Menaker Yakin KEK Berdampak Positif Terhadap SDM Indonesia

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, sejak dahulu kala, negara Indonesia telah dikenal sebagai negara yang mempunyai kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah.

Sebagai informasi bahwa SDA yang dimiliki oleh negara Indonesia sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni SDA Hayati dan SDA Non-Hayati.

Diketahui, SDA Hayati merupakan kekayaan alam yang berasal dari makhluk hidup contohnya yakni seperti tumbuhan dan hewan.

Sedangkan, SDA Non-Hayati merupakan kekayaan yang berasal dari benda mati yakni seperti bahan tambang energi, bahan tambang logam, air, tanah, dan udara.

Bahkan, sangking banyaknya SDA yang dimiliki oleh negara Indonesia, sejak beberapa dekade yang lalu negara Indonesia telah melakukan ekspor SDA nya ke sejumlah negara di dunia.

Sejumlah SDA yang di ekspor tersebut meliputi batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), besi atau baja, logam, dan perikanan.

Meskipun telah memiliki SDA yang sangat melimpah hingga di ekspor ke sejumlah negara, tetapi pada realitanya, sampai saat ini negara Indonesia masih saja menjadi negara berkembang.

Padahal, saat ini negara Indonesia telah mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.

Sejumlah pakar mengklaim bahwa negara Indonesia seharusnya mempunyai potensi yang tinggi untuk menjadi negara maju, pasalnya kekayaan SDA Indonesia sangat melimpah ruah.

Tetapi kekayaan SDA tersebut nampak percuma jika tidak seimbang dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Karena pada dasarnya, pembangunan SDM merupakan kunci utama agar pemanfaatan SDA dapat maksimal dan negara Indonesia dapat segera meraih cita-cita nya untuk menjadi negara maju.

Baru-baru ini, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat menjadi wadah untuk meningkakan transformasi SDM berkualitas unggul di negara Indonesia.

Menurut Yassierli, KEK adalah wadah yang baik untuk mereka anak muda yang baru lulus untuk menempa ilmu dan mengembangkan talenta nasional.

Yassierli mengaku bahwa saat ini pemerintah telah memberikan penawaran khusus kepada para pengelola KEK untuk bekerja sama dengan Menaker dalam mengembangkan SDM di Indonesia, salah satu program yang dibahas dalam kerja sama tersebut ialah program magang dan pelatihan vokasi.

Kerja sama tersebut bukan hanya berfokus terhadap investasi pembukaan lapangan pekerjaan saja, melainkan juga meningkatkan keterampilan para pekerja lokal.

Kerja sama tersebut juga menghadirkan sejumlah program, program magang, pelatihan vokasi, pengembangan serta pelatihan terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), keterampilan spesifik, sertifikasi resmi, dan pengalaman kerja yang memadai.

Bahkan, Yassierli menyebutkan bahwa KEK sudah seperti mesin pencetak SDM berkualitas di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Yassierli dalam forum Rakernas KEK Triwulan III 2026 di Gedung A.A Maramis, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Tanggapan Menko Airlangga

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, KEK di sejumlah daerah Indonesia memang mempunyai potensi untuk mengembangkan pertumbuhan lebih luas lagi.

Meskipun KEK di Indonesia dinilai cukup mumpuni untuk mendongkrak perekonomian nasional, meningkatkan kualitas SDM, dan menyejahterakan rakyat. Tetapi, pada realitanya jika dilihat dari skala kawasan ekonomi di sejumlah negara, maka kawasan ekonomi Indonesia cukup jauh tertinggal.

Sampai saat ini, negara Indonesia telah mempunyai 25 KEK dengan nilai akumulatif investasi yakni sekitar kurang lebih Rp 382,1 triliun, dengan luas total 24 ribu hektare.

Padahal, di sejumlah negara di dunia seperti Malaysia dan Vietnam mereka telah mempunyai kawasan ekonlmi lebih dari 1,8 juta hektare dan pastinya angka akumulatif investasinya juga lebih tinggi dibandingkan dengan kita.

Oleh karena itu, hal tersebut dapat dijadikan contoh bahwa kita harus mulai peka dan meningkatkan pembangunan pertumbuhan KEK di seluruh daerah Indonesia.