Diserang Bertubi-tubi, Ahok Tetap Masuk Pilihan Partai PDIP di Pilgub DKI

Beritaterkini.bizBerita Terkini, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sedang menimbang, siapa calon yang tepat untuk diusung sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta 2017 nanti. Belakangan ini diketahui, PDI Perjuangan sudah menyiapkan tiga pilihan untuk bersikap di Pilgub yang bakal digelar Februari mendatang.

Pilihan pertama yakni memasangkan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan Djarot Saiful Hidayat. Ahok masih menjadi pilihan untuk PDIP, walaupun belakangan tidak sedikit politis-politis PDI Perjuangan yang berkomentar keras dan miring untuk Ahok.

Sebut saja, Ketua DPP PDI Perjuangan Andres Hugo Pareira dalam insiden perseteruan antara Ahok dan Politikus PDI Perjuangan Tri Rismaharini alias Risma. Andreas menegaskan, Ahok bakal semakin dibenci oleh rakyat lantaran ulahnya berseteru dnegan Risma.

“Ya mungkin itu cara pak Ahok sah aja, menurut saya, saya menganggap cara seperti itu kian lama makin menjauhkan beliau dengan masyarakat,”ucap Andreas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Atas insiden ini, Andreas menyebut warga DKI bakal melihat kalau Risma jauh lebih tenang ketimbang Ahok. Menurutnya, Jakarta memerlukan pemimpin yang tidak cuma bagus dalam bekerja tetapi juga berkriteria dan tenang dalam menghadapi persoalan.

“Di DKI kan perlu pemimpin yang punya kapabilitas fungsional, terutama memimpin kota besar, tapi dia butuh kriteria tenang, cool menghadapi permasalahan. Dalam karitan ini Risma memperlihatkan kapabilitas dan ketenangan. Toh raykat yang melihat,”tegasnya.

Tidak hanya Andreas, bahkan Wasekjen PDI Perjuangann Ahmad Basarah juga berkomentar miring mengenai Ahok. Menurut dia, Ahok sebagai pemimpin harusnya bisa memikirkan kepentingan rakyat.

“Sebagai seorang pemimpin, seharusnya pak Ahok juga memikirkan kepentingan bangsa yang lebih besar. Kalau di atas kepentingan beliau, keinginan beliau mau menjadi Gubernur DKI Jakarta, persaudaraan seluruh bagsa Indonesia ini juga harus turut dipelihara,”ucap Basarah.

Kepentingan pribadi Ahok, ucap dia, membuat orang nomor satu DKI Jakarta itu kerap merusak kohesi kebangsaan.

“Pernyataan beliau itu menimbulkan perasaan tersinggung dan sebagainya, hentikanlah. Itu untuk kebaikan berasma,”tegasnya.

Meskipun demikian, Sekjen PDI Perjuangan hasto Kristiyanto mengakui Ahok masih masuk dalam pilihan PDI Perjuangan untuk diusung sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Tetapi, sampai sekarang ini PDI Perjuangan masih belum menegaskan pilihan mana dari tiga yang bakal dipilih oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“ada skenario yang sebagai pilihan pertama pasangan Ahok dan Djarot, kemudian suara arus bawah pemimpin diperlukan kerendahan hati, membangun ke depan lebih baik daripada menimbulkan perselisihan-perselisihan cuma lantaran disiplin berbicara itu masukan yang kami dengar,”ucap Hasto di depan kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Untuk pilihan kedua, sambung hasto, dipilih dari pilihan penjaringan. Di sini, menurut Hasto, lebih pada keterlibatan semua pengurus DPP.

“Kedua pilihan yang berjalan penjaringan, ada tanggung jawab DPP partai saat proses diambil sebagai keputusan politik itu melalui pertimbangan objektif dan politik,”ucap Dia.

Pilihan terakhir, ucap Hasto, memunculkan pemimpin baru. Nah pilihan ini yang sedang dipersiapkan oleh PDI Perjuangan.

“Tiga skenario melahirkan pemimpin berdasar pemetaan politik ini telah kami persiapkan,”tutupnya.

COMMENTS

Leave a Comment