlah daerah akan mengalami kemacetan yang sangat parah dan hampir tidak bergerak karena tingginya mobilitas tranportasi, baik transportasi pribadi maupun transportasi umum.

Tingginya mobilitas transportasi tersebut juga akan mempengaruhi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah, bahkan sejumlah daerah juga akan mengalami kelangkaan dan kekurangan BBM.

Bukan hanya stok bahan bakar saja, melainkan sejumlah bahan makanan juga akan mengalami kelangkaan dan kekurangan stok.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin agar libur Nataru ini seluruh stok bahan bakar dan bahan pangan tetap terjaga kuantitas dan kualitasnya.

Baru-baru ini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan, pihaknya akan memastikan bahwa stok BBM nasional akan tercukupi menjelang libur Nataru.

Yuliot menjelaskan, saat ini stok BBM nasional telah mencapai rata-rata kisaran 24 hari kedepan, jauh melampaui target yang telah ditetapkan yakni 18 hari.

Menurut Yuliot, stok BBM nasional telah dikategorikan aman dan stabil, kategori ini mencerminkan bahwa pada libur Nataru mendatang kebutuhan energi masyarakat dapat berjalan dengan lancar.

Yuliot mengaku bahwa pihaknya juga akan melakukan pemantauan dan sanksi di lapangan, karena pada realitanya saat ini masih banyak masyarakat yang melakukan pembelian BBM secara masif dengan tangki kendaraan modif agar mereka mendapatkan stok yang cukup.

 

Tingkatkan Ketahanan Energi

7 Kilang Minyak Terbesar di Indonesia, Hasilkan Ratusan Ribu Barel per Hari!

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot berkomitmen bahwa pihaknya akan meningkatkan ketahanan energi nasional hingga hari keagamaan besar lainnya, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi, Isra Mi’ra, Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Isa Almasih, Nyepi, Galungan, Kuningan, Saraswati, Waisak, Tahun Baru Imlek, dan Cap Go Meh.

Yuliot mengaku bahwa selain memastikan ketercukupan stok bahan bakar dan gas, maka pihaknya juga akan memastikan bahwa pasokan energi listrik akan tetap berada dalam kategori aman terkendali.

Yuliot juga mengaku bahwa saat ini pihak PT Pertamina Patra Niaga telah mempunyai program strategis untuk membantu ketersediaan stok bahan bakar masyarakat.

Wakil Direktur PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar mengklaim bahwa pihaknya telah mempunyai sistem siaga layanan motoris guna membantu para masyarakat yang kehabisan bahan bakar di jalan tol.

Meskipun semua keterbutuhan energi masyarakat telah dikategorikan aman dan stabil, tetapi masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati, karena menjelang Nataru mendatang potensi bencana banjir dan tanah longsor tergolong cukup tinggi karena adanya potensi curah hujan yang tinggi dan di prediksi akan terjadi selama beberapa hari di sejumlah daerah di Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, perayaan Nataru tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, karena pada tahun ini kita sedang berduka atas bencana yang ada di daerah Aceh dan Sumatera.

Bahlil Lahadalia menjelaskan, pihaknya memang memastikan stok pasokan energi tetap terjaga dan stabil menjelang perayaan Nataru, tetapi saat ini yang paling penting adalah seluruh instansi pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan dan saling bergotong royong untuk membantu saudara dan keluarga kita yang terdampak bencana di daerah Aceh dan Sumatera.

Bahlil Lahadalia mengaku bahwa pada beberapa hari yang lalu, pihaknya telah berhasil membangun kembali energi listrik di daerah Aceh, dan pada hari ini seluruh energi listrik di beberapa daerah terdampak sudah kembali normal, dengan daya 120 megawatt.

Menurut Bahlil Lahadalia, saat ini masih terdapat sejumlah daerah terdampak yang belum dapat tersuplai listriknya karena terdapat kendala di berbagai sektor, seperti pembangunan kembali infrastruktur masih belum selesai, akses jalan yang tertutup, dan sejumlah daerah masih tergenang banjir yang cukup tinggi.